• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Baru 202 kepala keluarga pengungsi Maybrat yang telah pulang ke kampungnya

January 7, 2025
in Polhukam
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Theo Kelen - Editor: Aryo Wisanggeni G
Pengungsi Maybrat

Kepala Kantor Perwakilan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM Papua, Fritz Ramandey saat memfasilitasi pemulangan warga Maybrat yang mengungsi ke hutan kembali ke kampungnya di Kampung di Kampung Imsun, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada Senin (23/12/2024). - Dok. Komnas HAM

0
SHARES
56
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Hingga 2024, baru 202 kepala keluarga pengungsi dari Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya, yang telah pulang ke kampung mereka. Jumlah itu jauh lebih sedikit dibandingkan data Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM pada 2023 yang menyatakan ada 706 keluarga asal Maybrat mengungsi. Pemerintah Kabupaten Maybrat diminta memperhatikan kondisi dan kebutuhan para pengungsi yang telah pulang.

Para pengungsi itu adalah bagian dari warga sipil Maybrat yang mengungsi untuk menghindari eskalasi konflik bersenjata pasca penyerangan Pos Koramil Persiapan Kisor pada 2 September 2021. Ribuan warga Maybrat mengungsi ke berbagai lokasi, menjadi pengungsi di kabupaten/kota yang lain, atau mengungsi dengan masuk jauh ke dalam hutan sehingga kehilangan akses pelayanan publik.

Sejak 2021 hingga kini, baru 202 kepala keluarga (KK) yang telah kembali ke kampung asal mereka. Direktur Sekretariat Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan Ordo Santo Augustinus atau SKPKC OSA, Pastor Heribertus Lobya OSA mengatakan warga Maybrat itu pulang ke kampung halaman mereka mulai 2023 hingga 2024.

Menurut Lobya pemulangan warga itu hasil kerja sama berbagai pihak, khususnya kepala kampung dan kepala distrik. Ratusan kepala keluarga warga Maybrat yang telah kembali itu berasal dari Distrik Aifat Timur Tengah yakni Kampung Ayata (45 KK), Kampung Aiwesa (15 KK), Kampung Tiam (17 KK), Kampung Aikus (16 KK), Kampung Aifam (10 KK), Kampung Mupas (13 KK), Kampung Saud (15 KK), Kampung Frambu (14 KK) dan Kampung Faan Kahrio (21 KK).  Adapun 36 kepala keluarga warga Kampung Imsun, Distrik Aifat Selatan juga telah kembali ke kampung mereka.

“Mereka ini [mulai banyak] kembali sejak ada pemilihan legislatif dan presiden [Pemilu 2024],” kata Lobya pada Selasa (7/1/2025).

Lobya mengatakan masih banyak pengungsi Maybrat yang belum kembali ke kampung halamannya. Pemantauan Komnas HAM pada 2023 sebanyak 3.387 atau 706 kepala keluarga warga sipil Kabupaten Maybrat mengungsi untuk menghindari eskalasi konflik bersenjata pasca penyerangan Pos Koramil Persiapan Kisor di Kabupaten Maybrat oleh TPNPB pada 2 September 2021.

“Baru [pengungsi dari] beberapa kampung itu [yang telah pulang], belum semua. Kami masih cek lagi,” ujarnya.

BERITATERKAIT

Konflik di Papua Barat dan Warga Sipil Harus Menanggung Akibatnya

Dikhawatirkan terjadi konflik lanjutan di Tanah Papua setelah pilot Amerika tewas

Pendekatan militer tak bisa mengakhiri konflik di Tanah Papua

Pemerintah tidak serius urus pengungsi konflik bersenjata Papua

Lobya mengatakan pemerintah harus segera membangun kembali ribuan rumah warga sipil yang rusak karena ditinggalkan dalam jangka waktu yang lama. Pantauan Komnas HAM pada 2023 menyatakan setidaknya 1.250 rumah yang rusak akibat penyisiran yang dilakukan prajurit TNI pasca peristiwa penyerangan Pos Koramil Persiapan Kisor pada 2021.

Lobya juga meminta agar personel TNI/Polri keluar dari SD YPPK Ayata di Kampung Ayata dan SD YPPK Faan Kahrio di Kampung Faan Kahrio, Distrik Aifat Timur Tengah. Kedua gedung sekolah itu dijadikan pos keamanan TNI/Polri, sehingga tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Pemerintah perlu mengimbau TNI/Polri agar membangun pos penjagaan yang jaraknya jauh dari perkampungan masyarakat, sehingga memberi ruang kebebasan kepada masyarakat agar bisa mengunjungi dusun mereka untuk mencari ikan, sagu, dan makanan lainnya,” kata Lobya.

