Keluarga korban dugaan pembakaran tuntut keadilan dari Lanud Silas Papare

Penulis: Larius Kogoya
Editor: Aries Munandar

Jayapura, Jubi – Pihak keluarga menuntut keadilan hukum atas kematian Elis Agustina Yotha. Terduga pelaku dikabarkan telah ditahan polisi militer, tetapi kelanjutan pengusutan kasusnya masih belum jelas.

Daud Samuel Yotha, kakak kandung Elis mengatakan korban meninggal setelah diduga dibakar suaminya, MB pada 1 Desember lalu. Terduga pelaku tersebut juga seorang personel Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Silas Papare berpangkat Sersan Kepala.

Menurut Daud, dugaan pembakaran terhadap Elis dipicu kemarahan MB akibat persoalan sepele. Dia kesal karena tidak menemukan pengecas telepon seluler di rumah.

“MB menyiramkan minyak tanah dan menyulutkan api ke tubuh ade [Elis]. Tetangga yang melihat [kejadian itu] takut menolong karena khawatir diserang suaminya [MB],” kata Daud, saat berkonsultasi ke Gerakan Mahasiswa Papua (Germapa), Senin (21/1/2025).

Sejumlah tetangga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polisi Militer Lanud Silas Papare. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit oleh pihak Lanud Silas Papare.

Karena mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya, Elis menjalani dua kali operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari. Saat masih menjalani masa pemulihan seusai operasi kedua, Elis meninggal pada 15 Desember di RSUD Yowari.

Menurut Daud, MB bukan tipikal suami yang baik. Terduga pelaku sangat temperamental dan sering menganiaya istri bahkan di depan keluarga.

BERITATERKAIT

Daud pun kecewa dugaan pembakaran terhadap adiknya tidak kunjung diusut tuntas. Dia juga menyayangkan keterangan pihak Lanud Silas Papare saat memasukan korban ke RSUD Yowari.

“Kepada dokter yang menangani [Elis], pihak Lanud mengatakan kejadiannya [luka bakar tersebut] akibat kompor meledak. Saat [Elis] mau dioperasi tahap ketiga, pihak Lanud juga meminta keluarga menyatakan [kejadian tersebut] akibat kompor meledak supaya biayanya bisa ditanggung BPJS,” kata Daud.

Ketua Germapa Vara Iyaba menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian yang menimpa mendiang Elis. Mereka pun siap melakukan pendampingan nonlitigasi terhadap keluarga korban.

“Kasus ini termasuk femisida, kejahatan kemanusiaan yang serius. Kami akan bergerak [menggalang dukungan publik] untuk menuntut pelaku dihukum atas perbuatannya,” kata Iyaba.

Manu Yohame, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cenderawasih mengatakan praktik femisida tidak bisa ditoleransi. Karena itu, mereka juga siap memantau pengusutan kasus Elis.

“Kejahatan yang dialami Elis Yotha [sebenarnya juga] banyak [dialami perempuan] di Papua, tetapi [pengusutannya] tidak pernah dituntaskan. [Karena itu,] kami perlu mengawal bersama-sama pengusutan kasusnya [Elis] hingga tuntas,” katan Yohame.

Kepala Penerangan dan Perpustakaan Lanud Silas Papare Sus Rindar saat dihubungi Jubi.id berjanji menginformasikan perkembangan pengusutan kasus Elis. “Nanti, kami infokan perkembangannya setelah ada petunjuk dari pimpinan,” kata Sus melalui pesan instan seluler, Selasa sore (22/1/2025). (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Festival Kopi Papua Tengah

English Story

Gobai warns military presence could perpetuate violence in Paniai

Jayapura, Jubi – Deputy Speaker IV of the Central Papua Legislative Council (DPR Papua Tengah, John NR Gobai, has alleged [...]

Kamuyend clan’s black cross burned amid customary land dispute in Merauke

Jayapura, Jubi – Unidentified individuals have damaged and burned a black cross erected by the Kamuyend clan as a traditional [...]

WVI launches public campaign to support more than 5,000 children in Papua

Jayapura, Jubi – World Vision Indonesia (Wahana Visi Indonesia – WVI) has relaunched its Baca Tanpa Batas (Read Without Limits) [...]

Nduga shooting victims’ families ask Papua Legal Aid Institute to oversee investigation

Jayapura, Jubi – The families of three residents shot in Nduga Regency, Highland Papua Province, on October 23, 2026, have [...]

Challenges and hopes for the new AJI Jayapura City chair for 2026-2029

Jayapura, Jubi – Theo Kelen and Maurits Yansip have been elected chair and secretary of the Alliance of Independent Journalists [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist