Jayapura, Jubi – Kepulauan Solomon menggelar program kesadaran bersiber di 21 sekolah di Honiara dan daerah di sekitarnya. Program tersebut melibatkan 10 ribu siswa, guru, dan komunitas.
Direktur Departemen Pencegahan Kejahatan Nasional (NCPD) Kepolisian Kepulauan Solomon Inspektur Steve Sunaone mengatakan risiko dan ancaman keselamatan bersiber menjadi permasalahan serius di negara mereka. Karena itu, kesadaran terhadap keselamatan siber juga mesti menyasar kepada anak, dan pemuda.
“Anak dan pemuda mencakup sekitar 70% populasi [penduduk] Kepulauan Solomon. Mereka menjadi kelompok paling rentan dalam keselamatan siber, seperti perundungan,” kata Sunaone, dikutip Solomontimes.com.
Menurutnya, kesadaran terhadap keselamatan bersiber menjadi salah satu strategi mereka dalam mencegah kejahatan di Solomon. Dia memastikan komitmen mereka terus berlanjut dengan memperluas jangkauan program ke provinsi lain.
Program kesadaran bersiber merupakan kolaborasi NCPD dengan Kementerian Komunikasi dan Penerbangan, serta Program Kemitraan Kepolisian RSIPF-AFP (RAPPP). Program tersebut diluncurkan sebagai respons terhadap meningkatnya ancaman dan risiko kekerasan berbasis siber di Solomon.
Materi edukasi program meliputi perundungan siber, perlindungan privasi, dan bijak dalam bermedia sosial. Selain itu, mengenali potensi ancaman daring, seperti penipuan, peretasan, dan misinformasi.
“Kaum muda makin terhubung secara daring dan terpapar dengan berbagai risiko [kejahatan] digital. Peningkatan kesadaran ini akan membekali siswa dengan pengetahuan dan alat untuk menjelajah dunia maya dengan aman,” kata Andrew Junior Aratara, anggota staf Tim Tanggap Darurat Kementerian Komunikasi dan Penerbangan.
Berdasarkan survei RAPPP, program tersebut mendapat respons positif dari para siswa dan guru. Kemampuan mereka meningkat dalam mengidentifikasi bahaya kekerasan berbasis daring
Karena itu, program tersebut juga bakal diperluas ke kelompok masyarakat lain, seperti Gereja, dan komunitas pegiat olahraga. Itu untuk memastikan semua kelompok peminat mendapat kesempatan setara dengan kelompok lain.
“Pendidikan sangat penting untuk melindungi masyarakat, terutama anak-anak, dan remaja dari risiko keselamatan daring. Pemerasan, perundungan, dan penargetan terhadap anggota masyarakat yang rentan merupakan ancaman serius, serta menjadi masalah yang terus berkembang di Kepulauan Solomon,” kata Kevin Shaw, Penasihat RAPPP. (*)





















Discussion about this post