Jayapura, Jubi – Prof. Dr. Stefanus Hanggar Budi Prasetyo resmi terpilih sebagai Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua periode 2024-2028 setelah memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan yang digelar Senat ISBI Tanah Papua pada Senin (18/11/2024).
Pemilihan yang berlangsung di gedung kampus ISBI, Kota Jayapura, ini diikuti oleh tiga kandidat lainnya, yaitu Dr. I Wayan Setem dan Dr. I Dewa Ketut Wicaksana.
Ketua Senat ISBI Tanah Papua, Markus Rumbino, menyampaikan bahwa proses pemilihan telah berjalan lancar dan transparan. “Dalam sidang Senat pemilihan calon rektor, Prof. Stefanus Hanggar berhasil memperoleh suara terbanyak dengan 11 suara. Sementara Dr. I Wayan Setem dan Dr. I Dewa Ketut Wicaksana masing-masing mendapatkan dua suara dari total 15 suara sah,” ujar Markus Rumbino.
Setelah pemilihan, berita acara penetapan rektor akan disampaikan kepada Kementerian untuk proses pelantikan sesuai prosedur. Markus memastikan seluruh proses berjalan transparan dan lancar. “Kami bangga panitia telah bekerja luar biasa sehingga dapat menghasilkan pemilihan yang terbuka dan adil,” katanya.
Markus berharap rektor baru mampu mengembangkan ISBI Tanah Papua sebagai pusat seni dan budaya yang unik di Indonesia.
“ISBI Tanah Papua memiliki potensi seni dari tujuh wilayah budaya yang menjadi kekuatan utama. Harapan kami, kampus ini bisa menjadi pusat seni dan budaya di wilayah Asia Pasifik,” tambahnya.
Prof. Dr. Stefanus Hanggar Budi Prasetyo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. “Meski hasil sudah diumumkan, keputusan resmi akan berlaku setelah Surat Keputusan (SK) dari Kementerian diterbitkan,” ungkapnya.
Ia menegaskan komitmennya untuk melayani dan memajukan ISBI Tanah Papua. “Saya melihat diri saya sebagai pelayan bagi seluruh civitas akademika. Fokus utama saya adalah pengembangan sumber daya manusia, baik yang ada saat ini maupun di masa depan,” ujarnya.
Prof. Stefanus juga mengungkapkan bahwa dirinya memandang seorang pemimpin sebagai perpanjangan tangan Tuhan. “Saya ingin menjalankan tanggung jawab ini dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan Tanah Papua,” tegasnya.
Ketua Panitia Pemilihan, Yanes Koyari, menjelaskan tahapan panjang proses pemilihan. Mulai dari konsultasi dengan Kementerian pada Juli hingga Agustus 2024, pengumuman penjaringan calon, hingga pendekatan langsung kepada sejumlah kandidat potensial.
“Saat penjaringan pertama, kami mengundang kampus di Papua seperti Uncen, Musamus, dan UNIPA, tetapi tidak ada yang mendaftar hingga akhir Agustus,” jelasnya.
Panitia kemudian melakukan koordinasi dengan beberapa rektor ISBI di luar Papua. Dari hasil penjaringan, didapat empat kandidat, yang kemudian disaring menjadi tiga calon. Dalam surat rekomendasi dari Kementerian, seluruh proses pemilihan diserahkan sepenuhnya kepada Senat tanpa keterlibatan suara Kementerian.
“Dengan hasil ini, kami bersyukur proses berjalan lancar dan rektor terpilih dapat segera membawa ISBI Tanah Papua ke arah yang lebih baik,” pungkasnya. (*)


















Discussion about this post