Konflik bersenjata di Yahukimo dipicu pembunuhan dan perdagangan senjata api


Warning: Trying to access array offset on false in /home/jubi/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/ImageNormalLoad.php on line 70

Warning: Trying to access array offset on false in /home/jubi/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/ImageNormalLoad.php on line 73

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Anggota Kelompok Kerja Perempuan, Majelis Rakyat Papua, Sarah Ita Wahla menyatakan konflik bersenjata di Kabupaten Yahukimo adalah hal baru, karena dahulu tidak ada aktivitas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB di sana. Menurut Wahla, TPNPB justru baru hadir di Yahukimo setelah aparat TNI/Polri di sana bertambah banyak, dan terjadi aktivitas perdagangan senjata yang melibatkan tentara atau polisi.

“Di Yahukimo, [dulu] tidak ada TPN-OPM di sana. [Namun sekarang mereka] ada [di] tiga tempat di Yahukimo—di Suru-suru, Siridala, dan Jalan Gunung. Semua bermula karena kasus pembunuhan [warga bernama] Yalak,” kata Wahla di Sentani, Kamis (3/2/2022).

Wahla menyatakan peredaran senjata api di Yahukimo terjadi karena perdagangan senjata yang melibatkan polisi. “jual beli senjata itu mereka yang jual. Dari situ terjadilah kelompok TPM-OPM, semua hanya gara-gara itu saja,” ujarnya.

Baca juga: MRP tutup Bimbingan Teknis untuk pimpinan dan anggotanya

Wahla menyatakan kehadiran TNI/Polri justru mengganggu warga Yahukimo, karena membuat warga tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. “Kemarin ada sekolah mereka jadikan tempat [pos aparat keamanan] di Yahukimo. [Padahal] itu tempat yang aman. Yahukimo itu dibuka oleh misionaris, bukan pemerintah yang buka tempat itu. [Sekarang] TNI dan Brimob bangun pos di hutan-hutan, memangnya ada setan di sana?” kata Wahla.

Ia menyatakan dahulu orang asli Papua di Yahukimo hidup dengan aman dan damai. Akan tetapi, jumlah anggota TNI dan Polri di Yahukimo semakin bertambah, dan hal itu justru membuat warga merasa tidak aman. “Yang menciptakan [label] orang Papua itu teroris, OPM, [atau] separatis itu justru TNI/Polri,” jelasnya.

BERITATERKAIT

Baca juga: Pemekaran wilayah tidak bermanfaat bagi Orang Asli Papua

Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Papua, Komisaris Besar Faizal Ramadhani yang menjadi salah satu pemateri dalam Bimbingan Teknis bagi pimpinan dan anggota Majelis Rakyat Papua atau MRP pada pekan ini menyatakan pihaknya terus melakukan penegakan hukum terhadap polisi yang kedapatan memperdagangkan senjata api.

“Kami juga sedang melakukan penegakan hukum kepada oknum polisi atau Brimob yang melakukan penjualan senjata. [Anggota polisi yang terlibat] sudah kami amankan,” ucapnya.

Faizal menyatakan kepolisian akan melakukan tindakan hukum yang tegas terhadap anggota polisi yang memperdagangkan senjata api di Papua. “Kalau  ada anggota yang melakukan penjualan senjata, laporkan kepada kami kepolisian atau Polda. Harapan kami, dengan informasi tersebut kami bisa mencari informasi lebih mendalam terkait peredaran senjata dan amunisi. Bagi kami, siapapun yang melakukan penjualan amunisi tentu akan kita tegakan hukum,” jelasnya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Festival Kopi Papua Tengah

English Story

Forest and land fires driven not only by El Niño but also by corporate  expansion

Jayapura, Jubi – Forest and land fires (karhutla) should not be attributed solely to El Niño and climate change, but [...]

Papua conservation agency develops plan to restore pig-nosed turtle  population

Jayapura, Jubi – The Papua Natural Resources Conservation Agency (BBKSDA Papua), in collaboration with WWF-Indonesia’s Papua Programme, is developing a [...]

WALHI Papua urges protection Indigenous rights and environmental  restoration at Makimi gold mine

Jayapura, Jubi – The Indonesian Forum for the Environment (WALHI) Papua has called for the protection of Indigenous communities’ rights [...]

Merauke farmers gain easier access to affordable fuel for agriculture

Jayapura, Jubi – Merauke regency in South Papua province is one of Indonesia’s major food-producing regions, with tens of thousands [...]

Jayawijaya KNPI calls for independent investigation into fatal Nduga shooting

Jayapura, Jubi – The Indonesian National Youth Committee (KNPI) in Jayawijaya Regency, Papua Pegunungan Province, has called for an independent [...]

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist