Jayapura, Jubi-Papua Nugini dan Amerika Serikat telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di Port Moresby untuk memperkuat kerja sama di bidang Kesehatan di Port Moresby, Kamis (23/4/2026).
Berdasarkan MoU baru ini, Amerika Serikat akan berkomitmen sebesar 15 juta dolar AS (lebih dari Rp260 triliun) untuk membantu Papua Nugini mencegah dan menanggapi wabah penyakit menular, memperkuat pengobatan HIV/AIDS, dan memodernisasi infrastruktur kesehatan. Ini termasuk investasi dalam sistem pasokan oksigen, peralatan pengujian PCR, dan basis data pengawasan penyakit terpadu untuk memberikan informasi secara real-time kepada petugas kesehatan. Demikian dikutip jubi.id dari tvwan.com.pg Jumat (24;/4/2026)
Berbicara pada upacara tersebut, Kuasa Usaha AS Alex Berenberg menggambarkan penandatanganan tersebut sebagai “momen istimewa,” yang menggarisbawahi peran PNG sebagai mitra penting di Pasifik.
Ia menyoroti sejarah panjang kolaborasi Amerika dengan Papua Nugini, mencatat lebih dari 65 juta dolar AS yang diinvestasikan dalam program HIV/AIDS dan 16,6 juta dolar AS dalam inisiatif keamanan kesehatan global selama dua dekade terakhir.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Sementara itu Menteri Kesehatan Elias Kapavore menyambut baik kemitraan ini, menyebutnya sebagai langkah bersejarah yang selaras dengan Rencana Kesehatan Nasional Papua Nugini 2021–2030. Ia menekankan urgensi penanganan HIV, dengan 120.000 orang hidup dengan virus tersebut dan sekitar 11.000 infeksi baru setiap tahunnya.
Ia secara khusus menyebut penularan dari ibu ke anak sebagai prioritas, mencatat bahwa sekitar 2.700 bayi lahir setiap tahun dari ibu yang positif HIV.
Kapavore mengatakan pendanaan tersebut akan meningkatkan pencegahan, pengujian, dan pengobatan, sekaligus memperkuat pengawasan, kapasitas laboratorium, dan keterampilan tenaga kerja.
Ia menunjuk pada anggaran nasional pemerintah tahun 2026 yang mencapai rekor 3,2 miliar kina, yang menunjukkan komitmen Papua Nugini untuk memperluas layanan penting dan berinvestasi dalam ketahanan sistem kesehatan.
Kedua pemimpin tersebut mengatakan kesepakatan ini bukan hanya tentang pendanaan, tetapi tentang mentransformasi sistem kesehatan Papua Nugini dari pendekatan vertikal berbasis program menjadi model horizontal dan sistemik. Kemitraan ini bertujuan untuk mencapai target ambisius, termasuk target pengobatan HIV sebanyak 959.595 pada tahun 2030, mengurangi angka kematian ibu, dan menurunkan angka kematian anak.
Penandatanganan ini menandai babak baru dalam hubungan AS– Papua Nugini, dengan kedua negara berjanji untuk bekerja sama secara erat guna mewujudkan hasil kesehatan yang berkelanjutan dan memperkuat keamanan kesehatan regional. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua
























Discussion about this post