Jayapura, Jubi – Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (Komnas TPNPB-OPM) mengeluarkan pernyataan tertulis kepada pers pada Kamis (4/7/2024) yang menyebutkan telah melakukan kontak tembak dengan militer Indonesia atau TNI (Tentara Nasional Indonesia) selama dua hari di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Jumat-Sabtu (28-29/6/2024).
Juru bicara TPNPB Sebby Sambom dalam siaran pers itu menyebutkan pada kontak tembak hari kedua, Sabtu (29/6/2024) sekitar pukul 3 sore yang berlangsung selama 50 menit. “Mengakibatkan gugurnya satu prajurit TPNPB atas nama Teten Murib,” katanya.
Sebby Sambom menjelaskan telah menerima laporan resmi dari Panglima Daerah TPNPB-OPM Kodap XVIII Ilaga, Puncak, Papua, Brigadir Jenderal Penny Murib bahwa sejak Kamis, 27 Juni 2024 terjadi pengedropan pasukan militer Indonesia dari Timika ke Ilaga dengan senjata, bom, dan logistik perang. Pasukan itu memasuki Kabupaten Puncak untuk menuju ke Distrik Oneri.

Ia melanjutkan, pada Jumat, 28 Juni 2024 sekitar pukul 9 pagi, militer Indonesia dari Ilaga bertujuan ke Distrik Agandugume untuk membangun pos militer dan gudang logistik dalam misi pertahanan negara dalam membendung pergerakan pasukan TPNPB di wilayah operasi TPNPB Kodap XVIII Puncak, Papua.
“Misi rahasia yang sedang dikerjakan militer Indonesia di Kabupaten Puncak itu bocor ke pasukan TPNPB, maka sekitar pukul 9.20 pagi, Penny Murib selaku panglima perang TPNPB Kodap XVIII memerintahkan kepada pasukannya untuk melakukan pengejaran terhadap militer Indonesia sehingga baku tembak terjadi di Sinak sekitar pukul 9.45 pagi yang berlangsung selama 2 Jam,” katanya.
Kemudian, jelas Sambom, pasukan TPNPB Kodap XVIII menginformasikan dalam baku tembak atau selama pertempuran yang terjadi 2 jam itu, militer Indonesia tidak hanya menggunakan senjata, tetapi juga drone yang dilengkapi bom mortir.
“Dalam penyerangan udara dengan menggunakan drone yang dilengkapi bom mortir tersebut, militer Indonesia telah menjatuhkan bom [mortar] di permukiman warga dan salah sasaran hingga mengakibatkan seorang warga sipil atas nama Yangigik Kulua mengalami luka berat di bagian rusuk akibat terkena ledakan bom mortir yang telah dilepaskan dari drone yang dikendalikan oleh aparat militer Indonesia,” ujarnya.
Sambom melalui siaran pers melanjutkan, aksi baku tembak kembali terjadi esoknya, Sabtu, 29 Juni 2024 sekitar pukul 3 sore selama 50 menit.
“Aksi ini menyebabkan gugurnya satu prajurit TPNPB atas nama Tetan Murib. Jazadnya telah dievakuasi oleh Mayor Sisip Tabuni dan anggotanya dari Sinak ke tempat pemakaman dan telah dimakamkan secara militer oleh pasukan TPNPB Kodap XVIII Kabupaten Puncak pada hari senin, 1 Juli 2024,” katanya.
Desak Presiden RI membuka akses kemanusiaan
Terkait aksi perang terbuka TPNPB-OPM dengan militer Indonesia, Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB mendesak Presiden Indonesia untuk segera membuka akses kemanusiaan bagi warga sipil untuk menangani ratusan anak-anak dan orang dewasa hingga lansia yang telah mengungsi dari Distrik Oneri, Distrik Agandugume, dan distrik tetangga ke Distrik Sinak.

“Kami meminta agar para pengungsi ini bisa mendapatkan bantuan kemanusiaan secara lokal dan internasional selama perang belum dinyatakan selesai,” ujar Juru bicara TPNPB Sebby Sambom.
Ia melanjutkan dalam laporan yang diterima langsung dari lapangan, pasukan TPNPB Kodap XVIII melaporkan sejak Rabu, 3 Juli 2024 sekitar pukul 7 pagi telah terjadi pengedropan pasukan militer Indonesia dari Timika ke Agandugume, Kabupaten Puncak dengan menggunakan tiga unit helikopter militer.
“Jadi aparat, mereka naik ke Agandugume itu difasilitasi oleh pesawat yang mengangkut logistik perang ke wilayah operasi TPNPB Kodap XVIII Puncak Papua,” katanya.
Dalam siaran pers itu, Juru bicara TPNPB Sebby Sambom juga menjelaskan siaran pers dikeluarkan dengan Penanggung Jawab Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM Panglima Tinggi TPNPB-OPM Jenderal Goliat Tabuni, Wakil Panglima TPNPB-OPM Letnan Jenderal Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum TPNPB-OPM Mayor Jenderal Terianus Satto, dan Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM Mayor Jenderal Lekagak Telenggen.
Versi warga: Kontak tembak di Tinakin
Sumber Jubi.id, seorang warga yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya peristiwa kontak tembak di Distrik Oneri, Kabupaten Puncak pada Sabtu, 29 Juni 2024.
“Peristiwa penembakan itu terjadi di perbatasan Distrik Sinak dengan Distrik Oneri, nama tempatnya Tinakin. Kami dengar dampak kontak tembak tersebut satu anggota TPNPB-OPM meninggal dunia dan satunya lagi mengalami luka-luka,“ ujarnya ketika dihubungi Jubi.id pada Jumat (6/7/2024).
Akibat peristiwa itu, katanya, warga dari Distrik Agandugume dan Distrik Oneri mengungsi ke Distrik Dinak. Saat ini, lanjutnya, sebagian warga masih mengungsi di Distrik Sinak. Mereka belum kembali karena aparat TNI dan TPNPB OPM masih siaga.

“Warga dari Desa Mogolu, Pasir Putih, dan Kelemame dan sekitarnya mengungsi di Gigobak, dan situasi hari ini siaga satu, mohon dukungan doa untuk seluruh keluarga kita di sana agar Tuhan lindungi,” katanya.
Seorang tokoh pemuda Kabupaten Puncak mengatakan warga yang mengungsi dari Distrik Oneri dan Distrik Agandugume sebanyak 300 orang. Mereka mengungsi ke Desa Gigobak, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak Provinsi Papua Tengah. Sedangkan warga Distrik Yugum Owak yang mengungsir sebanyak 500 orang dan warga Distrik Sinak Kelelomame sebanyak 300 orang.
“Mayoritas pengungsi adalah ibu-Ibu dan anak-anak. Mereka tidak bisa mendapatkan bahan makanan di tempat pengungsian. Kami membuat laporan ini agar bisa mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah Puncak agar dapat memberikan bantuan kepada pengungsi yang datang ini,” ujarnya.
Kepala Distrik Oneri, Kabupaten Puncak Elea Tabuni yang dihubungi Jubi.id via WhatsApp membenarkan adanya kontak tembak yang terjadi di distriknya pada Sabtu, 29 Juni 2024.
Tabuni mengatakan, imbas dari kontak tembak antara TPNPB-OPM dan TNI itu membuat warga mengungsi ke Distrik Sinak.
“Karena takut dan trauma kontak tembak tersebut. Saat ini mereka berada di Sinak, nanti situasi kondusif baru warga akan bisa kembali,” katanya.
Kepala Satuan Tugas Hubungan Masyarakat Damai Cartenz Bayu Suseno yang dikonfirmasi Jubi.id pada Jumat (5/7/2024) mengatakan ODC (Operasi Damai Cartenz) tidak ada kegiatan penegakan hukum pada 4 Juli 2024.
“Coba tanya ke Kapendam atau Kapen Kogabwilhan,” ujarnya. (*)





















Discussion about this post