• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Masyarakat Papua Barat di Port Moresby diminta jangan kibarkan Bintang Kejora

February 12, 2024
in Pasifik
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Dominggus A Mampioper - Editor: Kristianto Galuwo
Papua Barat

Anak-anak pengungsi dari Papua Barat Rainbouw Camp di Port Moresby. - Jubi/benarnews

0
SHARES
7.2k
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Masyarakat Papua Barat di Port Moresby yang menghadiri Hari Keluarga Papua Barat, yang diselenggarakan atas dukungan Gubernur Distrik Ibu Kota Negara Powes Parkop, diperingatkan oleh polisi untuk tidak mengibarkan Bintang Kejora.

Padahal selama ini Bintang Kejora menjadi simbol keinginan Papua Barat untuk bertekad Berdiri Sendiri. Jurnalis Fidelis Sukina dari insidepng.com melaporkan pada 7 Februari 2024, bahwa Frank Makanuey, Tokoh Komunitas Komunitas Papua Barat di Port Moresby hadir pada perayaan Hari Keluarga Papua Barat, 1 Desember 2023 di Port Moresby.

Frank Makauey merasa sangat tidak senang, ketika polisi mengatakan kepada mereka, bahwa mereka tidak diperbolehkan mengibarkan bendera bintang Kejora Papua Barat.

“Bagi warga Papua Barat di Indonesia yang mengibarkan Bendera Papua Barat, mereka ditangkap karena makar, bendera tersebut pertama kali dikibarkan pada tanggal 1 Desember 1961,” demikian dikutip Jubi dari insidepng.com, Senin (12/2/2024).

Dilaporkan bahwa masyarakat Papua Barat menggunakan bendera tersebut untuk mewakili kebangsaan mereka kepada dunia, menerjemahkan keinginan mereka akan kebebasan dan harga diri.

Family Day diadakan di Drill Hall Universitas Papua Nugini, pada Sabtu ( 2/12/2023) lalu dan Gubernur NCD Powes Parkop menjadi Pembicara Tamu pada acara tersebut. Hari itu sangat berfungsi sebagai tempat berkumpulnya Komunitas Papua Barat, di Port Moresby untuk mempromosikan dan menjunjung tinggi nilai-nilai dan warisan mereka.

BK dilarang sejak kunjungan Presiden RI ke Port Moresby

BERITATERKAIT

Wakil PM Fiji: Hubungan Israel dan Pasifik alami, abadi, nyata

Kelompok gereja Pasifik menyerukan peninjauan peran Israel di PIF

Masyarakat sipil Papua Barat menyerukan akses untuk PBB dan Pasifik

DKPP sidangkan pengaduan dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat

Larangan pengibaran bendera Bintang Kejora juga pernah saat kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Port Moresby pada Senin (10/7/2023) ke Port Moresby, ibukota Papua Nugini. Waktu itu jurnalis benarnews.org di Port Moresby Harlyne Joku melaporkan pada 3 Juli 2023 sebelum Presiden Jokowi tiba di Port Moresby, petugas dari Organisasi Intelijen Nasional (NIO) Papua Nugini mencopot bendera Bintang Kejora dan spanduk pro-kemerdekaan di kamp pengungsi Rainbow di ibu kota Port Moresby pada Sabtu (1/7/2023). Para pendukung penentuan nasib sendiri Papua sedang memperingati deklarasi kemerdekaan 1 Juli 2023( 1 Juli 1971-1 Juli 2023).

“Pemerintah Papua Nugini mengambil tindakan tegas terhadap pengibaran bendera kemerdekaan Papua menjelang kunjungan Presiden Joko “Jokowi” Widodo ke negara kepulauan Pasifik itu pekan ini,” demikian tulis Harlyne Joku koresponden Benar News dari Port Moresby kala itu.

“Kami tidak akan membiarkan pengibaran bendera Papua Barat,” kata salah satu petugas tersebut, yang mengaku kepada BenarNews sebagai anggota Organisasi Intelijen Nasional. “Tetapi kalian dapat melanjutkan acara kalian,” kata petugas tersebut, yang enggan memberikan namanya, kepada warga di kamp tersebut.

Pemerintah Indonesia sedang mencoba melebarkan pengaruhnya ke wilayah Pasifik Selatan, dan diperkirakan akan menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2045. Secara militer, ekonomi, dan jumlah penduduk, Indonesia jauh lebih besar daripada Papua Nugini.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada negara-negara Melanesia di Pasifik termasuk Papua Nugini, Vanuatu, Fiji, dan Kepulauan Solomon dalam upaya meredam kritik terhadap kurangnya kesejahteraan dan kehadiran militer besar-besaran di Papua. Wilayah Papua disebut sebagai Papua Barat di negara-negara kepulauan Pasifik dan oleh para pendukung kemerdekaan.

Petugas agen intelijen tiba di kamp pengungsi di Port Moresby dengan dua kendaraan putih tanpa tanda pengenal dengan jendela berlapis.

Kegiatan mereka menyebabkan keributan dan beberapa perempuan dan laki-laki menangis sambil menyanyikan lagu kebangsaan Papua sebagai bentuk protes.