Infografis Konflik Bersenjata di Tanah Papua, Pengungsi

Warga Kampung Faan Kahiro, Yonas Faan menuturkan para pengungsi dari kampungnya mulai pulang ke Kampung Faan Kahiro sejak April 2023. Ia mengatakan baru 93 jiwa dari 21 keluarga yang kembali ke Kampung Faan Kahiro. Ia mengatakan ada 14 jiwa dari enam keluarga yang masih mengungsi.

“Kami pulang sejak 7 April 2023. [Sejumlah] 21 kepala keluarga yang sudah pulang, sementara yang belum [pulang] ada enam kepala keluarga,” kata Faan pada Selasa (7/1/2025).

Faan mengatakan warga memutuskan kembali karena hidup di pengungsian sangat sulit. Ia mengatakan warga yang mengungsi harus bekerja serabutan untuk bertahan hidup. Serta mengandalkan bantuan dari desa  dan bantuan langsung tunai selama berasa di pengungsian.

“Waktu itu [kami] mengungsi ke Sorong dan Kumurkek. Kehidupan di tempat orang susah. Kami yang mengungsi ke Sorong itu sebagian besar hidup di kos. Kita susah, semua serba susah. Saya [waktu itu] ada sewa kolam kangkung untuk ambil jual. Kami [terima] dana kampung enam bulan sekali, kami pakai selama pengungsian, [juga] Bantuan Langsung Tunai. Itu kami maksimalkan untuk bertahan hidup,” ujarnya.

Faan meminta agar Pemerintah Kabupaten Maybrat memperbaiki kondisi para warga sipil yang pulang dari pengungsian. Faan mengatakan warga membutuhkan sarana air bersih, listrik, akses untuk pergi ke pasar dan menjual hasil kebun maupun hasil buruan mereka.

“Sudah mau dua tahun kami pulang dong [pemerintah] kasih bantuan beras saja 15 kilogram, akses sarana dasar air bersih, lampu. [Di kampung kami] pakai generator set, tapi sudah dua bulan generator set rusak, [jadi] sekarang ini [tidak ada aliran listrik dan] gelap. [Sumur sumber] air sementara di bor. Tapi untuk instalasi [jaringan distribusi air] sampai di rumah, warga cari jalan sendiri,” katanya.

Faan juga meminta Pemerintah Kabupaten Maybrat memperbaiki rumah warga yang dibakar akibat penyisiran yang dilakukan prajurit TNI. Ia juga meminta agar TNI pindah dari SD YPPK Faan Kahrio di Kampung Faan Kahrio yang dipakai sebagai pos TNI.

“Pintu dan jendela warga yang dirusak sudah diperbaiki. Tapi ada satu rumah yang dibakar. Keluarga [pemilik] rumah yang dibakar masih di Kumurkek. Gereja Katolik terkena tembakan [dan berbekas, bekas tembakan itu] belum diperbaiki. [Gedung] SD dipakai [jadi pos aparat keamanan]. Pemerintah [harus] ada tindakan, bangun pos TNI supaya gedung SD bisa dipakai. [Selama] satu tahun ini, proses belajar mengajar [anak-anak di sini] menumpang di SD Inpres Persiapan Tashimara,” ujarnya.

Ketua Tim Penegakan dan Pemajuan HAM, Kantor Perwakilan Komnas HAM Papua, Melky Weruin mengatakan Komnas HAM belum memiliki data detail terkait warga Maybrat yang telah kembali dari pengungsian. Weruin mengatakan Komnas HAM Papua baru memfasilitasi pemulangan 64 jiwa atau 36 kepala keluarga warga Maybrat pulang ke Kampung Imsun, Distrik Aifat Selatan pada 23 Desember 2024.

