• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Front Justice Tobias Silak desak Kejati Papua segera adili pelaku

May 26, 2025
in Polhukam, Mamta
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Arjuna Pademme
Front Justice Tobias Silak

Suasana massa aksi demo damai oleh Front Justice for Tobias Silak dan keluarga korban di Perumnas III, Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua pada Senin (26/5/2025).- Jubi/Larius Kogoya

0
SHARES
37
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Demonstran yang tergabung dalam Front Justice Tobias Silak bersama keluarga korban penembakan, Tobias Silak menggelar demonstasi damai, Senin (26/5/2025).

Massa yang berkumpul di Perumnas III, Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, menuju ke Kantor Kejaksaan Tinggi atau Kejati Papua, untuk mendesak pihak kejaksaan segera mengadili terduga pelaku penembakan di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada 20 Agustus 2024, yang menyebabkan Tobias Silak meninggal dunia.

Kejati Papua dan Pengadilan Negeri Jayapura didesak segera menggelar sidang terhadap empat anggota Brimod yang diduga sebagai pelaku penembakan.

Dalam aksi itu, demonstran membawa sejumlah poster, di antaranya bertuliskan “Kami tuntut keadilan.” “10 bulan terlalu lama.” “Adili empat pelaku brimob.” “Lawan Impunitas hukum.”

Ada pula dua spanduk bertuliskan “Lawan Impunitas”, dan “Front justice for Tobias Silak: Tangkap adili serta pecat 4 pelaku penembak Tobias Silak. Segera Mempercepat memproses persidangan. Mendesak untuk mengadakan sidang di PN Jayapura.”

Seorang orator, Vara Iyaba dalam orasinya mengatakan orang Papua tidak pernah mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya, karena sering kali hukum diperjual belikan antara hakim dengan pelaku pembunuhan.

“Pembunuhan Tobias Silak adalah satu dari seribu kasus lebih pembunuhan, perampasan, eksploitasi hutan dan kayu yang terjadi di tanah Papua dengan mengabaikan hak-hak korban tanpa mendapatkan Keadialan,” katanya dalam orasi yang disambut massa aksi dengan teriakan “Keadilan untuk Tobias Silak”.

BERITATERKAIT

Terpidana penembak Thobias Silak diduga tidak ditahan seperti semestinya

Solidaritas mahasiswa Papua di Gorontalo gelar demonstrasi pada hari Trikora

Empat terdakwa penembak Tobias Silak dituntut 12 tahun penjara

DPRK Yahukimo janji tindaklajuti aspirasi Jastice For Tobias Silak

Katanya, pihaknya tidak melawan siapa siapa, pihaknya hanya melawan ketidakadilan dalam kasus Tobias Silak. Sebab, penembakan terhadap Tobis Silak bukan masalah Yahukimo, tapi masalah Papua.

“Tobias silak adalah orang yang mengabdi kepada negara ini sebagai staf Bawaslu KabupatenYahukimo, tapi dia dibunuh oleh negara ini. Dan pelaku harus diadili dab dihukum sesuai dengan perbuatannya,” ujar Vara Iyaba.

Koordinator Lapangan atau Korlap aksi Front Justice for Tobias Silak, Kristian Kobak mengatakan, front turun kembali menggelar aksi damai karena merasa proses hukum kasus pembunuhan Tobias Silak yang sudah berjalan 10 bulan lebih, terkesan lamban dan jalan ditempat.

“Kasus ini pembunuhan terhadap Tobias Silak bukan main-main. Terjadi penghilangan nyawa dan hak hidup secara paksa. Seharusnya Polda Papua dan kejaksaan sebagai penegak hukum mestinya lakukan persidangan cepat agar pelakunya itu dihukum,” kata Kobak.

Menurut Kobak, sebenarnya alat bukti dalam kasus itu sudah cukup dan didukung hasil Investigasi Komnas HAM Perwakilan Papua, dan ditemukan ada empat orang anggota Brimob yang diduga terlibat. Karenanya, berbagai bukti dan hasil penyelidikan itu mestinya dapat mempercepat proses persidangan.

“Akan tetapi kenapa sampai 10 bulan lebih ini masih saja belum? Kami merasa ada yang janggal karena dari hasil investigasi menunjukkan empat, tapi penyidik polda Papua menyatakan dua orang pelaku. Lalu pasal yang dikenal itu pasal ringan, padahal kasus ini jelas-jelas pembunuhan berencana yang menghilangkan hak hidup warga negara,” ujarnya.

Kobak mengatakan, pihaknya melakukan aksi damai ke Kejaksaan Tinggi Papua untuk meminta keterangan dan mendengar alasan dari kejaksaan apa yang menyebabkan keterlambatan proses sidang terhadap pelaku pembunuhTobias Silak.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Kota atau Kapolresta Jayapura, Ajun Komisaris Besar Polisi Fredrickus Maclarimboen mengatakan, pihaknya mengerahkan 500 personel Polresta Jayapura untuk mengamankan aksi demontrasi damai tersebut.

Menurutnya, pengamanan dari kepolisian ini untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan terjadinya hal yang tidak terduga nantinya.

“Aksi semua berjalan dengan baik dan damai. Dan massa ini akan pergi ke Kejaksaan sehingga untuk keamanannya di Kejaksaan pun sudah diperintahkan menanganinya,” kata Fredrickus Maclarimboen. (*)

Tags: Demonstrasi DamaiFront Justice for Tobias SilakKekerasan Aparat Keamanantobias silak
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Thobias Silak

Terpidana penembak Thobias Silak diduga tidak ditahan seperti semestinya

February 3, 2026
Solidaritas mahasiswa Papua di Provinsi Gorontalo

Solidaritas mahasiswa Papua di Gorontalo gelar demonstrasi pada hari Trikora

December 20, 2025

Empat terdakwa penembak Tobias Silak dituntut 12 tahun penjara

October 3, 2025

DPRK Yahukimo janji tindaklajuti aspirasi Jastice For Tobias Silak

September 30, 2025

Ratusan aparat keamanan dikerahkan kawal peringatan hari Tani Nasional

September 24, 2025

Keluarga Victor Deyal akan datangi Polda Papua minta kepastian hukum

September 12, 2025

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

October 23, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

October 23, 2026
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Film dokumenter pesta babi di Eropa

Film dokumenter Pesta Babi diputar 17 kali di sejumlah negara Eropa

October 21, 2026
Israel bergabung dengan PIF

Israel bergabung dengan PIF sebagai mitra

October 21, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

0
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

0
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

0
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

0
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

0
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

0
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara