Jayapura, Jubi – Solidaritas mahasiswa Papua di Provinsi Gorontalo menggelar demonstasi damai pada peringatan hari Tri Komando Rakyat atau Trikora, Jumat (19/12/2025).
Mahasiswa yang menggelar demonstrasi damai itu adalah mereka yang pro kemerdekaan Papua dari empat wadah penggerakan yaitu KNPB, AMPTPI, LMID dan IMPIP.
Dalam aksinya, mahasiswa menyerukan enam tuntutan, yaitu segera tarik militer organik dan anorganik dari atas Tanah Papua, hentikan operasi militer di atas Tanah Papua, Presiden Prabowo segera bertanggung jawab atas seluruh pelanggaran HAM di atas Tanah Papua.
Hentikan segala bentuk investasi perampasan lahan di atas Tanah Papua, berikan gak nasib sendiri bagi bangsa Papua sebagai solusi demokratis, dan buka akses jurnalis asing seluas-luasnya ke Tanah Papua.
Dalam siaran pers tertulisnya, Solidaritas mahasiswa Papua di Provinsi Gorontalo mengatakan ini sebagai bentuk protes mereka terhadap operasi Trikora di Papua pada 1962, yang diawali dari pidato Presiden Soekarno di Yogyakarta pada 19 Desember 1961.
“Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap kekerasan militer dan penjajahan di atas Tanah Papua [lewat operasi Trikora pada 1962],” kata solidaritas mahasiswa Papua di Provinsi Gorontalo dalam siaran persnya, Jumat (19/12/2025).
Mahasiswa menyatakan, Trikora adalah awal mula terjadinya kekerasan militer dan penjajahan di atas Tanah Papua.
Mahasiswa Papua pun menuntut keadilan dan hak mereka untuk menentukan nasib sendiri. Meski begitu, aksi ini berlangsung damai dan lancar. (*)





















Discussion about this post