20240208 005410 0000
Warga Papua Barat di Port Moresby parade dengan Bendera Bintang Kejora.- Jubi/insidepng

“Meskipun mereka membuang bendera kami, mereka tidak dapat membuang kami. Kami adalah bendera itu,” kata Samuel Inggamer, seorang pemimpin warga. “Saya mendesak Presiden Jokowi untuk memberi kami kemerdekaan. Jika beliau melakukannya, itu akan menjadi peristiwa bersejarah.”

Vincent Manukayasi, direktur kelompok masyarakat sipil PNG Trust, mengatakan bahwa tindakan agen intelijen tersebut menimbulkan pertanyaan terhadap kemandirian sebuah institusi negara.

“Sebagai negara berdaulat, NIO tidak boleh terlihat diperintah oleh pemerintah asing lainnya,” katanya.

Ribuan Warga Papua Barat di Port Moresby

“Hampir sebagian besar warga Papua Barat tinggal di Kamp Hohola one West Papua hanyalah salah satu dari tiga kamp besar, termasuk satu di Rainbow, Waigani, dan kamp-kamp lainnya yang tersebar di Port Moresby yang menakjubkan dengan fitur modernnya untuk dipamerkan kepada dunia,”demikian dikutip Jubi dari caritas.org.pg, Senin (12/2/2024).

“Sebagian besar anak perempuan dan laki-laki ini tidak bersekolah dan janji akan pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan yang lebih baik untuk membebaskan kita dari kondisi saat ini sangatlah suram. Kami mengandalkan pasar pinggir jalan yang bisa Anda lihat di luar,” kata Sonny Karubaba yang sudah tinggal di Port Moresby selama 40 tahun sejak pengungsian besar-besaran pada April 1984 dari Jayapura.

“Hampir 99 persen dari kita tidak bekerja, kita harus mencukupi kebutuhan hidup kita,” lanjut Sonny seraya menambahkan seolah-olah masa depan belum cukup suram bagi anak-anak ini, sebidang tanah yang setidaknya memberikan sedikit harapan akan seperti apa rumah mereka nantinya sedang dalam sengketa sejak  2016.

Dia hanya berharap mereka sangat merindukan sebidang tanah untuk bisa membangun rumah dan keluarga di pinggiran Kota Port Moresby. Yang kedua adalah permohonan pengakuan dan identitas sebagai orang-orang yang bermartabat dan bebas dalam penghidupan.

“Kami bahkan tidak bisa mendapatkan Kartu Tanda Penduduk (NID) dengan status pengungsi kami. Untuk membuka rekening bank memerlukan NID, untuk bepergian ke luar negeri memerlukan paspor. Kebanyakan dari kami tidak memiliki identitas apa pun, dan kami masih dibatasi dalam mengakses layanan publik seperti kesehatan dan pendidikan yang memerlukan identitas formal,” kata pengungsi Sonny Karubaba.

“Sungguh tak terbayangkan, perlakuan paling kejam terhadap manusia yang bisa saya bayangkan,” tambahnya.

Dia hanya bilang mama-mama dan anak-anak pengungsi dari Papua Barat keluar dari tempat penampungan darurat sambil tersenyum.

“Sebuah harapan untuk hari esok yang lebih baik, meski tampaknya tidak ada yang menjanjikan kehidupan terbaik di ibu kota Papua New Guinea Port Moresby,” kata Sonny Karubaba yang cukup beruntung bisa bekerja di Port Moresby sekarang. (*)

Tags: bintang kejoraPapua BaratPasifikPort Moresby
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Hubungan Israel dengan Pasifik

Wakil PM Fiji: Hubungan Israel dan Pasifik alami, abadi, nyata

October 24, 2026
Kelompok gereja Pasifik

Kelompok gereja Pasifik menyerukan peninjauan peran Israel di PIF

October 24, 2026

Masyarakat sipil Papua Barat menyerukan akses untuk PBB dan Pasifik

October 22, 2026

DKPP sidangkan pengaduan dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat

October 21, 2026

Kuasa hukum tersangka berencana laporkan Kapolda Papua Barat ke Kompolnas

October 19, 2026

Empat nama ditetapkan sebagai calon sementara Ketum PSSI Papua Barat

October 17, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands
24 October 2026
Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands

Jayapura, Jubi – Residents of Mulima village in Libarek district, Jayawijaya regency, Papua Highlands, have condemned suspected arson after a [...]

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

October 24, 2026
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

October 24, 2026
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

October 24, 2026
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

October 24, 2026
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

October 24, 2026
Hubungan Israel dengan Pasifik

Wakil PM Fiji: Hubungan Israel dan Pasifik alami, abadi, nyata

October 24, 2026
Kelompok gereja Pasifik

Kelompok gereja Pasifik menyerukan peninjauan peran Israel di PIF

October 24, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

October 24, 2026
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Calon Ketum PSSI Papua Barat

Komite Pemilihan tetapkan empat calon Ketum PSSI Papua Barat

October 24, 2026
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

0
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

0
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

0
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

0
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

0
Hubungan Israel dengan Pasifik

Wakil PM Fiji: Hubungan Israel dan Pasifik alami, abadi, nyata

0
Kelompok gereja Pasifik

Kelompok gereja Pasifik menyerukan peninjauan peran Israel di PIF

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara