• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

TNI kerahkan pasukan pakai helikopter di Kampung Yuguru Nduga, warga ketakutan dan mengungsi

February 26, 2025
in Polhukam, Headline
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Syam Terrajana
TNI

Tangkapan layar Helikopter yang hendak terbang di dalam sebuah video amatir yang dikirimkan ke redaksi Jubi. Ist

0
SHARES
72
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sentani, Jubi –  TNI mengerahkan pasukan militer dengan menggunakan helikopter  di Gunung Nalkuru di Kampung  Yuguru, Distrik Mebarok, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan. Pengerahan pasukan besar-besaran  tercatat terjadi  sejak 18 Januari 2025. Warga ketakutan dan mengungsi.

“Gunung Nalkuru tidak jauh dari lapangan terbang Yuguru, tapi setelah turun dari gunung Nalkuru,  23 helikopter itu, pasukan yang diturunkan menuju lapangan terbang Yuguru dengan jalan kaki,” kata narasumber Jubi, yang meminta namanya tak disebutkan melalui pesan aplikasi, Senin (24/2/2025).

Dia mengaku melihat dan menghitung sendiri jumlah helikopter yang berseliweran Nduga di seputar kampung itu. Dia mengirimkan rekaman video  helikopter  yang berseliweran di kampung itu.

Menurutnya, aparat militer dalam perjalanannya  menyekap  warga bernama Etina Wandikbo bersama lima anaknya. Aparat TNI menyuruh mama Etina serta anak-anaknya semua keluar dari rumah sambil menodongkan moncong senjata dan bertanya-tanya terkait keberadaan sejumlah nama.

“Kenal Ibet kah tidak, kenal klasis Yuguru Sablik Karunggu kah tidak dan tahu Yordan Nyamuk Karunggu kah tidak? Setelah itu aparat TNI ambil Alkitab milik bapak Pendeta Almarhum Nonmaksu Kogoya lalu suruh terjemahkan dalam bahasa Indonesia. Namun, Etina dengan anak-anak tidak baca Alkitab tersebut, sehingga militer Indonesia menertawakan mereka,” ujarnya sembari menirukan percakapan itu.

Dia mengatakan  saat ini lapangan terbang Yuguru dijadikan sebagai pos militer TNI yang diberi nama ‘Tim Taipur Titik Kuat Yuguru’ .  Dipimpin oleh tiga komando. Pusat pos militernya di kantor Distrik Mebarok kampung Yuguru kabupaten Nduga. Kemudian dibagi lagi  menjadi lima titik pos militer Indonesia di daerah Yuguru.

“Pos TNI pertama di Wisigi perbatasan Distrik Mebarok dengan Distrik Paro. Pos TNI kedua di Gunung Karowa perbatasan Distrik Mebarok dengan Distrik Mapenduma. Pos TNI ketiga di Gunung Esa perbatasan Distrik Mebarok dengan Distrik Mugi. Pos TNI keempat di Gunung Paul dan Pos TNI kelima bernama Tim Taipur Titik Kuat di Yuguru. Jadi Yuguru saat ini dalam kurungan militerisme Indonesia,” katanya.

BERITATERKAIT

TK An Kimin didirikan untuk anak-anak pengungsi internal asal Nduga

Warga jarah beras bantuan di Keneyam, Nduga

Kepala Distrik Mugi mediasi, warga minta Pemkab Nduga relokasi Pengungsi

Menjelang Pemilihan Wakil Bupati Nduga, semua pihak harus menjaga kedamaian

Dia  juga mengungkapkan  ada rumah warga yang digusur militer Indonesia. Yakni  rumah kepala desa Ngenamba Letus Karunggu, satu Puskesmas,  rumah Elianus Gwijangge kepala desa Lumurak, rumah Elipus Gwijangge kepala desa Yuguru, rumah Rutni Wandikbo, rumah Etina Wandikbo dibakar.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Militer menggunakan gedung sekolah SD Negeri 1 Yuguru dijadikan sebagai tempat penjaga pos dan Kantor Distrik Mebarok dan rumah Pendeta Almarhum Nonmaksu Kogoya dijadikan sebagai rumah militer Indonesia tanpa izin,” katanya.

Selain itu, ternak babi peliharaan  Etina Wandikbo sebanyak 10 ekor dibunuh oleh militer Indonesia. Barang-barang milik kepala-kepala Desa Yuguru dan warga Yuguru  yang turut dirampas antara lain adalah satu chainsaw, satu drum bensin, 120 seng daun, bantal dan segala peralatan rumah dirampas oleh militer Indonesia milik Kepala Desa Ngenamba, Letus Karunggu.

Kemudian rumah milik kepala Desa Lumurak,  Elianus Gwijangge juga dibongkar,  satu chainsaw , tripleks dan peralatan rumah dirampas oleh militer Indonesia.

“Begitu pula dengan barang-barang milik anak-anak sekolah dan warga dirampas oleh militer antara lain adalah Buku-buku, papan tulis, parang, kapak, anak panah, senapan angin dan serta semua barang-barang rampasan milik warga dinaikkan di dalam helikopter lalu bawa ke Timika,” ujarnya.

Akibat kehadiran militer  itu, warga di sembilan kampung kosong. Mereka  menyelamatkan diri di hutan-hutan yaitu Kampung Unggutmu, Kerambuwanit, Yimiri 1 dan Yimiri 2, Nunggupuksarak, Kuib, Tunggirid, Osabiem dan kampung Gereja borom.

Dia mengatakan,  warga sembilan kampung tersebut  sampai sekarang masih di hutan. Mereka   takut dengan tembakan senjata, raungan  helikopter dan takut dengan kehadiran militer Indonesia yang bernama Pos Taipur Indonesia di Yuguru.

“Wilayah tempat perang antara TPNPB dan TNI/POLRI adalah Kenyam sampai dengan Habema, maka penempatan militer Indonesia harusnya disana. Kampung Yuguru adalah tempat warga sipil bukan tempat operasi militer,” ujarnya.

Salah satu warga Yuguru,  membenarkan peristiwa dan pendropan itu terjadi di Kampung Yuguru. Ia menerangkan  kehadiran Pos Taipur (Militer Indonesia) membuat banyak warga yang ketakutan, trauma dan juga terganggu secara psikologis. Sebab sebelumnya warga tidak pernah melihat TNI dalam jumlah banyak dengan alat perang lengkap.

“Kami tidak pernah melihat helikopter turun, namun hari ini kami lihat helikopter mulai dari tanggal 18 Januari 2025, 23 helikopter membawa banyak tentara dan alat-alat perang lengkap. Dalam satu hari begitu 4-5 Helikopter yang datang ke Yuguru. Artinya setiap hari helikopter militer TNI datang terus menerus di daerah Yuguru,” ujarnya.

Dia mengatakan  barang-barang milik warga juga turut  diperiksa oleh militer TNI dengan todongan senjata. Pihaknya juga dipaksakan mengatakan “NKRI Harga mati”, “Yuguru Indonesia”.

Yuguru bukan wilayah perang 

Sekretaris Klasis Gereja Kemah Injil di Tanah Papua atau KINGMI Yuguru,  Nopinans Kogoya mengatakan kampung Yuguru menjadi jalur masuk negosiasi melalui pihak gereja kepada TPNPB, terutama saat penangkapan pilot asal Selandia Baru,  Kapten Philip Mark Mehrtens di Distrik Paro pada 7 Februari 2023 oleh pimpinan Egianus Kogoya,  hingga akhirnya pilot  itu dibebaskan.

“Kami pihak gereja juga punya kontribusi dalam misi kemanusiaan dan negosiasi hingga ada pembebasan pilot itu. karena kampung Yuguru menjadi pintu masuk untuk negosiasi dalam pembebasan pilot itu melalui gereja. pembebasan pilot itu tujuannya supaya warga di Yuguru tinggal aman dan nyaman di kampungnya,” kata Nopinans kepada Jubi melalui panggilan telepon,  Selasa (25/2/2025).

Nopinans menjelaskan, warga kampung di Yuguru mau hidup tenang, aman dan damai. Sebagaimana beraktivitas seperti biasa, namun kehadiran dan pendropan militer ini sangat mengganggu kenyamanan masyarakat. Apalagi aparat militer diturunkan dalam jumlah banyak.

“Tetapi kenapa 18 Februari 2025 ini ada 23 helikopter turun di Yuguru sehingga sampai sekarang ini aparat militer menguasai kampung Yuguru?” katanya.

Pihaknya  meminta  Presiden Prabowo Subianto dan pimpinan pusat untuk menarik kembali militer yang didrop ke kampung Yuguru. Ia mengatakan di kampung Yuguru bukan darurat militer, Yuguru masih aman.

“Kami pihak gereja minta kepada presiden Prabowo dan pimpinan tinggi TNI untuk tarik kembali anggotanya. Karena masyarakat di Yuguru tidak tahu apa-apa, mereka hanya berburu, berkebun itu saja sehingga dengan kehadiran TNI mereka sangat ketakutan dan trauma,” ujar Nopinans.

Komandan Operasi Lapangan Batalyon Yuguru,  Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB,  Soasoa menyatakan daerah Yuguru bukan wilayah perang antara TPNPB dan TNI/Polri. Dia menegaskan,  Yuguru adalah tempat pengungsi warga Nduga 12 distrik. Maka pendropan Militer Indonesia di Yuguru adalah melanggar hukum Humaniter Internasional

“Karena mereka (TNI/Polri) duduki rumah sakit, Puskesmas, gedung sekolah, gusur rumah-rumah kepala desa serta perampasan barang-barang milik warga. Kantor distrik Mebarok dijadikan sebagai tempat militer Indonesia. Merupakan pelanggaran HAM dan hukum Humaniter Internasional,” kata Soasoa.

Jubi berupaya mengkonfirmasi  hal ini  kepada Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan atau Kapen Kogabwilhan III Kolonel Inf Winaryo pada pada Rabu (26/2/2025). Namun hingga berita ini diturunkan, Jubi tidak mendapatkan balasan. (*)

Tags: Kabupaten NdugaPengerahan Tentara
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Kembru Berdarah

Mahasiswa desak Komnas HAM RI tetapkan Kembru berdarah sebagai pelangaran HAM Berat

June 23, 2026
Suasana persidangan gugatan terhadap SK Bupati Merauke Papua Selatan memasuki agenda pembuktian kedua, di PTUN Jayapura, Kota Jayapura, Papua Selasa (23/06/2026).-Aida Ulim

Penggugat SK Bupati Merauke serahkan rekomendasi Komnas HAM sebagai alat bukti

June 23, 2026

Koalisi: Pemerintah abaikan ratusan ribu pengungsi internal di Tanah Papua

June 21, 2026

Bapemperda DPR Papua dukung usulan perdasus perlindungan sagu

June 21, 2026

Ideologi Papua merdeka dan NKRI tak boleh mengorbankan jiwa umat

June 19, 2026

Mahasiswa Lanny Jaya serahkan aduan ke Komnas HAM perwakilan Papua

June 15, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Jayapura Regency

Three Jayapura Regency Council Factions Push to Dissolve Special Committee

July 1, 2026
Papua Tengah

SIPD RI online untuk mendukung sistem pemerintahan modern Papua Tengah

July 1, 2026
Gigitan ular di PNG

PNG perkuat upaya mengatasi kematian akibat gigitan ular

July 1, 2026
Partai politik

Jumlah partai politik terdaftar di Fiji bertambah menjadi 10

July 1, 2026
Gunung berapi

Aktivitas gunung berapi di Bougainville meningkatkan

July 1, 2026
Jubi](https://jubi.id/wp-content/uploads/2026/06/1000877419.jpg)One of the teenagers reportedly shot in Titigi Village, Sugapa District, Intan Jaya Regency, Central Papua, Monday (29/06/2026) – Photo courtesy of Jubi

Two teenagers in Intan Jaya reportedly shot

July 1, 2026
Remaja ditembak

Dua remaja di Intan Jaya dilaporkan ditembak

June 30, 2026
Penerimaan Murid

Penerimaan murid SMP Negeri 2 Sentani diadukan ke DPR Kabupaten Jayapura

June 29, 2026
Remaja ditembak

Dua remaja di Intan Jaya dilaporkan ditembak

June 30, 2026
wondama

Oknum Polisi di Teluk Wondama tabrak warga hingga tewas, Kapolres: Kami minta maaf

March 17, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
Mahasiswa tolak DOB

Mahasiswa Yalimo se-Indonesia tolak pembentukan DOB Benawa

March 13, 2026
Komnas HAM

Penggusuran paksa tanah masyarakat adat Biak diadukan ke Komnas HAM

March 17, 2026
Pemeriksaan kesehatan

Dinkes Jayapura hadirkan dokter spesialis saat pemeriksaan kesehatan gratis

March 17, 2026
Jayapura Regency

Three Jayapura Regency Council Factions Push to Dissolve Special Committee

0
Papua Tengah

SIPD RI online untuk mendukung sistem pemerintahan modern Papua Tengah

0
Gigitan ular di PNG

PNG perkuat upaya mengatasi kematian akibat gigitan ular

0
Partai politik

Jumlah partai politik terdaftar di Fiji bertambah menjadi 10

0
Gunung berapi

Aktivitas gunung berapi di Bougainville meningkatkan

0
Jubi](https://jubi.id/wp-content/uploads/2026/06/1000877419.jpg)One of the teenagers reportedly shot in Titigi Village, Sugapa District, Intan Jaya Regency, Central Papua, Monday (29/06/2026) – Photo courtesy of Jubi

Two teenagers in Intan Jaya reportedly shot

0
Remaja ditembak

Dua remaja di Intan Jaya dilaporkan ditembak

0

English Stories

Jayapura Regency
Pacnews

Three Jayapura Regency Council Factions Push to Dissolve Special Committee

July 1, 2026
Jubi](https://jubi.id/wp-content/uploads/2026/06/1000877419.jpg)One of the teenagers reportedly shot in Titigi Village, Sugapa District, Intan Jaya Regency, Central Papua, Monday (29/06/2026) – Photo courtesy of Jubi
Pacnews

Two teenagers in Intan Jaya reportedly shot

July 1, 2026
Fish export
Pacnews

First Fish Export Marks Milestone for Central Papua’s Economy

June 30, 2026
Central Papua Governor
Pacnews

Central Papua Governor Praises Puncak Cerdas Scholarship Program

June 30, 2026
Central Papua
Pacnews

Central Papua Claims Strong Progress in Financial Management System Rollout

June 30, 2026

Trending

  • Penerimaan Murid

    Penerimaan murid SMP Negeri 2 Sentani diadukan ke DPR Kabupaten Jayapura

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua remaja di Intan Jaya dilaporkan ditembak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oknum Polisi di Teluk Wondama tabrak warga hingga tewas, Kapolres: Kami minta maaf

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Yalimo se-Indonesia tolak pembentukan DOB Benawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara