• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Penkes

Ketimpangan akses layanan kesehatan perburuk kondisi masyarakat Papua

December 11, 2025
in Penkes
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
papua

Suasana seminar nasional yang dilakukan BEM Universitas Cenderawasih atau Uncen, di Kota Jayapura, Papua Kamis (11/12/2025).-Jubi/Aida Ulim

0
SHARES
369
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Salah satu pemateri dalam diskusi yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Cenderawasih atau BEM Uncen Jayapura, Dr. drg. Aloysius Giyai dalam pemaparannya menyatakan ketimpangan akses layanan kesehatan memperburuk kondisi di masyarakat Papua.

Seminar itu digelar di Auditorium Uncen, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Kamis (11/12/2025).

Aloysius Giyai mengatakan, ketimpangan sosial dan ekonomi berdampak langsung pada akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Ketimpangan tersebut pun menjadi salah satu faktor utama meningkatnya penyakit dan lemahnya penanganan kesehatan di berbagai wilayah.

Menurutnya, kesenjangan terjadi karena sebagian masyarakat tidak memiliki akses terhadap teknologi, pendidikan, maupun fasilitas kesehatan yang memadai.

“Permasalahan kami yang paling mendasar adalah akses. Mulai dari akses terhadap informasi, teknologi, hingga pendidikan kesehatan. Ini membuat masyarakat tidak dapat menjalankan pencegahan dan penanganan penyakit secara optimal,” kata Aloysius Giyai.

Ia, mengatakan ketimpangan ekonomi turut memperlebar akses kesehatan antar kelompok masyarakat.

Masyarakat yang berada pada kondisi ekonomi rendah sering kesulitan memperoleh layanan yang berkualitas atau untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

BERITATERKAIT

Manfun Kawasa Byak berdukacita atas meninggalnya Rektor Uncen

Papua luncurkan program sarjana kehutanan adat dan ekonomi bisnis adat

Perempuan Pasifik serukan peningkatan edukasi kanker dan layanan kesehatan

Uncen sepakati kerja sama dengan BUMMA Namblong

Selain itu, maraknya penyakit seperti diabetes dan penyakit kronis lainnya menunjukkan bahwa intervensi kesehatan belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Penanganan yang tidak merata menyebabkan kelompok rentan semakin terdampak.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Banyak penyakit yang kita lihat sekarang merupakan hasil dari faktor sosial, lingkungan, dan ekonomi. Ini bukan hanya soal medis, tetapi soal ketidaksetaraan yang merata” ucapnya.

Ia mengatakan, faktor lain yang menjadi penghambat adalah stigma terhadap pasien. Misalnya stigma yang diberikan kepada orang yang menderita HIV/AIDS membuat sebagian penderita tidak mau memeriksakan diri atau mencari bantuan sejak dini.

“Stigma ini sangat merugikan, banyak orang harus hidup dengan cap tertentu hanya karena penyakit yang mereka alami,” ujarnya.

Selain stigma, kekurangan tenaga kesehatan, terutama tenaga spesialis di daerah terpencil, juga menjadi persoalan serius. Keterbatasan layanan membuat masyarakat harus menempuh jarak jauh atau membayar biaya tinggi untuk mendapatkan perawatan.

“Kita menghadapi kekurangan tenaga kesehatan yang signifikan, terutama di wilayah perbatasan. Ini menyebabkan sistem pelayanan tidak berjalan optimal,” katanya.

Untuk itulah, perbaikan sistem kesehatan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan fasilitas, pemerataan tenaga kesehatan, penanganan stigma, hingga penguatan ekonomi masyarakat. Karena tanpa langkah konkret, kesenjangan akan terus melebar dan penyakit akan semakin sulit dikendalikan.

Menurutnya, Papua membutuhkan restorasi dan restorasi itu tidak akan terjadi tanpa keputusan politik dari pemerintah pusat. Pemerintah pusat harus mengamankan anggaran kesehatan Papua dengan pengawasan yang cerdas bukan yang memperlambat.

“Di Papua biaya operasional sangat tinggi karena geografis dan aturan pusat yang rumit dan terkadang tidak relevan. Akibatnya, direktur rumah sakit lebih sibuk menghindari kesalahan administratif daripada menyelamatkan nyawa,” katanya.

Ia mengatakan, pemerintah pusat juga perlu mengevaluasi sistem jaminan kesehatan di Tanah Papua, terutama perbaikan terhadap badan penyelenggara jaminan kesehatan atau BPJS yang dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat Papua.

Ia, mengatakan kebijakan paket layanan BPJS sering kali membuat pasien harus kembali berulang kali ke rumah sakit karena penanganannya tidak tuntas dalam satu kali perawatan.

Situasi itu mengakibat satu pasien bisa berobat hingga tiga sampai lima kali, untuk penyakit yang sama, dan berpotensi memakan anggaran negara.

“Jika negara ingin efisien, sistem BPJS harus memberi ruang agar pasien cukup dirawat satu kali sampai tuntas. Jangan sampai mereka bolak-balik ke rumah sakit dan negara yang menanggung pemborosan,” ucap Giay.

Karenanya diperlukan adanya kebijakan politik tingkat nasional untuk evaluasi menyeluruh terhadap sistem paket BPJS, tidak hanya untuk Papua, namun seluruh Indonesia.

Selain itu, pentingnya peran pemerintah daerah, gubernur, bupati, dan wali kota untuk menerbitkan Perda pendampingan biaya kesehatan menggunakan dana Otsus atau Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD.

Langkah itu dirasa perlu, agar masyarakat Papua tidak terbebani biaya tambahan di luar cakupan BPJS. Kurangnya tenaga kesehatan spesialis juga menjadi tantangan.

