Jayapura, Jubi – Prancis menjajah Kaledonia Baru sejak 1853 dan menjadikan koloni tersebut sebagai wilayah seberang laut pada 1946, memberikan hak kepada orang Kanak.
Christian Tein dari Sel Koordinasi Aksi Lapangan (CCAT) yang mengorganisir protes tersebut, mengatakan mereka akan terus mendorong penarikan reformasi pemilu, dan pada akhirnya, kemerdekaan wilayah tersebut.
“Kami tetap memobilisasi, kami mempertahankan perlawanan di lingkungan kami, dengan cara yang terstruktur dan terorganisir,” katanya dalam komentar yang disiarkan di Facebook yang dikutip jubi.id dari https://www.rnz.co.nz dan Reuters, Sabtu (25/5/2024).
Dia menambahkan para pendukung kemerdekaan sering kali kecewa dengan pemerintah di Paris dan berharap Macron akan menepati janjinya untuk tidak memaksakan reformasi pemilu.
Sementara itu, aparat kepolisian Prancis telah menembak mati seorang pria di Kaledonia Baru yang dilanda kerusuhan pada Jumat (24/5/2024) malam. Penembakan terjadi sehari setelah Presiden Emmanuel Macron berkunjung ke pulau Pasifik yang dikuasai Prancis itu untuk mencoba meredakan ketegangan.
Petugas polisi menggunakan senjatanya saat dia dan seorang rekannya diserang oleh sekelompok sekitar 15 orang sebelum tembakan dilepaskan, penyiar NC La 1ere mengutip pernyataan jaksa. Investigasi sedang berlangsung.
Kantor kejaksaan tidak segera membalas permintaan komentar.
Kematian pria berusia 48 tahun tersebut, yang juga dilaporkan oleh media lokal lainnya. Peristiwa nahas ini jelas, menambah jumlah korban tewas dalam 12 hari pergolakan. Hal ini terjadi karena dipicu oleh reformasi pemilu yang diperebutkan dan juga adanya kesenjangan ekonomi yang tajam antara penduduk asli Kanak dan penduduk Eropa dengan latar belakang berbeda.
Presiden Prancis Macron, dalam kunjungan satu hari pada Kamis (23/5/2024), menekan tombol jeda pada reformasi, yang akan memungkinkan ribuan warga Perancis yang telah tinggal di Kaledonia Baru selama 10 tahun untuk memilih, sehingga melemahkan suara warga Kanak, yang mencakup 41 persen suara dari populasi penduduk di Kaledonia Baru.
Ia tidak mengikuti tuntutan pihak-pihak yang menginginkan kemerdekaan agar perjanjian tersebut ditarik seluruhnya. Namun mengatakan ingin menggunakan minggu-minggu berikutnya untuk mencoba dan mencapai kesepakatan politik menyeluruh mengenai masa depan pulau tersebut.
Pemerintah Prancis telah mengirimkan ribuan pasukan polisi tambahan selama beberapa hari terakhir untuk membantu memulihkan ketenangan. Sebelumnya pada hari yang sama pihak berwenang mengatakan situasinya ‘relatif tenang’.
Polisi menghilangkan sekitar 100 penghalang jalan di seluruh Kaledonia Baru pada Jumat (24/5/2024).
Berdasarkan data sensus, wilayah kepulauan ini ditandai dengan kesenjangan ekonomi yang dalam.
Menurut sensus 2019 tingkat kemiskinan di kalangan penduduk asli Kanak, komunitas terbesar, adalah 32,5 persen, dibandingkan dengan 9 persen di kalangan non-Kanak. (*)























Discussion about this post