Jayapura, Jubi – Prevalensi tengkes atau stunting di Kota Jayapura meningkat 0,7 persen pada tahun lalu. Sebanyak tujuh kampung dan sembilan kelurahan pun ditetapkan sebagai lokasi target penurunan tengkes di Kota Jayapura.
Tenaga Pendamping Satuan Tugas (Satgas) Penurunan Stunting Papua Hebri Satrio Lempas mengatakan berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi tengkes tercatatat sebanyak 21,3 persen di Kota Jayapura. Prevalensi itu meningkat jika dibandingkan dengan 2022 yang sebesar 20,6 persen.
“Perhitungan prevalensi stunting pada 2023 menggunakan hasil Survei Kesehatan Indonesia, sedangkan prevalensi pada 2022 berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia. Untuk menurunkan prevalensi stunting di Kota Jayapura, Satgas telah menetapkan tujuh kampung, serta sembilan kelurahan sebagai prioritas penanganan,” kata Hebri, Selasa (4/6/2024).
Tujuh kampung yang dimaksud Hebri tersebut ialah Holtekam, Skouw Sae, Mossi, Skouw Yambe, Koya Koso, Enggros, dan Tahima Saroma. Adapun kelurahannya ialah Gurabesi, Tanjungria, Angkasapura, Entrop, Vim, Awiyo, Yobe, Yabansai, dan Koya Barat.
Penetapan lokasi prioritas itu tertuang pada dokumen Komitmen Percepatan Penurunan Stunting dan Penanganan Keluarga Berisiko Stunting Terintegrasi Pemerintah Kota Jayapura 2024/2025. Penetapannya juga telah merujuk pada status gizi dan kondisi layanan kesehatan setempat.
“Penetapan lokasi prioritas sudah disesuaikan dengan beberapa aspek, seperti jumlah keluarga dan bayi stunting, serta kualitas pelayanan kesehatannya. Akan dilakukan beberapa kegiatan [penanggulangan] pada lokasi prioritas tersebut dan terus dipantau [perkembangannya],” kata Hebri.
Dia melanjutkan ada empat tahap yang sudah dilakukan dalam aksi penurunan tengkes di Kota Jayapura. Tahapan tersebut, di antaranya pembuatan peraturan daerah serta penandatangan komitmen percepatan penurunan tengkes dan penanganan terintegrasi terhadap keluarga berisiko tengkes.
“Peraturan daerahnya sedang disosialisasikan, sebelum diterapkan di masyarakat. Pemerintah dan DPR Kota Jayapura juga sudah menandatangani rumusan [komitmen] penanganan stunting. Rumusan itu memuat beberapa hal yang akan dilakukan Pemerintah Kota Jayapura dalam menurunkan angka stunting,” kata Hebri.
Komitmen tersebut memuat rencana aksi kolaborasi lintas sektoral dalam menurunkan prevalensi tengkes hingga menjadi 19,8 persen pada tahun ini. Ada 13 perangkat daerah berkolaborasi di Kota Jayapura.
“Penanganan stunting masih menjadi tanggung jawab [di bawah koordinasi] BKKN [Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana]. Kami sudah membentuk tim untuk menangani stunting di setiap daerah,” kata Manajer Program dan Kegiatan BKKBN Papua Jois Alfrida Simbiak. (*)























Discussion about this post