Jayapura, Jubi – Sebuah jembatan tua telah digunakan kembali di Lae, Papua Nugini, setelah Jembatan Sungai Yalu ambruk akibat banjir akhir minggu lalu.
Hujan deras mendera Morobe selama berminggu-minggu. Koresponden RNZ Pacific di PNG, Scott Waide, mengatakan hujan masih akan turun, meskipun matahari bersinar pada Selasa (27/8/2024).
“Tiga atau empat bulan ini merupakan bulan yang tidak biasa. Kami mengalami hujan dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan hal itu memengaruhi jembatan dan jalan,” katanya dikutip jubi.id Kamis (29/8/2024).
Surat kabar Post-Courier melaporkan telah terjadi tiga kematian akibat hujan lebat, dengan dua orang terjebak tanah longsor dan satu orang hanyut.
Waide mengatakan jalan tersebut merupakan penghubung penting menuju bandara regional di Nadzab. Keadaan di sana sangat sepi selama beberapa hari.
“Jadi, lalu lintas terganggu. Bagian jembatan itu putus total sejak [Senin] malam. Jadi, petugas telah mengerjakannya selama tiga hari terakhir, dan pukul 10 malam [Senin], mereka berhasil memperbaiki akses sehingga truk bisa menyeberang.
“Namun, masih ada risiko hujan lebat, karena hujan masih turun. Kita beruntung karena hanya ada satu hari cerah [Selasa].”
Namun kini jembatan yang dinonaktifkan itu telah digunakan kembali untuk sementara. Adapun jembatan baru, yang merupakan bagian dari pelebaran jalan raya, sedang diselesaikan.
Waide mengatakan jalan yang menghubungkan ke jembatan tersebut merupakan bagian dari pekerjaan jalan yang sedang berlangsung. Jadi jembatan itu memang harus diganti, tetapi jembatan itu merupakan satu-satunya yang memberikan akses ke bandara.
“Hal ini memengaruhi pasokan makanan dan kemampuan masyarakat membawa makanan ke kota untuk dijual di pasar mereka.
“Ada pula kejadian di mana biaya jasa dan biaya barang meningkat sementara, seperti yang biasa terjadi ketika transportasi terganggu,” katanya. (*)























Discussion about this post