• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Amnesty International desak Selandia Baru keluarkan visa kemanusiaan bagi warga Pasifik terdampak iklim

October 10, 2025
in Pasifik
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Dominggus A Mampioper - Editor: Alberth Yomo
Amnesty International

Tarawa Utara dan Selatan terlihat dari udara di negara kepulauan Pasifik Kiribati, 23 Mei 2013. Foto: Reuters/David Gray – RNZ Pasifik/Jubi

0
SHARES
17
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi — Amnesty International mendesak pemerintah Selandia Baru untuk menerbitkan visa kemanusiaan baru bagi masyarakat Kepulauan Pasifik yang terdampak perubahan iklim.

Pemimpin masyarakat Kiribati, Charles Kiata, mengatakan kehidupan di negaranya kini semakin sulit akibat naiknya permukaan laut, badai yang lebih kuat, suhu ekstrem, dan kekeringan berkepanjangan.

“Segala aspek kehidupan — pangan, tempat tinggal, kesehatan — terdampak. Yang paling menyakitkan, masyarakat kami merasa terjebak. Mereka mencintai rumahnya, tetapi rumah itu perlahan menghilang,” ujarnya sebagaimana dikutip Jubi.id dari laman RNZ Pasifik, Jumat (10/10/2025).

Tanaman mati dan sumber air bersih semakin langka di negara kepulauan itu. Kiata menilai deportasi terhadap warga Kiribati yang melebihi batas waktu tinggal di Selandia Baru sangat tidak manusiawi.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

“Mendeportasi mereka kembali ke tanah yang terendam banjir atau tanpa air bersih bukan hanya kejam, tapi juga bertentangan dengan nilai-nilai Pasifik kita,” katanya.

Direktur Eksekutif Amnesty International, Jacqui Dillon, meminta Selandia Baru menghentikan deportasi dan segera membuat visa kemanusiaan bagi warga Kiribati dan Tuvalu yang hidup dalam kondisi sulit akibat krisis iklim.

“Kami meminta pemerintah Selandia Baru menciptakan visa kemanusiaan khusus bagi mereka yang terdampak perubahan iklim dan bencana, agar dapat bermigrasi dengan bermartabat,” ujarnya.

BERITATERKAIT

Statistik suram untuk Pasifika di Selandia Baru

Proyek Elektrifikasi Enga terhenti, bantuan Selandia Baru di Papua Nugini terancam gagal

Ribuan orang berunjuk rasa di COP30 saat negara-negara kepulauan Pasifik menuntut tindakan iklim yang mendesak

Angkatan Pertahanan Australia dan Selandia Baru meluncurkan misi bantuan medis penting di Provinsi East New Britain, PNG

Menurut Dillon, visa Pasifik yang ada saat ini seperti Recognized Seasonal Employers (RSE) dan Pacific Access Category (PAC) tidak memadai.
“Skema itu pada dasarnya seperti lotere diskriminatif — tidak menawarkan martabat maupun kemandirian,” katanya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Ia menyoroti kasus Alieta (nama samaran), warga Kiribati dengan gangguan penglihatan yang harus menghapus namanya dari aplikasi PAC agar suami dan anaknya dapat bermigrasi ke Selandia Baru pada 2016.

“Alieta hanya bertemu putrinya sekali dalam 11 tahun terakhir. Jika kita berada di posisinya, apakah kita akan menganggap itu adil?” kata Dillon.

Pemimpin komunitas Tuvalu di Aotearoa, Fala Haulangi, mendesak agar Selandia Baru meniru Perjanjian Uni Falepili antara Tuvalu dan Australia yang memberi kesempatan bagi hingga 280 warga Tuvalu setiap tahun untuk tinggal, bekerja, dan belajar di Australia.

“PAC masih terlalu ketat. Jika Selandia Baru memiliki kebijakan seperti Falepili Agreement, itu akan sangat baik,” ujarnya.

Haulangi juga menanggapi kekhawatiran sejumlah pemerintah Pasifik bahwa skema tenaga kerja musiman dapat menyebabkan brain drain. Samoa, misalnya, menghentikan skema itu pada 2023 karena kehilangan banyak tenaga kerja terampil.

“Bukan tugas saya melarang orang pergi jika ada visa yang lebih manusiawi. Siapa saya yang bisa bilang ‘tetaplah di sana’?” katanya.

Dillon menegaskan, sebagian orang mungkin akan tetap tinggal, namun yang penting adalah kesempatan dan martabat untuk memilih. Sementara itu, Kiata menambahkan bahwa visa kemanusiaan akan memungkinkan migrasi yang lebih perlahan dan terencana, bukan karena terpaksa sebagai “pengungsi iklim”.

“Ini situasi yang saling menguntungkan — warga kami datang ke Selandia Baru dan turut berkontribusi secara ekonomi maupun sosial,” katanya.

RNZ Pacific melaporkan, Menteri Imigrasi Selandia Baru Erica Stanford belum memberikan komentar atas desakan tersebut.(*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: Amnesty InternationalIklimKepulauan PasifikSelandia Baru
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

April 4, 2026

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

April 4, 2026

Kepulauan Solomon dan Inggris buat MoU Tata Kelola Hutan

April 2, 2026

Layanan token listrik Papua Nugini pulih

April 2, 2026

Bagaimana negara kepulauan Pasifik menangani krisis BBM

April 2, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
paskah

Sambut Paskah 2026,Jemaat GPKAI Elim Wosi gelar jalan salib hingga pawai obor

April 5, 2026
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

April 4, 2026
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

April 4, 2026
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 4, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

April 4, 2026
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

April 4, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
persipura

Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

April 2, 2026
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

April 4, 2026
beasiswa

Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

April 2, 2026
ekskavator

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

April 1, 2026
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

April 4, 2026
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

April 4, 2026
paskah

Sambut Paskah 2026,Jemaat GPKAI Elim Wosi gelar jalan salib hingga pawai obor

0
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

0
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

0
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

0
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

0
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

0
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

0

Trending

  • LNG

    JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara