Nabire, Jubi – Penjabat Sekretaris Daerah atau Pj Sekda Provinsi Papua Tengah dr. Silwanus Sumule mengatakan kalau berbicara HIV AIDS itu bicara tentang empat hal yaitu absensia, be faithfull, kondom, dan obat. Penularan HIV AIDS di Papua Tengah, 93 persen karena hubungan seks.
Hal itu disampaikan dr. Silwanus Sumule di Ballroom Kantor Gubernur, Bandara Lama, Nabire, Papua Tengah pada Sabtu (23/8/2025).
Silwanus mengatakan selain itu HIV ditularkan melalui obat-obatan yaitu pengguna-pengguna narkoba, transfusi darah dan penularan dari ibu ke bayi melalui air susu ibu. Menurutnya seorang ibu hamil yang positif HIV, jika tidak ada intervensi medis di situ, maka itu dengan pasti sekitar 50 persen akan menularkan ke bayinya data membuktikan hal itu.
“Apa yang kita harus kita lakukan, saya pikir moment pada hari ini adalah hal yang sangat pas melalui FGD ini dapat menyusun satu modul pembelajaran untuk edukasi dan sosialisasi HIV AIDS kepada pelajar,” katanya.
Pj Sekda Papua Tengah menegaskan dengan dukungan keluarga dengan Masyarakat, dapat memutus rantai penularan. Telah banyak bukti yang menunjukkan bahwa mereka menjalani terapi dapat hidup sehat dan produktif bahkan menekan risiko penularan hingga angka nol.
“Melalui FGD ini saya berharap kita dapat mengidentifikasi potensi lokal yang layak diangkat dalam pembelajaran. Merumuskan strategi integrasi muatan lokal yang menyalurkan pendidikan budaya dan kesehatan dan menyusun langkah konkrit implementasi agar nilai-nilai lokal benar-benar hidup di sekolah-sekolah kita,” ujarnya.
Ketua Komisi Penanggulangan HIV AIDS atau KPA Provinsi Papua Tengah Freny Anow mengatakan saat ini tidak cukup hanya sosialisasi, jika dimungkinkan perlu menyiapkan alat kesehatan untuk dipergunakan KPA saat turun lapangan.
“Semua tokoh-tokoh kita harus bekerjasama mulai dari pribadi keluarga kami dan kelompok agar supaya kita sama-sama menjaga virus yang sedang berkembang ini. Karena Sosialisasi saja tidak cukup untuk mencegah penyebaran virus HIV AIDS tapi perlu ada modul yang dipake di sekolah untuk edukasi anak-anak sejak dini,” ujarnya. (*)





















Discussion about this post