Namun ia menegaskan, semua rumah sakit memiliki kewajiban melayani pasien dalam kondisi gawat darurat tanpa mendahulukan administrasi biaya. Setelah pasien stabil, barulah aspek pembiayaan dibahas.

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Nasional Vekinus Pawika mengatakan kegiatan seminar ini bukan hanya sekedar acara seremonial, tetapi harus menghasilkan input dan output yang bermanfaat.

“Saya berharap kepada teman-teman Panitia dan Ketua BEM agar setelah kegiatan seminar ini, kita dapat menindaklanjuti berbagai masukan yang telah diberikan, terutama terkait isu kesehatan dan kemanusiaan yang disampaikan oleh para pemateri,” kata Pawika.

Menurutnya, hasil seminar ini dapat menjadi bahan kajian dan memperoleh perhatian dari pihak pusat, sehingga berbagai persoalan kemanusiaan meskipun tidak diselesaikan secara keseluruhan.

“Setidaknya dapat mulai diperhatikan dan ditangani sedikit demi sedikit,” ujarnya. (*)

Tags: layanan kesehatanUniversitas Cenderawasih
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Uncen

Manfun Kawasa Byak berdukacita atas meninggalnya Rektor Uncen

September 19, 2026
Papua

Papua luncurkan program sarjana kehutanan adat dan ekonomi bisnis adat

August 10, 2026

Perempuan Pasifik serukan peningkatan edukasi kanker dan layanan kesehatan

July 17, 2026

Uncen sepakati kerja sama dengan BUMMA Namblong

July 10, 2026

Kekerasan di Tanah Papua dikhawatirkan berdampak pada layanan kesehatan dan pendidikan

February 14, 2026

48 tahun refleksi jurusan antropologi Fisip Universitas Cenderawasih Papua

January 10, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Jayapura lawmakers highlight poor education and health infrastructure in Yoboi Village
25 September 2026
Jayapura lawmakers highlight poor education and health infrastructure in Yoboi Village

Sentani, Jubi – The Jayapura Regency Legislative Council’s (DPRK) Commission C has raised concerns over poor infrastructure and inadequate education [...]

Wildfires and drought hit Fakfak Regency
25 September 2026
Wildfires and drought hit Fakfak Regency

Manokwari, Jubi – Forest and land fires and drought are affecting Fakfak Regency in West Papua, disrupting school activities in [...]

Ant-Plant Harvesting in Wasur Forest Supports Local Livelihoods
24 September 2026
Ant-Plant Harvesting in Wasur Forest Supports Local Livelihoods

Merauke, Jubi – Carrying a bamboo pole fitted with a simple hook, Hilarius Gebze walks through the forest around Biras, [...]

Kadepa calls for political action to address Papua’s problems
23 September 2026
Kadepa calls for political action to address Papua’s problems

Jayapura, Jubi – Papua needs practical action rather than political disputes and heated debate, according to Papuan political figure Laurenzus [...]

Malind Indigenous group calls for police to drop case against land defender
23 September 2026
Malind Indigenous group calls for police to drop case against land defender

Jayapura, Jubi – Solidaritas Merauke has urged police to stop what it describes as the criminalisation of Ariston Moiwend Buako, [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Regi Aditya

Laga melawan Persis Solo menjadi ajang pembuktian Regi Aditya

September 25, 2026
Jurnalis Papua

Selamat jalan dua jurnalis Papua, Joost Mirino dan Hendrikus Ondi

September 25, 2026
Kabupaten Puncak

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunker ke Kabupaten Puncak

September 25, 2026
PNG

PM PNG serukan tindakan global segera atasi perubahan iklim

September 25, 2026
Konflik

Konflik di Papua Barat dan Warga Sipil Harus Menanggung Akibatnya

September 25, 2026
Pasifik

Benarkah El Nino Penyebab Langsung Gelombang Laut yang Ganas di Pasifik?

September 25, 2026
MRP Papua Selatan bentuk Pansus

Komnas HAM didesak segera investigasi kasus Leonardo Konorop

September 25, 2026
Bougainville

Percayalah pada prosesnya, Bougainville akhirnya bisa merdeka dari PNG

September 22, 2026
Pelatih Persipura

Regi Aditya ambil alih kursi pelatih Persipura

September 24, 2026
Bougainville

Buin tuan rumah Festival Cokelat Bougainville ke 10

September 23, 2026
Solomon

10 Menteri Kepulauan Solomon mengundurkan diri

March 17, 2026
Pohon

Ratusan relawan tanam 420 pohon cemara di bukit Telaga Ria

March 14, 2026
Pemeriksaan kesehatan

Dinkes Jayapura hadirkan dokter spesialis saat pemeriksaan kesehatan gratis

March 17, 2026
Komnas HAM

Penggusuran paksa tanah masyarakat adat Biak diadukan ke Komnas HAM

March 17, 2026
Regi Aditya

Laga melawan Persis Solo menjadi ajang pembuktian Regi Aditya

0
Jurnalis Papua

Selamat jalan dua jurnalis Papua, Joost Mirino dan Hendrikus Ondi

0
Kabupaten Puncak

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunker ke Kabupaten Puncak

0
PNG

PM PNG serukan tindakan global segera atasi perubahan iklim

0
Konflik

Konflik di Papua Barat dan Warga Sipil Harus Menanggung Akibatnya

0
Pasifik

Benarkah El Nino Penyebab Langsung Gelombang Laut yang Ganas di Pasifik?

0
MRP Papua Selatan bentuk Pansus

Komnas HAM didesak segera investigasi kasus Leonardo Konorop

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara