Jayapura, Jubi – Kepala Staf Komando Daerah Militer atau Kasdam XVII Cenderawasih, Brigjen TNI Thevi A Zebua mengatakan, klaim Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB yang menyatakan telah merampas dua pucuk senjata api saat menyerang pos penjagaan PT Kristalin Eka Lestati di Nabire, masih dalam proses investigasi.
Sebelumnya TPNPB pimpinan Aibon Kogoya menyerang dan membakar pos penjagaan perusahaan penambang emas, PT Kristalin Ekalestari, di Lagari, Distrik Makimi, Kabuaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (21/2/2026).
“Klaim itu masih dalam proses investigasi. Bisa saja itu untuk menciptakan rasa takut yang berlebihan. Yang jelas, semua masih dalam pemeriksaan [dan] tahap pendalaman,” kata Brigjen TNI Thevi Zebua kepada wartawan usai silaturahmi dan buka puasa bersama Forkopimda di Lapangan Tenis Korem 173/PVB Nabire, Selasa (24/2/2026) malam.
Penyerangan dan pembakaran pos jaga PT Kristalin Eka Lestari itu menyebabkan dua orang meninggal dunia. Salah satu korban adalah prajurit TNI asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Serda Hamdani yang merupakan anggota Deninteldam XVII/Cenderawasih.
Menurut Brigjen TNI Thevi A Zebua, penyerangan itu merupakan bentuk provikasi dari TPNPB-OPM (Organisasi Papua Merdeka) kepada aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat.
“Yang jelas, dengan adanya kejadian kemarin, ini adalah bentuk provokasi dari OPM kepada TNI dan masalah keamanan ini adalah tanggung jawab semua pihak bukan hanya TNI dan Polri,” ujarnya.
Menurutnya, selama ini TPNPB-OPM juga selalu menyebar isu bahwa kehadiran TNI di Tanah Papua untuk menumpas orang Papua.
Katanya, pihaknya akan selalu melakukan evaluasi, koreksi dan mengkaji ulang bagaimana pengamanan di wilayah teritorial Kodam XVII Cenderawasih, termasuk Papua Tengah.
“Dengan kejadian ini kita akan melakukan investigasi dan ini masih berproses. Jadi dalam bidang keamanan, tentunya kami akan evaluasi dan kita akan lakukan dan lanjutkan dengan tindakan juga,” ucapnya.
Pascapenyerangan dan pembakaran pos penjagaan PT Kristalin Eka Lestari, TPNPB mengklaim berhasil merampas dua pucuk senjata api laras panjang jenis SS1, empat magazin berisi 120 butir amunisi, dan sepucul pistol G2 combat beserta amunisinya dalam insiden itu. (*)

















Discussion about this post