Ia mengatakan pihaknya berencana akan melakukan pemantauan dan pendataan pengungsi Maybrat  pada Januari 2025. “Detailnya belum ada. Mungkin Januari ini kami lakukan pemantauan, sekalian pendataan,” kata Weruin pada Senin (6/1/2025). (*)

Tags: Konflik Bersenjata di MaybratKonflik Bersenjata di Tanah Papuakonflik PapuaPengungsi Maybrat
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Konflik

Konflik di Papua Barat dan Warga Sipil Harus Menanggung Akibatnya

September 25, 2026
Konflik

Dikhawatirkan terjadi konflik lanjutan di Tanah Papua setelah pilot Amerika tewas

July 4, 2026

Pendekatan militer tak bisa mengakhiri konflik di Tanah Papua

March 17, 2026

Pemerintah tidak serius urus pengungsi konflik bersenjata Papua

February 28, 2026

Sudut pandang pemberitaan media terhadap situasi di Tanah Papua

February 20, 2026

Pembentukan tiga Batalyon di Papua dinilai berpotensi menciptakan pelanggaran HAM

January 9, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Cenderawasih University student reports police officers over alleged assault
9 October 2026
Cenderawasih University student reports police officers over alleged assault

Jayapura, Jubi – Wialo Silak, chair of Cenderawasih University’s Student Consultative Assembly (MPM Uncen) for the 2026–2027 term, has reported [...]

Merauke regent calls for 2027 special autonomy funds to target three priorities
9 October 2026
Merauke regent calls for 2027 special autonomy funds to target three priorities

Merauke, Jubi – Merauke Regent Yoseph Bladib Gebze has called for Papua’s 2027 Special Autonomy (Otsus) funds to focus on [...]

Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke
8 October 2026
Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke

Merauke, Jubi – Authorities in Indonesia’s South Papua province have intercepted an attempt to smuggle 115 wild parrot eggs from [...]

Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration
8 October 2026
Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration

Jayapura, Jubi – A symposium of Asian churches has called for an end to violence in Papua through a declaration [...]

Students who raised Morning Star flag are USTJ students : BEM
7 October 2026
Students who raised Morning Star flag are USTJ students : BEM

Jayapura, Jubi – The Student Executive Council of the University of Science and Technology Jayapura (BEM USTJ) says the three [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gempa Bumi Panama

Gempa bumi di Panama memicu kekhawatiran akan tsunami Pasifik

October 10, 2026
Samudra Pasifik

Samudra Pasifik bukanlah penyebab krisis iklim

October 10, 2026
Air di PNG

Air menjaga proses belajar mengajar tetap berjalan Sepik Timur PNG

October 10, 2026
Hibah renovasi gedung parlemen Vanuatu

Pemerintah Indonesia berikan hibah untuk renovasi gedung parlemen Vanuatu

October 10, 2026
MRP verifikasi dokumen IPDN

MRP Papua Tengah verifikasi faktual dokumen, memastikan hak OAP masuk IPDN

October 10, 2026
GAMKI program masyarakat

Pemprov Papua Tengah berharap GAMKI menghadirkan program bermanfaat bagi masyarakat

October 9, 2026
Bakal calon ketua PSSI

Empat orang mendaftar sebagai bakal calon Ketua Pengprov PSSI Papua Barat

October 9, 2026
Bakal calon ketua PSSI

Empat orang mendaftar sebagai bakal calon Ketua Pengprov PSSI Papua Barat

October 9, 2026
Hujan es

Hujan es dan salju turun di seluruh Provinsi Enga PNG

October 9, 2026
Lapas Merauke

Kerusuhan di Lapas Merauke: Bangunan dibakar, sejumlah Napi kabur

October 9, 2026
BEM USTJ

BEM: Pengibar Bintang Kejora adalah mahasiswa USTJ

October 6, 2026
Gempa Bumi Panama

Gempa bumi di Panama memicu kekhawatiran akan tsunami Pasifik

October 10, 2026
Komnas HAM

Penggusuran paksa tanah masyarakat adat Biak diadukan ke Komnas HAM

March 17, 2026
Festival

Rayakan budaya, Festival Pasifika Auckland tarik 25 ribu pengunjung

March 17, 2026
Gempa Bumi Panama

Gempa bumi di Panama memicu kekhawatiran akan tsunami Pasifik

0
Samudra Pasifik

Samudra Pasifik bukanlah penyebab krisis iklim

0
Air di PNG

Air menjaga proses belajar mengajar tetap berjalan Sepik Timur PNG

0
Hibah renovasi gedung parlemen Vanuatu

Pemerintah Indonesia berikan hibah untuk renovasi gedung parlemen Vanuatu

0
MRP verifikasi dokumen IPDN

MRP Papua Tengah verifikasi faktual dokumen, memastikan hak OAP masuk IPDN

0
GAMKI program masyarakat

Pemprov Papua Tengah berharap GAMKI menghadirkan program bermanfaat bagi masyarakat

0
Bakal calon ketua PSSI

Empat orang mendaftar sebagai bakal calon Ketua Pengprov PSSI Papua Barat

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara