Jayapura, Jubi – Samoa akan menjadi negara Pasifik ketiga yang memiliki kedutaan besar di Yerusalem.
Perdana Menteri Samoa, Laaulialemalietoa Polataivao Schmidt, menyatakan bahwa ia telah menginstruksikan Kementerian Luar Negeri untuk memulai proses pembukaan kantor perwakilan Samoa di Yerusalem. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan cabang Samoa Kedutaan Besar Kristen Internasional di Yerusalem, Selasa (6/1/2026).
Dia mengatakan bahwa dia ingin kedutaan tersebut mulai beroperasi tahun ini.
Langkah ini menyusul pendirian kedutaan besar Fiji di Yerusalem tahun lalu , dan pembukaan kedutaan besar Papua Nugini di kota tersebut pada tahun 2023.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Hanya segelintir negara yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, wilayah itu merupakan wilayah sengketa antara Israel dan Palestina.
Dalam membahas keputusannya, Laaulialemalietoa berbicara tentang hubungan Samoa dengan Israel.
Dia menyinggung pertemuan yang dia lakukan dengan wakil menteri luar negeri Israel, Sharren Haskel, saat menerima perawatan medis di New Zeland tahun lalu.
“Saya sangat berterima kasih ketika [wakil] Menteri Luar Negeri datang jauh-jauh dari Yerusalem untuk mengunjungi saya ketika saya sakit di New Zeland,” katanya.
“Merupakan berkah bagi saya untuk mengetahui bahwa Israel juga memperhatikan Samoa, karena kami memiliki banyak hubungan dalam berbagai hal.”
Haskel sempat berada di New Zeland pada November setelah melakukan perjalanan ke Fiji dan Papua Nugini.
Kedutaan Besar Fiji, pada September, mendapat reaksi beragam, dengan koordinator Pusat Krisis Perempuan Fiji mengatakan bahwa Perdana Menteri Sitiveni Rabuka “tidak berada di pihak yang benar dalam Sejarah.”
Pemerintah Fiji menyebutnya sebagai “langkah strategis” untuk meningkatkan kerja sama antara kedua negara dan menegaskan kembali dukungannya terhadap solusi dua negara yang damai “di mana baik warga Israel maupun Palestina dapat hidup bermartabat dan aman.”
“Fiji telah menjalin hubungan diplomatik yang lama dengan Israel sekaligus mendukung aspirasi sah rakyat Palestina,” demikian pernyataan tersebut.
Samoa adalah negara kepulauan di kawasan Pasifik Selatan yang terletak di antara Hawai dan New Zeland, tepat di sebelah timur Fiji, serta terdiri dari dua pulau utama, yaitu Upolu dan Savai‘I, beserta beberapa pulau kecil.
Secara geografis, Samoa berada di jalur tropis Samudra Pasifik sehingga memiliki iklim laut yang hangat dengan curah hujan tinggi dan wilayah pesisir yang dikelilingi terumbu karang serta laguna.
Dalam sejarahnya, Samoa memiliki tradisi sosial dan politik yang kuat melalui sistem adat fa‘a Samoa, sebelum mengalami intervensi kolonial pada akhir abad ke-19 oleh Jerman, Inggris, dan Amerika Serikat.
Pada awal abad ke-20, wilayah Samoa terbagi, dengan Samoa Barat berada di bawah administrasi New Zeland hingga akhirnya merdeka pada 1962 sebagai negara pertama di Pasifik yang memperoleh kemerdekaan pascakolonial, sementara Samoa Amerika tetap menjadi wilayah seberang laut Amerika Serikat.(*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua



















Discussion about this post