Nabire, Jubi – Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM (Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat) mengumumkan duka nasional kepada seluruh pejuang TPNPB-OPM di 36 daerah pertahanan di Papua dan kepada rakyat Papua atas meninggalnya Mayor Keneganus Wasiangge. Pengumuman itu dikeluarkan melalui siaran pers pada Senin (15/7/2024).
Siaran pers yang diteruskan kepada semua pihak oleh Juru Bicara Komnas TPNPB Sebby Sambom menyebutkan Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM telah menerima laporan resmi dari pasukan TPNPB Kodap Sinak pada Senin, 15 Juli 2024 pukul 7 pagi melalui telepon dari medan perang di Sinak.

“Bahwa pasukan khusus TPNPB Kodap III Ndugama Derakma yang dikirim oleh Egianus Kogeya dalam memperkuat pertahanan TPNPB bersama panglima dan pasukan TPNPB di Sinak atas nama Mayor Keneganus Wasiangge telah gugur di medan perang sejak 29 Juni 2024 dalam pertempuran darat antara kami dan militer Indonesia di Jalan Trans-Sinak,” kata Sebby Sambom dalam siaran pers.
Disebutkan, dalam sejarah perjuangan, Mayor Keneganus Wasiangge telah bergabung bersama TPNPB Kodap III Ndugama Derakma sejak 2016. Ia selalu melakukan pertempuran melawan militer Indonesia di baris depan dengan jabatan sebagai Komandan Operasi Batalyon Pintu dari Kompi III.
“Hingga akhirnya dikirim oleh Panglima Kodap III dalam memperkuat pertahanan TPNPB di Kodap Sinak dan akhirnya gugur dalam medan perang pada tanggal 29 Juni 2024 di Sinak,” ujarnya.
Meninggal dalam perawatan
Berdasarkan konfirmasi Jubi ke sejumlah pihak, termasuk konfirmasi ulang kepada Sebby Sambom, Mayor Keneganus Wasiangge meninggal pada Senin (15/7/2024). Ia meninggal akibat luka tembak dalam pertempuran menghadapi TNI-Polri di Kampung Mogolu (perbatasan Distrik Sinak dengan Distrik Agandugume) pada 29 Juni 2024.
Seperti diberitakan Jubi.id pada 6 Juli 2024, Juru bicara TPNPB Sebby Sambom dalam siaran pers yang dikeluarkan Kamis, 4 Juli 2024, Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM telah menerima laporan resmi dari Panglima Daerah TPNPB-OPM Kodap XVIII Ilaga, Puncak, Papua, Brigadir Jenderal Penny Murib.
Penny Murib melaporkan pada kontak tembak hari kedua dengan pasukan militer Indonesia pada Sabtu (29/6/2024) sekitar pukul 3 sore, yang berlangsung selama 50 menit, mengakibatkan meninggalnya seorang prajurit TPNPB atas nama Teten Murib dan terlukanya seorang prajurit TPNPB.

Prajurit TPNPB yang terluka itu adalah Mayor Keneganus Wasiangge. Setelah mengalami luka tembak, ia dibawa turun dari Mogolu ke Sinak oleh Panglima Kodap Sinak Kalenak Murib.
Keneganus Wasiangge kemudian berobat di markas TPNPB-OPM di Sinak dan menghembuskan napas terakhir pada Senin, 15 Juli 2024.
Perabukan sesuai tradisi Suku Lanny
Panglima Kodap Sinak TPNPB Kalenak Murib membenarkan bahwa Mayor Keneganus Wasiangge telah meninggal akibat terluka di medan perang saat menyerang pasukan Indonesia di Jalan Trans Sinak-Agandugume.
“Kami sedang berduka di Sinak Puncak, siaran pers itu benar kami yang keluarkan. Kami merasa kehilangan pimpinan bangsa Papua dalam tubuh militer,” ujarnya kepada Jubi, Senin (16/7/2024).
Murib mengatakan pihaknya akan perabukan jasad Keneganus Wasiangge sesuai dengan tradisi Suku Lanny.
“Kami akan melakukan upacara perabuan besok atau lusa setelah kami bersepakat di internal,” katanya.
Murib mengatakan pihaknya merasa kehilangan sosok patriot bangsa West Papua yang gagah dan berani.
“Saya merasa kehilangan amat mendalam. Kami akan melanjutkan semangat perlawanan menuju kemerdekaan,” katanya.
Diplomat TPNPB-OPM berduka
Diplomat TPNPB-OPM Amatus Douw menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Mayor Keneganus Wasiangge di Kodap Sinak.

“Saya menyampaikan turut berduka cita yang amat mendalam atas kepergian pahlawan sejati bangsa Papua. Tuhan Allah menjemputmu di Firdaus,” katanya kepada Jubi via pesan WhatsApp, Senin (15/7/2024).
Douw mengatakan secara pribadi dan keluarga merasa kehilangan. Ia mengatakan akan melanjutkan perjuangan bangsa Papua.
“Kami akan mengenang dan meneruskan perjuangan suci bangsa Papua sampai ke titik darah penghabisan atau kemerdekaan bangsa tercinta Papua Barat,” ujarnya.
“Kepergianmu meninggalkan kesan rasa hormat, rasa bangga bagi generasi mendatang,” kata Douw ditujukan kepada Keneganus Wasiangge.
“Saya dan generasi Papua sungguh-sungguh merasa kehilangan. Selamat jalan patriot bangsa West Papua,” tambahnya. (*)




Discussion about this post