Jayapura, Jubi – Negara Naoero, yang sebelumnya dikenal sebagai Nauru, telah membuka kedutaan besar (kedubes) di Yerusalem. Naoero menjadi negara Kepulauan Pasifik ketiga yang melakukan hal itu. Negara Pasifik pertama yang membuka Kedutaan Besar di Yerusalem adalah Papua Nugini (PNG), kedua Fiji, dan kini Naoero.
Wakil Presiden Naoero, Lionel Aingimea, mengatakan hal itu mengirimkan pesan kepada dunia tentang posisi negara kepulauan tersebut, sebagaimana dilansir Jubi dari laman internet, RNZ Pasifik, Kamis (10/9/2026).
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar mengatakan, Israel telah berkomitmen untuk mengirimkan peralatan medis dan sistem pemurnian air ke Naoero.
Sa’ar mengunjungi Suva pada Juni setelah pemerintah Fiji membuka kedutaan besarnya sendiri di Yerusalem tahun lalu dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Sa’ar mengatakan, awal tahun ini bahwa Samoa juga diperkirakan akan membuka kedutaan besarnya di Yerusalem tahun ini.
Aingimea mengatakan pembukaan kedutaan di Yerusalem adalah “keputusan politik besar”.
“Kami melihat pembukaan kedutaan di Yerusalem ini bukan hanya sebagai penguatan hubungan kami dengan Israel, tetapi juga sebagai pesan kepada dunia tentang posisi kami,” demikian kutipan pernyataannya yang dirilis oleh pemerintah Israel.
“Tidak pernah terlintas dalam pikiran dan hati Naoero bahwa kami akan membuka kedutaan di Yerusalem tahun ini. Apa yang mengubahnya? Itu lahir dari diskusi antara saya dan Menteri Luar Negeri Gideon Sa’ar di Fiji. Saya membawanya ke Kabinet, dan Kabinet menyetujuinya. Itu adalah keputusan yang mudah untuk dibuat,” katanya.
Menurutnya, dukungan Naoero untuk Israel tidak pernah goyah. Sebab, Naoero secara historis merupakan salah satu sekutu diplomatik Israel yang paling dapat diandalkan dan konsisten di Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Amerika Serikat memperoleh 93% suara yang mendukung Israel, Negara Federasi Mikronesia 88%, dan Naoero 71%. Ingat kata-kata saya: angka 71% itu akan meningkat dengan sangat cepat,” ucapnya.
“Sahabat sejati tetap setia baik di saat senang maupun susah, dan itulah Naoero bagi Israel,” katanya. (*)





















Discussion about this post