Jayapura, Jubi — Tim berjuluk Badai Pasifik dan Napi Bongkar, PSBS Biak menjadi lumbung gol bagi klub-klub Grup Timur pada kompetisi Liga 2 Pegadaian Championship musim 2026/2027.
Dalam laga di Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu malam (3/10/2026), Nelson Alom dan kawan-kawan menelan pil pahit kelalahan dari Trans Nusantara dengan skor telak 5-1.
Sebelumnya gawang PSBS Biak telah berhasil dijebol oleh klub-klub lain seperti Deltras FC 0-5, lalu kalah 0-7 melawan Persis Solo dan 0-6 saat menantang Persela Lamongan.
Dalam melawan Trans Nusantara, PSBS mampu membalas satu gol, sehingga bisa menunjukkan perlawanan dengan skor 5-1.
Tak heran kalau pelatih PSBS Biak, Miskardi Hamin, mengatakan bahwa penampilan Patrias Rumere dan kawan-kawan sudah menunjukkan progres positif dibandingkan pertandingan sebelumnya tanpa gol balasan.
“Penampilan tim sudah semakin baik. Pemain sekarang lebih percaya diri, kita berusaha untuk menyerang dan telah berhasil mencetak gol pertama,” ucap pelatih PSBS Biak, Miskardi Hamin, usai laga, sebagaimana dikutip Jubi dari berbagai sumber.
Namun kata Miskardi, masih terjadi beberapa kali anak asuhnya kalah dalam duel bola, terutama dari segi antisipasi set piece atau bola mati.
Apalagi musim ini, tim PSBS Biak tampil dengan pemain muda tanpa diperkuat pemain asing, maklum faktor finansial masih menjadi momok bagi klub berjuluk Napi Bongkar ini.
Pengamat sepak bola dan juga dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Cenderawasih (Uncen), Dr. Daniel Womsiwor, mengatakan kekalahan PSBS Biak sejak masih di Liga 1 Indonesia hingga turun ke Liga 2 Pegadaian Championship karena faktor finansial dan juga bermain di luar kandang.
“Faktor finansial dan juga jauh dari pendukung PSBS Biak menyebabkan tim harus menelan kekalahan, tetapi faktor utama memang finansial dan dukungan sponsor yang minim,” kata mantan pelatih fisik tim sepak bola PON 2012. (*)























Discussion about this post