Jayapura, Jubi – Dugaan baru telah muncul bahwa Perdana Menteri Fiji Sitiveni Rabuka menerima jam tangan Rolex emas senilai NZ$113.000, dari anggota parlemen yang sempat tersandung kasus video erotis, Lynda Tabuya.
Menurut seorang jurnalis dan blogger veteran, bahwa salah satu wakil perdana menteri negara itu yakni Manoa Kamikamica, menyebarkan rumor tersebut untuk mendiskreditkan Rabuka. Demikian dikutip dari RNZ Pasific, Minggu (23/3/2025)
Rabuka menolak menjawab tuduhan tentang asal usul jam tangan tersebut, dan mengatakan ia berhak untuk tetap diam. Sedangkan Kamikamica membantah telah menyebarkan rumor tersebut.
Rumor tersebut datang dari editor blog Grubsheet, Graham Davis, yang merupakan sekretaris pers mantan Perdana Menteri Frank Bainimarama.
Kamikamica mengatakan pernyataan itu menggelikan. “Itu omong kosong belaka,” katanya, kepada RNZ Pacific.
“Saya tahu sumber rumor itu, seorang mantan jurnalis Australia yang pernah menduduki jabatan dengan gaji sangat tinggi di pemerintahan sebelumnya, dan sekarang menyebarkan fitnah kepada semua orang dari jauh,” katanya, sembari menambahkan bahwa ia tidak tahu dari mana asal jam tangan itu.
Sementara itu, Davis mengeklaim bahwa sumbernya itu valid. “Sumber-sumber dari dalam Aliansi Rakyat (Partai) [yang berkuasa], yang telah memberikan saya informasi ini, adalah orang-orang yang dapat dipercaya,” ungkapnya, kepada RNZ Pacific.
“Ada juga tautan ke keluarga Rabuka yang mengatakan bahwa cucu Rabuka menyebut ‘jam tangan kakek berasal dari Lynda [Tabuya]’,” katanya.
Ketika diberitahu bahwa Davis adalah reporter yang memenangkan banyak penghargaan, Kamikamica berkata, “Dia mungkin saja memenangkan penghargaan di Australia, tetapi yang pasti, kualitas hal-hal yang dia laporkan di Fiji benar-benar menyedihkan menurut saya.”
Namun, Davis membalasnya dengan mengatakan, “Saya sangat dipermalukan, [apalagi] karena [saya] telah memenangkan semua penghargaan utama untuk jurnalis di Australia. Saya mengandalkan reputasi saya selama 50 tahun, untuk melakukan hal yang benar.”
Kamikamica mengatakan, menyebarkan rumor bukanlah gayanya. “Saya sangat menghormati Tabuya dan suaminya. Kami adalah rekan politik dan kami bahu-membahu untuk menyingkirkan rezim sebelumnya.”
Tabuya, mantan menteri urusan perempuan, anak-anak dan perlindungan sosial, dikeluarkan dari Kabinet setelah ia muncul dalam video pribadi sedang menari erotis pada Malam Natal.
Rabuka memutuskan untuk tidak mengeluarkannya dari partai bulan lalu.
Ketika ditanya apakah ia tahu mengapa perdana menteri tetap bungkam mengenai perhiasan emas tersebut, Kamikamica berkata, “Kadang-kadang orang tidak ingin terlibat karena mereka pikir hal itu sama sekali tidak relevan.”
“Seperti yang saya katakan, Anda tentu tidak akan mendapat jawaban apa pun dari saya,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu sekutu Tabuya, koordinator Pusat Krisis Perempuan Fiji Shamima Ali mengatakan Tabuya tidak perlu menyuap perdana menteri.
“Lynda [Tabuya] sudah memiliki banyak pengaruh di partai yang berkuasa,” katanya.
Direktur informasi pemerintah, Samisoni Pareti, juga mengatakan Rabuka tidak perlu menjawab tuduhan palsu tersebut. (*)





















Discussion about this post