Biak, Jubi – Pemerintah Kabupaten Biak Numfor mengoptimalkan layanan kesehatan pada 297 posyandu untuk mencegah tengkes atau stunting. Optimalisasi layanan tersebut melibatkan Dinas Kesehatan bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana atau DPPPAKB setempat.
Kepala DPPPAKB Biak Numfor Johanna Nap mengatakan posyandu merupakan wadah peran serta masyarakat dalam menyelenggarakan dan meningkatkan layanan kesehatan serta pemenuhan kebutuhan dasar. Kegiatannya meliputi imunisasi, pendidikan gizi, penimbangan serta pengukuran tinggi badan, hingga pelayanan kesehatan ibu dan anak.
“Posyandu merupakan perpanjangan tangan puskesmas yang memberi pelayanan serta pemantauan kesehatan balita dan ibu hamil. Kegiatannya terpadu, oleh dan untuk masyarakat,” kata Nap, Minggu (12/1/2025).
Dia melanjutkan Dinas Kesehatan bersama DPPPAKB Biak Numfor pada tahun ini memperluas kegiatan di 297 posyandu dengan menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan balita dan pemberian makanan tambahan sehat bergizi. Setiap Posyandu akan didampingi petugas puskesmas yang rutin memeriksa kesehatan dasar balita dan ibu hamil.
“Tujuan posyandu untuk menurunkan angka kematian pada bayi, ibu hamil, melahirkan, dan nifas. Posyandu juga untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam mengembangkan kegiatan kesehatan dan keluarga berencana guna mewujudkan norma keluarga kecil, bahagia, sejahtera,” kata Nap.
Kepala Dinas Kesehatan Biak Numfor Daud N Duwiri mengatakan pendampingan dari tenaga kesehatan dan kader posyandu untuk mengoptimalkan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat. “Pemenuhan pelayanan kesehatan dasar bisa mencegah stunting.” (*)























Discussion about this post