• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Mahasiswa minta TNI/Polri hentikan intimidasi terhadap masyarakat sipil di Beoga

February 14, 2026
in Polhukam
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
Mahasiswa

Perwakilan Badan Pengurus Mahasiswa Damal dan Wangbe saat di Kantor Redaksi Jubi Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (14/02/2026).-Jubi/Aida Ulim

0
SHARES
14.4k
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi- Ikatan Pelajar Mahasiswa Damal atau IPMD dan Ikatan Pelajar Mahasiswa Wangbe atau IPMW Se-Kota Jayapura meminta Tentara Nasional dan Kepolisian Negara Republik Indonesia atau TNI/Polri menghentikan intimidasi terhadap masyarakat sipil di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah.

Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Damal atau IPMD di Kota Jayapura, Pei Kiwak mengatakan permintaan itu disampaikan pihaknya, karena melihat situasi keamanan di Distrik Wangbe dan Distrik Beoga Kabupaten Puncak.

Katanya, ini berkaitan dengan peristiwa hilangnya sepucuk senjata api laras panjang milik Satgas TNI di Pos Milawak pada Jumat, 16 Januari 2026, sekitar pukul 11.00 Waktu Papua (WP).

Berdasarkan kronologi yang diterima mahasiswa, seorang anggota Satgas TNI mendatangi sebuah kios dan meletakkan senjata di depan kios sebelum masuk ke dalam. Saat itu, diduga ada pihak dari kelompok Organisasi Papua Merdeka atau OPM, yang membawa kabur senjata itu arah Kali Wangbe, di sekitar area bandara.

Menurutnya, pada waktu yang sama, terdapat tujuh pemuda yang sedang mencari kayu bakar di sekitar lokasi kejadian. Ketujuh pemuda itu antara lain Riko Magai, Elison Magai, Marpen Kiwak, Malion Magai, Jotiu Magai, Jengki Wamang, dan Joten Magai.

“Berdasarkan rekaman kamera drone milik TNI, terlihat satu orang membawa senjata tersebut. Namun, tujuh pemuda itu turut dicurigai dan diduga terlibat. Kami tegaskan bahwa tujuh pemuda tersebut adalah masyarakat sipil dan sebagian masih berstatus pelajar SMP. Mereka tidak mengetahui peristiwa tersebut dan tujuan mereka murni mencari kayu bakar,” kata Pei Kiwak di Kantor Redaksi Jubi, di Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (14/2/2026).

Ia mengatakan, saat ini ketujuh pemuda tersebut berstatus tahanan luar. Mereka terus dalam pengawasan aparat TNI/Polri. Mahasiswa Damal dan Wangbe pun meminta agar aparat keamanan tidak membatasi ruang gerak masyarakat sipil tanpa dasar hukum jelas.

BERITATERKAIT

Kapolres Jayapura minta maaf terkait dugaan intimidasi terhadap jurnalis Jubi

KNPB desak TPNPB dan TNI/Polri mengedepankan dialog bermartabat

Masyarakat adat Malind pertahankan hak ulayat dibawah intimidasi

Pengungsi dari Kampung Yunusugu kembali ke Distrik Gearek

Katanya, hak hidup, hak bergerak, hak pendidikan, dan hak kesehatan telah dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 28A hingga 28J.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Kami menolak tindakan penahanan atau intimidasi tanpa bukti yang jelas karena hal tersebut membatasi ruang gerak masyarakat sipil,” ucapnya.

Kiwak mengatakan, dampak dari kasus itu masyarakat di wilayah Dapil II yang meliputi Distrik Beoga, Beoga Timur, Beoga Barat, Wangbe, dan Wangbe Timur, merasa situasi mereka di sana tidak kondusif, sehingga mereka hidup dalam ketakutan.

Masyarakat dari distrik lain di sekitar Beoge lanjut Kiwak, kesulitan mendapat akas layanan kesehatan, dan berbelanja kebutuhan pokok karena puskesmas dan pasara berada di Distrik Beoga, karena akses mereka dibatasi.

Mahasiswa lainnya, Tolekinus Tembak mengatakan hal yang sama. Katanya, ketujuh pemuda tersebut adalah masyarakat sipil dan masih berstatus pelajar, dan bukan bagian dari kelompok bersenjata.

“Apabila terdapat bukti yang jelas terkait keterlibatan seseorang dalam kelompok bersenjata,maka proses hukum dapat dijalankan sesuai aturan. Namun masyarakat sipil tidak boleh diperlakukan sewenang-wenang,” kata Tolekinus Tembak.

Pihaknya juga mendesak pemerintah setempat untuk turun ke Distrik Beoga, guna memberikan pemahaman kepada aparat serta memastikan perlindungan terhadap masyarakat.

“Aparat harus menjalankan tugas sesuai fungsi pertahanan dan keamanan sebagaimana diatur dalam UUD 1945 Pasal 30,” ucapnya.

Ia juga mengklarifikasi informasi yang beredar pada 8 Februari 2026, yang mengatasnamakan Ikatan Mahasiswa Damal se-Indonesia di salah satu media dengan judul berita “Ikatan Mahasiswa Damal sampaikan sikap usai pengakuan oknum TPNPB Kodap III soal markas dan keberadaan.”

Ia, menegaskan bahwa pernyataan tersebut adalah hoaks dan merupakan permainan pihak ketiga.

“Kami tidak pernah memberikan pernyataan kepada media mana pun terkait isu pendirian TPNPN atau pernyataan sebagaimana diberitakan,” ucapnya.

Mahasiswa pun meminta, agar tujuh pemuda yang kini berstatus tahanan luar itu dibebaskan sepenuhnya apabila tidak ada bukti yang jelas.

“Kami berharap aparat TNI/Polri tidak lagi memberikan tekanan kepada masyarakat sipil dan menjalankan tugas sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya. (*)

Tags: Ikatan Pelajar Mahasiswa DamalIkatan Pelajar Mahasiswa WangbeIntimidasiIPMDIPMWTNI-Polri
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Kapolres Jayapura

Kapolres Jayapura minta maaf terkait dugaan intimidasi terhadap jurnalis Jubi

August 3, 2026
KNPB

KNPB desak TPNPB dan TNI/Polri mengedepankan dialog bermartabat

July 6, 2026

Masyarakat adat Malind pertahankan hak ulayat dibawah intimidasi

March 6, 2026

Pengungsi dari Kampung Yunusugu kembali ke Distrik Gearek

December 24, 2025

Dua mahasiswa Papua di Makassar diintimidasi OTK

November 11, 2025

Asosiasi Wartawan Papua sesalkan intimidasi terhadap reporter Tribun Papua

October 3, 2025

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Different approaches to Papua’s problems are blocking dialogue
29 September 2026
Different approaches to Papua’s problems are blocking dialogue

Jayapura, Jubi – Papuan political figure Laurenzus Kadepa says differences in perspectives have made it difficult to find the best [...]

The Legal and Human Rights Department of the Evangelical Church in Indonesia launches legal aid institute
29 September 2026
The Legal and Human Rights Department of the Evangelical Church in  Indonesia launches legal aid institute

Jayapura, Jubi – The Legal and Human Rights Department of the Evangelical Church in Indonesia (GIDI) has launched the GIDI [...]

Maybrat resident allegedly tortured at Marine post
28 September 2026
Maybrat resident allegedly tortured at Marine post

Sorong, Jubi – A resident of Wakom Village, East Aifat District, Maybrat Regency, Southwest Papua, identified as Wilem, also known [...]

YKKMP: Indonesia must address human rights concerns in Papua with evidence
28 September 2026
YKKMP: Indonesia must address human rights concerns in Papua with evidence

Jayapura, Jubi – The Papua Foundation for Justice and Human Integrity (YKKMP) says the Indonesian government should respond to allegations [...]

Farewell to two Papuan journalists, Joost Mirino and Hendrikus Ondi
26 September 2026
Farewell to two Papuan journalists, Joost Mirino and Hendrikus Ondi

Jayapura, Jubi – Papua has lost two journalists who studied at Satya Wacana Christian University in Salatiga, Central Java. Joost [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Komisi Yudisial atau KY Papua

Penghubung KY Papua dorong masyarakat adat terlibat mengawasi integritas hakim

September 29, 2026
PNG

Strategi kakao di PNG: Menargetkan menciptakan lapangan kerja

September 29, 2026
PINA

Presiden PINA: Memperkuat ruang redaksi di wilayah Pasifik

September 29, 2026
PNG

Tiga bayi kembar prematur di pedalaman PNG meninggal sebelum bantuan tiba

September 29, 2026
praperadilan

Hakim kabulkan praperadilan: Penetapan tersangka Yonex Carter tidak sah

September 29, 2026
Sulitnya menyelesaikan masalah Papua

Perbedaan cara pandang penyebab sulitnya menyelesaikan masalah Papua

September 28, 2026
LBH GIDI

Departemen Hukum dan HAM GIDI luncurkan LBH GIDI

September 28, 2026
Kantor ICC

AS mengucapkan selamat kepada Naoero atas keputusan penarikan diri dari ICC

September 28, 2026
Pasifik

Para pemimpin Pasifik mendesak Jakarta mengizinkan kunjungan PBB ke Papua Barat

September 28, 2026
Pre-COP

Jelang Pre-COP: Masyarakat sipil Pasifik meluncurkan ‘seruan funafuti keadilan iklim’

September 28, 2026
LBH GIDI

Departemen Hukum dan HAM GIDI luncurkan LBH GIDI

September 28, 2026
Presiden Media PNG

Neville Choi, Presiden Media PNG, terpilih jadi Presiden PINA di Fiji

September 27, 2026
Pers bebas membutuhkan uang

Wakil Perdana Menteri Fiji: Pers bebas membutuhkan uang

September 27, 2026
Warga Maybrat disiksa Marinir

Seorang warga Maybrat diduga disiksa di pos Marinir

September 28, 2026
Komisi Yudisial atau KY Papua

Penghubung KY Papua dorong masyarakat adat terlibat mengawasi integritas hakim

0
PNG

Strategi kakao di PNG: Menargetkan menciptakan lapangan kerja

0
PINA

Presiden PINA: Memperkuat ruang redaksi di wilayah Pasifik

0
PNG

Tiga bayi kembar prematur di pedalaman PNG meninggal sebelum bantuan tiba

0
praperadilan

Hakim kabulkan praperadilan: Penetapan tersangka Yonex Carter tidak sah

0
Sulitnya menyelesaikan masalah Papua

Perbedaan cara pandang penyebab sulitnya menyelesaikan masalah Papua

0
LBH GIDI

Departemen Hukum dan HAM GIDI luncurkan LBH GIDI

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara