• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

YLBHI Papua: Jangan jadikan aturan sebagai alat mengabaikan hak-hak masyarakat adat

June 18, 2025
in Polhukam, Mamta
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
YLBHI

Suasana diskusi publik mahasiswa 8 kabupaten Papua Tengah di Jayapura Papua dengan topik “Di Balik operasi militer, pemekaran, dan izin investasi di Papua siapa yang diuntungkan” di Asrama Mahasiswa Kabupaten Deyai, Kamkey, Kota Jayapura Papua pada Selasa (17/06/2025). - Jubi/Aida Ulim

0
SHARES
31
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia atau YLBHI Wilayah Papua, Emanuel Gobay mengatakan pemerintah mesti konsisten terhadap aturan hukum yang berlaku di negara ini.

Jangan menjadikan aturan sebagai alat untuk melanggar hak masyarakat, atau bahkan mengabaikan hak-hak masyarakat ada di Papua.

Pernyataan itu disampaikan Emanuel Gobay berkaitan dengan Proyek Strategis Nasional atau PSN yang menggunakan lahan masyarakat adat di berbagai wilayah di Tanah Papua.

Gobay mengatakan hal itu saat diskusi publik yang digelar mahasiswa delapan kabupaten di Papua Tengah yang ada di Jayapura, Papua dengan topik “Di Balik operasi militer, pemekaran, dan izin investasi di Papua siapa yang diuntungkan” di asrama mahasiswa Kabupaten Deyai, Kamkey, Kota Jayapura, Papua, Selasa (17/06/2025).

Emanuem Gobay mengatakan, berdasarkan hasil investigasi dan analisis perundang-undangan yang dilalukan pihaknya, itu semua merupakan bagian dari implementasi kebijakan pertahanan keamanan dan ketentuan lain, yang diatur dengan peraturan. Untuk itu pemerintah harus konsisten pada peraturan yang ada.

“Sebagaimana yang diatur pada pasal 4 Undang-Undang nomor 2 tahun 2021 tentang perubahan Undang-Undang Otsus. Berkaitan dengan hal-hal yang menjadi ketentuan khusus yang diatur undang-undang. Salah satunya adalah proyek strategis nasional. Sehingga PSN ini harus dilakukan sesuai peraturan yang berlaku supaya hak-hak masyarakat adat itu tidak diabaikan,” kata Gobay.

Menurutnya, ada beberapa wilayah di Tanah Papua yang menjadi target rencana PSN. Wilayah itu di antaranya, Sorong, Papua Barat Daya, Merauke dan Boven Digoel di Papua Selatan, Keerom dan Sarmi di Papua.

BERITATERKAIT

Komnas HAM dan Gubernur Fakhiri bahas cetak sawah 30 ribu hektare serta hak adat

YLBHI luncurkan laporan “Papua dalam Cengkeraman Operasi Militer”

Hak-Hak Masyarakat Adat setara suatu bangsa dan diakui Hukum Internasional

YLBHI: Staf LBH Papua sempat ditangkap polisi, itu melanggar kode etik

Katanya, apabila dilihat berdasarkan ketentuan mekanisme pelepasan tanah  yang diatur dalam Undang-Undang Otonomi Khusus atau UU Otsus, wajib melibatkan masyarakat adat. Akan tetapi perusahaan yang melaksanakan PSN, tidak ada satupun yang dalam perjanjian atau pembahasan kontraknya melibatkan masyarakat adat.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Berkaitan dengan kebijakan pertahanan keamanan sendiri, kita semua ketahui bahwa sejak 2024 itu sudah ada Batalyon yang dibentuk khusus untuk mengawal proyek strategis nasional baik di Sorong, Sarmi, Keerom, dan juga di Merauke dan Boven Digul,” ucapnya.

Di sisi lain lanjut Gobay, ada Keputusan Presiden atau Keppres tentang perlindungan objek vital negara yang mewajibkan TNI/Polri terlibat melindunginya. Namun hal itu akan membuat masyarakat adat yang tanah serta wilayahnya diambil secara sewenang-wenang tanpa adanya persetujuan akan marah dan melakukan upaya perlawanan.

Yang dikhawatirkan, ketika masyarakat melakukan upaya-upaya mengembalikan haknya, akan dibenturkan dengan aparat keamanan, sehingga berpotensi terjadi pelanggaran hak asasi manusia atau HAM.

“Terlepas dari itu, kalau kita melihat fakta pengiriman pasukan yang sudah sejak 2018 dipraktikkan, di beberapa tempat. Kita belum temukan adanya Keppres dan rekomendasi dari DPR RI untuk melegalkan pengiriman pasukan. Kami juga menemukan adanya fakta, banyak masyarakat sipil yang mengungsi akibat pengiriman pasukan,” ujarnya.

Selain itu menurut Gobay, yang menjadi pertanyaan mengapa wilayah rawan konflik bersenjata dan warganya mengungsi, ada rencana eksploitasi sumber daya alam di sana.

Misalnya di Intan Jaya, Papua Tengah ada rencana eksploitasi Blok Wabu. Kemudian di Nduga, Papua Pegunungan ada rencana eksploitasi minyak oleh Blok Agimuga, di Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan di sana PT Antam akan melakukan eksploitasi di Gunung Aglimapum, dan di Maybrat, Papua Barat Daya, di sana ada proyek strategis nasional untuk food estate.

Sementara itu, penanggung jawab diskusi, Deni Kum mengatakan, banyak peraturan yang dibuat oleh pemerintah, akan tetapi seringkali pemerintah sendiri yang melanggar aturan itu.

“Peraturan itu tidak menguntungkan masyarakat, sehingga banyak pelanggaran HAM terjadi hingga saat ini. Para pemilik modal dan perusahaan yang bekerja sama dengan pemerintah saling mendapatkan keuntungan, tetapi masyarakat melarat,” kata Deni Kum.

Menurutnya, apabila tanah adat masyarakat diambil alih oleh perusahaan, tanah itu akan menjadi milik negara. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa kebijakan ini akan berujung pada termarginalisasinya masyarakat adat dari wilayah adatnya.

“Kemungkinan mereka akan hidup dalam kondisi miskin dan mati karena lumbung hidupnya sudah diambil alih, dan dijadikan tempat pengembangan proyek strategis nasional seperti apa yang dikatakan pembicara tadi,” ujarnya. (*)

Tags: Hak-Hak Masyarakat AdatperaturanYLBHI
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Komnas HAM

Komnas HAM dan Gubernur Fakhiri bahas cetak sawah 30 ribu hektare serta hak adat

March 10, 2026
YLBHI

YLBHI luncurkan laporan “Papua dalam Cengkeraman Operasi Militer”

December 17, 2025

Hak-Hak Masyarakat Adat setara suatu bangsa dan diakui Hukum Internasional

July 10, 2025

YLBHI: Staf LBH Papua sempat ditangkap polisi, itu melanggar kode etik

June 13, 2025

Amnesti desak pembebasan 8 masyarakat adat Sikka karena pertahankan tanah dari penggusuran paksa

March 18, 2025

18 Marga Suku Wambon tolak pemberian izin pemerintah kepada PT Papua Berkat Pangan

December 10, 2024

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Three University of Science and Technology Jayapura students named suspects
3 October 2026
Three University of Science and Technology Jayapura students named  suspects

Jayapura, Jubi – Three of four students from the University of Science and Technology Jayapura (USTJ) arrested by Jayapura City [...]

Rome Agreement described as a deal made by ‘greedy’ people
3 October 2026
Rome Agreement described as a deal made by ‘greedy’ people

Jayapura, Jubi – The Jayawijaya chapter of the Indonesian National Youth Committee (KNPI), Cipayung youth and community organisations (OKP), and [...]

