Sentani, Jubi – Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Papua untuk yang ke-19 kali pada Senin (22/7/2024) sore. Setiap berkunjung ke Papua, Presiden Jokowi selalu disambut meriah. Kali ini kedatangannya untuk menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2024 di Sentani disambut dan dimeriahi 3.000 anak.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Ted Mokay mengatakan, 3.000 anak yang merupakan pelajar di semua satuan pendidikan berdiri di pinggir jalan protokol dari Bandara Sentani hingga Kampung Harapan untuk menyambut kedatangan Presiden Jokowi.
Ribuan pelajar, kata Mokay, dari Wilayah Pembangunan I yang terdiri dari Distrik Waibhu, Distrik Sentani Kota, Distrik Ebhungfau, dan Distrik Sentani Timur.

“Sehingga tidak ada libur resmi untuk sekolah-sekolah di wilayah ini,” katanya di Sentani, Senin (22/7/2024).
Pembagiannya, kata Mokay, siswa Kelas I hingga III SD yang ada di Wilayah Pembangunan I diliburkan pada Ssenin, 22 Juli karena mereka dipersiapkan untuk menyambut Presiden. Sedangkanuntuk siswa kelas IV sampai VI tetap belajar pada siang sambil menunggu kedatangan Presiden.
Sedangkan untuk sekolah lain di Wilayah Pembangunan II, III, dan IV tetap melaksanakan proses belajar dan mengajar seperti biasa.
Menurut Mokay Peringatan HAN 2024 yang dipusatkan di Kabupaten Jayapura memberikan nilai positif bagi seluruh proses pembangunan yang sedang berlangsung di Bumi Khena Mbai U Mbai.
Secara khusus, tambahnya, dunia pendidikan di Kabupaten Jayapura terus maju dan berkembang.
“Harapan kita terhadap Angka Partisipasi Murni (APM), Angka Partisipasi Sekolah (APS), Harapan Lama Sekolah (HLS) harus meningkat dan Angka Melek Huruf (AMH) harus menurun,” ujarnya.

Puncak acara Peringatan Hari Anak Nasional 2024 berlangsung di Istora Papua Bangkit pada Selasa (22/7/2024). Di sana akan ditampilkan tarian daerah yang dilakukan secara kolosal oleh ribuan gabungan pelajar dari Kota Jayapura, Kabupaten Keerom, dan Kabupaten Jayapura.
Kemudian ada 2.600 anak atau pelajar yang membawakan tarian dari sejumlah daerah di Papua. Juga ada demonstrasi Gasing oleh 89 anak atau pelajar asli Papua dari 17 kabupaten dan kota, serta 120 anak TK dari Kota Jayapura membawakan atraksi Polisi Cilik (Pocil).
“Puncak acara ini pasti meriah dan pertama kali di Papua,” kata Mokay.
Antisipasi kesehatan anak
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Khairul Lie mengatakan menjelang puncak acara kegiatan HAN 2024, ribuan pelajar yang terlibat telah berlatih tarian Papua di sekolah masing-masing dan latihan bersama di Istora Papua Bangkit.
Terkait keterlibatan anak-anak dalam kegiatan kolosal tersebut, Khairul mengingatkan orang tua agar mengantisipasi hal-hal yang buruk terjadi pada anak-anak mereka.
“Kita jaga dari kelelahan dan mungkin saja ada penyakit khusus,” katanya.

Ia menyampaikan, petugas kesehatan cukup banyak menangani anak-anak yang kelelahan saat latihan bersama di Istora Papua Bangkit, namun semuanya sudah teratasi dengan baik. Ia mengingatkan agar sebagian anak-anak dan orang tua membawa persediaan makanan dan minuman sendiri.
“Nanti pada puncak acara, selain makanan dan minuman, orang tua juga kita sarankan untuk membawa handuk yang sudah terendam es batu untuk mengantisipasi cuaca yang panas,” ujarnya.
Khairul jmengatakan pihaknya juga telah meminta kepada panitia, orang tua, dan guru untuk menyiapkan minuman mengandung gula yang cukup.
“Ketika pelajar ini kelelahan, maka segera diberikan minuman tersebut sehingga dapat segera mengembalikan kondisi tubuhnya,” katanya.
Warga Sentani Kota, Niko Nisaf mengatakan Jokowi selama memerintah sudah berkali-kali datang ke Papua dan selalu disambut dengan meriah oleh warga.
Meski ini waktu terakhirnya, kata Niko, Jokowi masih yang terbaik bagi masyarakat Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura. Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional yang ke-40, Jokowi masih sempatkan waktu untuk datang kembali ke tanah ini.

“Banyak sekali anak-anak sekolah yang berdiri berjejer di pinggir jalan sejak sore tadi dan ini menandakan bahwa anak-anak kita begitu dekat dan kenal betul dengan Bapa Jokowi,” ujarnya.
Hanya saja, penyambutan terhadap Presiden Jokowi membuat sebagian anak kecewa. Mereka sudah menunggu sejak pukul 13.00 WIT dan ternyata Presiden Jokowi yang dijadwalkan tiba pukul 16.40 WIT tidak kunjung lewat sehingga sebagian anak meninggalkan lokasi. Jokowi lewat pukul 17.30 WIT. (*)





















Discussion about this post