Jayapura, Jubi – Jhoni Degei menggantikan posisi Agustinus Kadepa sebagai koordinator Gerakan Papua Mengajar (GPM). Agustinus Kadepa merupakan penggagas GPM dan telah menjadi koordinator gerakan literasi tersebut sejak berdiri 11 tahun silam pada 20 Februari 2013 di Port Numbay, Jayapura.
Alex Giyai, penguru lama dan relawan Gerakan Papua Mengajar kepada Jubi, Rabu (11/9/2024) menjelaskan pergantian koordinator GPM dilakukan pada Kongres II Gerakan Papua Mengajar yang diadakan di Nabire, Papua Tengah pada 21-23 Agustus 2024.
“Jhoni Degei dipilih secara aklamasi oleh relawan Gerakan Papua Mengajar menggantikan koordinator sebelumnya Agustinus Kadepa dan pengurus lama,” katanya.
Kongres II GPM pusat, kata Giyai, dihadiri pengurus GPM Wilayah Meepago dan pengurus GPM Wilayah Nabire.
“Relawan GPM yang lain tidak hadir karena kendala teknis, tapi pada intinya mendukung dan menyepakati keputusan Kongres II,” ujarnya.

Giyai menceritakan koordinator GPM pertama, Agustinus Kadepa juga terpilih secara aklamasi pada Kongres I GPM yang berlangsung saat pembentukan 20 Februari 2013.
“GPM bertahan dan berjalan selama 11 tahun, banyak dinamika pasang-surut yang kita lalui bersama, di situ kita berproses dan belajar tentang banyak hal,” katanya.
Menurut Giyai, alasan dilakukannya penggantian pengurus karena Agustinus Kadepa sudah lama memimpin GPM. Karena itu mesti ada regenerasi, supaya relawan baru dan relawan bisa terlibat mengajar. Kemudian, pengurus baru Gerakan Papua Mengajar (GPM) juga diharapkan dapat mengisi komposisi pengurus dan menggelar Rapat Kerja Pengurus.
Giyai berharap koordinator baru, Jhoni Degei dengan dibantu pengurus lainnya juga dapat mengontrol Gerakan Papua Mengajar yang berada di wilayah-wilayah di seluruh Tanah Papua.
“Agar Gerakan Papua Mengajar semakin marak dan menjamur di Tanah Papua, supaya pengurus baru bisa mengontrol Gerakan Papua Mengajar di beberapa wilayah yang sudah dibentuk,” katanya.
Giyai juga berpesan agar pengurus GPM terpilih dapat menjalankan roda organisasi berdasarkan visi-misi GPM. Visi GPM adalah ‘Sa belajar Sa mengajar’.

Lanjutkan program
Giyai menjelaskan Kongres II GPM telah menetapkan sejumlah program, termasuk melanjutkan program yang sudah ada. Program yang sudah ada dan selama ini dijalankan adalah membuka kelompok belajar di setiap wilayah di Tanah Papua. Kemudian mendorong pengurus di setiap wilayah dan membangun jejaring dengan para pegiat literasi dan pemerhati pendidikan di Tanah Papua
“Pengurus lama berharap pengurus baru melanjutkan program-program yang sudah diletakkan pengurus lama tersebut supaya roh pendidikan literasi benar-benar berakar di masyarakat,” katanya
Ketua Gerakan Papua Mengajar terpilih Jhoni Degei mengatakan siap menjalankan amanah organisasi dan kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Saya sebagai koordinator GPM akan melanjutkan amanah ini dan melaksanakannya sesuai dengan program-program yang sudah ada. Kami akan melaksanakan semua rapat maupun kegiatan dan program yang sudah ada,” katanya.
Degei mengatakan bersama dengan pengurus GPM lainnya akan membuka jejaring GPM ke daerah jajakan dan daerah yang belum memiliki GPM.
“Kita akan mendorong untuk membuka jejaring antar teman-teman literasi yang selalu peduli dengan pendidikan di Papua dsn punya misi yang sama,” ujarnya.
Degei juga akan melakukan evaluasi internal bersama pengurus GPM dengan melakukan evaluasi 12 tahun perjalanan GPM dengan melihat semua kelebihan dan kekurangannya.
“Roh GPM ada pada setiap relawan yang ada di setiap koordinator wilayah, saya akan menjaga dan mengembalikan spirit Gerakan Papua Mengajar yang sudah dirawat dari 2013 hingga 2024 serta masih berjalan dan bertahan sudah 11 tahun. Kami akan bekerja juga sesuai dengan visi dan misi,” katanya.

Ketua GPM demisioner Agustinus Kadepa menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan mengkoordinatori organisasi.
“Saya memohon maaf kepada kawan-kawan pengurus, simpatisan, dan pihak-pihak yang peduli dengan kita semua selama ini, jika ada kekurangan kembalikan kepada kita,” katanya.
Kadepa menyampaikan terima kasih kepada pengurus GPM demisioner yang telah mendorong Gerakan Papua Mengajar dari sekedar visi menjadi gerakan yang meluas.
Kadepa berharap pengurus baru selalu melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pengurus baru dan pengurus lama.
“Koordinasi dan komunikasi menjadi kunci penting dalam mengembangkan organisasi, jika ada masalah segera lakukan koordinasi internal pengurus,” ujarnya.
Pengurus baru juga dapat melakukan koordinasi dan komunikasi dengan mitra yang selama ini telah dibangun bersama.
“Jangan jalan sendiri, bangun komunikasi dan koordinasi agar Gerakan Papua Mengajar bisa menjadi gerakan bersama untuk menuntaskan buta aksara di Tanah Papua,” katanya. (*)





















Discussion about this post