Jayapura, Jubi – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana atau (DP3AKB) Kota Jayapura, Papua kini membutuhkan 162 orangtua asuh untuk mendampingi 168 anak penderita stunting.
Kepala DP3AKB Kota Jayapura, Betty Puy mengatakan, dari data Dinas Kesehatan Kota, tercatat ada 1.046 bayi dan anak penderita stunting yang butuh pendampingan dari berbagai pihak tanpa paksaan.
Akan tetapi pihaknya menargetkan menangani 168 anak penderita stunting, dengan bantuan 162 orangtua asuh. Sebab enam anak penderita stunting sudah didampingi orangtua asuh.
“Dari 168 itu kami [sedang] mencari 162 orangtua asuh untuk mendampingi, 168 anak penderita stunting,” kata Betty Puy kepada Jubi dalam Pelaksanaan Advokasi Program dan launching gerakan orangtua Asuh cegah stunting atau Ganting di kota Jayapura pada Kamis (19/6/2025).
Menurutnya, peran orangtua asuh dalam mendampingi anak penderita stunting, di antaranya membantu pemenuhan gizi.
Betty Puy mengatakan, pihaknya tidak hanya menargetkan pendamping terhadap anak penderita stunting. Juga kepada ibu hamil dan menyusui yang berisiko.
“[Kami juga akan mendampingi] ibu menyusui dan ibu hamil, sehingga kami harap banyak orang peduli. Itu tuntutan kita untuk memberikan pelayanan dengan sukarela tidak kepaksaan,” ujarnya.
Asisten II Kota Jayapura, Widi Hartanti mengatakan, target nasional prevelansi stunting dari 2025- 2030, ditetapkan berdasarkan hasil evaluasi pencapaian target pada 2024 yaitu 14 persen.
Katanya, ini bertujuan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan pada 2030, melalui pelaksanaan lima pilar dalam strategi nasional percepatan penurunan stunting.
Menurutnya, percepatan penurunan stunting didukung dengan kegiatan prioritas yakni, penyediaan atau pendampingan data keluarga beresiko, surveilans keluarga beresiko stunting dan pendampingan calon pengantin (cantin) atau calon pasangan usia subur (pus), juga termasuk audit kasus stunting. (*)




Discussion about this post