Jayapura police officers accused of assaulting university student
2 October 2026
Jayapura police officers accused of assaulting university student

Jayapura, Jubi – Dozens of Cenderawasih University (Uncen) students had their identities checked by police, while several students’ mobile phones [...]

Nabot Sreklefat elected to lead AMAN Sorong Raya, vows to resist threats to customary lands
2 October 2026
Nabot Sreklefat elected to lead AMAN Sorong Raya, vows to resist threats to  customary lands

Teminabuan, Jubi – The third regional congress of the Alliance of Indigenous Peoples of the Archipelago (AMAN) Sorong Raya, held [...]

Morning Star flag flown at USTJ campus in Jayapura
1 October 2026
Morning Star flag flown at USTJ campus in Jayapura

Jayapura, Jubi – Hundreds of students at the University of Science and Technology Jayapura (USTJ) in Padang Bulan, Abepura District, [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Tepi sungai terkikis abrasi

Tepi sungai terkikis abrasi, warga Kais desak pemerintah bangun talud

October 4, 2026
PSBS Biak

PSBS Biak dijadikan lumbung gol tim Grup Timur

October 4, 2026
Petani jahe PNG

El Nino ancam pasokan petani jahe dari Sogeri PNG

October 4, 2026
Bula Boys Fiji dan tim wanita Vanuatu juara Piala MSG 2026

Bula Boys Fiji dan tim wanita Vanuatu juara Piala MSG 2026

October 4, 2026
Penangkapan ikan tradisional di Fiji

Daerah penangkapan ikan tradisional di Fiji berpotensi hilang akibat suhu global

October 4, 2026
Pendaftaran Calon Ketua Umum PSSI Papua Barat

Pendaftaran bakal calon ketua umum PSSI Papua Barat dimulai besok

October 4, 2026
Kabut asap Sorong

Kabut asap di Kota Sorong diduga akumulasi dari daerah lain

October 4, 2026
Mahasiswa USTJ Tersangka

Tiga mahasiswa USTJ dijadikan tersangka oleh Polresta Jayapura

October 2, 2026
Polisi Vanuatu

50 rekrutan polisi dari Vanuatu jalani pelatihan di PNG

October 2, 2026
Kadistrik Sentani di SPBU Hawai

Kadistrik Sentani tertibkan truk di kawasan SPBU Hawai

October 3, 2026
Persipura

Kemenangan perdana Persipura dan konsistensi pada laga selanjutnya

October 3, 2026
RSUD Kenyam ditutup sementara

Honor pegawai lima bulan tak dibayar: RSUD Kenyam ditutup sementara

October 3, 2026
wondama

Oknum Polisi di Teluk Wondama tabrak warga hingga tewas, Kapolres: Kami minta maaf

March 17, 2026
Festival

Rayakan budaya, Festival Pasifika Auckland tarik 25 ribu pengunjung

March 17, 2026
Tepi sungai terkikis abrasi

Tepi sungai terkikis abrasi, warga Kais desak pemerintah bangun talud

0
PSBS Biak

PSBS Biak dijadikan lumbung gol tim Grup Timur

0
Petani jahe PNG

El Nino ancam pasokan petani jahe dari Sogeri PNG

0
Bula Boys Fiji dan tim wanita Vanuatu juara Piala MSG 2026

Bula Boys Fiji dan tim wanita Vanuatu juara Piala MSG 2026

0
Penangkapan ikan tradisional di Fiji

Daerah penangkapan ikan tradisional di Fiji berpotensi hilang akibat suhu global

0
Pendaftaran Calon Ketua Umum PSSI Papua Barat

Pendaftaran bakal calon ketua umum PSSI Papua Barat dimulai besok

0
Kabut asap Sorong

Kabut asap di Kota Sorong diduga akumulasi dari daerah lain

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara