Jakarta, Jubi – Indonesia bersama Papua Nugini berkomitmen saling mendukung dan menghormati kedaulatan negara masing-masing. Isu yang dibahas kedua negara itu berpotensi dibawa ke forum internasional, termasuk saat Konferensi Tingkat Tinggi Kelompok Negara Melanesia atau MSG pada November mendatang.
Ketua DPR Puan Maharani mengatakan Indonesia dan Papua Nugini merupakan kekuatan ekonomi besar di Pasifik. Jika kedua negara tersebut berkolaborasi, pasti akan saling menguntungkan.
“Saya mencatat perkembangan nilai perdagangan kedua negara naik rata-rata 9,2 persen dalam lima tahun terakhir. Untuk itu, kelanjutan pembahasan Preferential Trade Agreement [perjanjian internasional dengan keanggotaan terbatas] menjadi sangat penting,” kata Puan, saat bertemu Ketua Parlemen Papua Nugini Job Pomat, di Kompleks DPR, Jumat (27/9/2024).
Puan dalam pertemuan itu menekankan solidaritas antarsesama negara Melanesia merupakan hal penting untuk memperkuat hubungan bilateral dan potensi kerja sama ke depan. Dia juga ingin penguatan hubungan antarmasyarakat dari kedua negara, semisal melalui pertukaran pemuda, dan kerja sama pendidikan.
“Pertemuan pada hari ini menunjukkan diplomasi Indonesia itu seimbang, yakni memerhatikan negara tetangga kita di timur [Papua Nugini]. [Jadi,] tidak hanya memerhatikan persaingan antarnegara besar,” kata Puan.
Pertemuan Puan dengan Pomat dibarengi dengan penandatanganan perjanjian kerja sama DPR dengan Parlemen Papua Nugini. Perjanjian itu berisi kesepakatan saling kunjung-mengunjungi antara pimpinan dan anggota legislatif kedua negara. Selanjutnya, saling mendukung dalam forum parlemen internasional, dan peningkatan kapasitas kelembagaan.
Kemudian, saling berbagi pengalaman dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan pada legislatif. Selain itu, kedua pihak menyepakati kerja sama antar-sekretariat legislatif Indonesia dengan Papua Nugini.
“Kerja sama ini untuk mendorong dialog politik antar-parlemen sehingga kedua negara dapat membahas berbagai isu, terkait kepentingan kedua negara. Kesepakatan ini juga untuk menjaga kondisi perbatasan kedua negara agar selalu kondusif,” kata Puan.
Dia mengklaim DPR berperan aktif dalam menjalankan diplomasi keparlemenan dalam lima tahun terakhir. Itu untuk mengatasi berbagai tantangan global dan memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia.
“Kami [DPR dan Parlemen Papua Nugini] berkomitmen terus meningkatkan hubungan yang telah terbina selama ini. Beliau [Job Pomat] juga menyampaikan akan selalu bekerja sama dengan DPR yang baru nanti,” ujar Puan. (*)

























Discussion about this post