Jayapura, Jubi – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan atau FKIP Universitas Cenderawasih atau Uncen Jayapura, Papua melakukan pengabdian Masyarakat di Madrasah Tsanawiyah Darul (MTS) Jayapura, untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui kolaborasi dan inovasi.
Salah satu dosen FKIP Uncen, Fazryani Masita Toranos mengatakan, kegiatan pengabdian masyarakat di MTS Darul Ma’rif yang dilakukan para dosen FKIP Uncen, merupakan wujud nyata dari komitmen perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dan siswa melalui pelatihan dan workshop yang relevan dengan kebutuhan zaman, yakni pengenalan dan pemanfaatan platform pembelajaran berbasis kecerdasan buatan atau AI bagi para guru, serta mitigasi bencana bagi siswa.
“Kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan adaptif diera digital, sekaligus meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan siswa terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi di lingkungan mereka,” kata Fazryani Masita Toranos melalui aplikasi pesan singkat yang diterima Jubi, Rabu (21/05/2025).
Katanya, kegiatan ini tidak hanya memperkaya kapasitas guru dalam mengelola pembelajaran modern. Juga membekali siswa dengan pengetahuan penting, yang dapat menyelamatkan nyawa dan meminimalisir dampak bencana.
Kegiatan ini dilaksanakan selama satu di MTS Darul Ma’rif, sebuah lembaga pendidikan yang memiliki visi mempersiapkan generasi yang cerdas, terampil, dan berbudi luhur sesuai dengan nilai-nilai keislaman dan pendidikan nasional.
Pelatihan yang diikuti para guru itu dipandu Makmum Ashari,S.Pd., M.Pd., yang fokus pada penggunaan platform pembelajaran berbasis AI.
BERITATERKAIT
Pelatihan ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan meningkatkan kualitas pembelajaran, membuat proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif, personal, dan sesuai kebutuhan siswa masa kini.
“Selain pelatihan penggunaan platform pembelajaran berbasis AI ada juga kegiatan mitigasi bencana,” ujarnya.
Sementara itu, Inriyanti Sri Pertiwi Ginting yang membawakan materi tentang mitigasi bencana kepada para siswa MTS Darul Ma’rif mengatakan, pengetahuan tentang mitigasi bencana sangat penting, mengingat Jayapura dan sekitarnya rawan berbagai bencana alam.
Katanya, dengan memberikan edukasi mitigasi bencana, siswa diharapkan mampu mengenali tanda-tanda bahaya, memahami langkah-langkah keselamatan, serta memiliki kesiapsiagaan yang baik jika terjadi bencana.
“Hal ini juga mendukung upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan responsif terhadap risiko bencana,” kata Sri Pertiwi Ginting.
Dengan pelatihan ini, para guru diharapkan dapat mengimplementasikan teknologi pembelajaran berbasis AI dalam kegiatan mengajar sehari-hari, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan menarik bagi siswa.
Selain itu, diharapkan siswa menjadi lebih sadar dan siap menghadapi situasi darurat bencana, yang pada akhirnya dapat mengurangi risiko cedera dan kerugian materiil.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah, serta memberikan dampak positif jangka panjang bagi peningkatan mutu pendidikan di wilayah Jayapura.
Katanya, pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dosen dan universitas untuk berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
“Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi peserta. Tetapi juga menjadi bagian dari upaya strategis dalam memajukan pendidikan dan keselamatan masyarakat di Papua, khususnya di Jayapura,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini menegaskan peran penting perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang mampu menjembatani ilmu pengetahuan dan teknologi dengan kebutuhan masyarakat secara nyata dan aplikatif. (*)































