• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Opini

Papua kaya, tetapi siapa yang menikmatinya?

Tanah Papua memiliki mineral, gas, hutan, laut, sungai, keanekaragaman hayati, karbon, serta kekayaan budaya yang nilainya luar biasa. Tetapi kekayaan suatu wilayah tidak dengan sendirinya membuat penduduknya sejahtera.

September 10, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
Papua Kaya

Agus Sumule-Dok. Jubi

0
SHARES
323
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Oleh: Agus Sumule

PAPEDA Summit 2026, 2-4 September, di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya tidak dapat berlangsung sampai tuntas.

Demonstrasi yang berlangsung di sekitar tempat pertemuan menunjukkan bahwa pembicaraan tentang pembangunan, investasi, konservasi, karbon, dan ekonomi hijau di Tanah Papua tidak dapat dilepaskan dari satu pertanyaan yang sangat mendasar: di manakah posisi masyarakat adat Papua dalam semua itu?

Pertanyaan tersebut patut kita dengarkan.

Tanah Papua memiliki mineral, gas, hutan, laut, sungai, keanekaragaman hayati, karbon, serta kekayaan budaya yang nilainya luar biasa. Tetapi kekayaan suatu wilayah tidak dengan sendirinya membuat penduduknya sejahtera.

Selama masih ada anak Papua yang sulit memperoleh pendidikan bermutu, ibu yang sulit mendapatkan pelayanan kesehatan, kampung yang tidak mempunyai air bersih, listrik dan internet, serta masyarakat adat yang kehilangan manfaat atas tanah dan sumber daya alamnya, kita belum dapat mengatakan bahwa kekayaan Papua telah sepenuhnya menjadi kesejahteraan manusia Papua.

BERITATERKAIT

Masyarakat sipil Papua Barat menyerukan akses untuk PBB dan Pasifik

Koalisi tagih janji Prabowo selesaikan masalah politik Papua secara damai

Wagub Papua apresiasi Papuan Leaders Bootcamp II

Kunjungan Sekjen PBB mesti menjadi momentum membuka masalah dekolonisasi Papua Barat

Karena itu, perdebatan kita seharusnya tidak berhenti pada pilihan sederhana: eksploitasi atau konservasi; investasi atau menolak investasi; tambang atau hutan.

Ada pertanyaan yang lebih penting:

Jika sumber daya alam dimanfaatkan, berapa besar manfaat yang diterima masyarakat adat pemilik wilayah tersebut? Dan jika hutan, laut dan biodiversitas Papua harus dijaga untuk kepentingan Indonesia dan dunia, berapa besar manfaat ekonomi dari konservasi itu yang kembali kepada masyarakat yang menjaga hutan dan laut tersebut?

Masyarakat adat tidak seharusnya hanya menerima kompensasi sekali bayar ketika tanah mereka digunakan.

Jika perusahaan memperoleh manfaat selama puluhan tahun dari wilayah adat, masyarakat adat juga harus mempunyai kemungkinan memperoleh manfaat jangka panjang melalui sewa lahan yang adil, profit sharing, dan—apabila memungkinkan secara hukum dan ekonomi—kepemilikan saham.

Tetapi uang yang diterima hari ini juga tidak boleh habis hari ini.

Sebagian pendapatan dari sewa, bagi hasil, dividen saham dan manfaat ekonomi lainnya perlu ditempatkan dalam Dana Abadi Masyarakat Hukum Adat.

Pokok dananya dijaga dan hasil pengembangannya digunakan untuk pendidikan anak-anak, kesehatan, kebudayaan, perlindungan wilayah adat, dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Dengan demikian, ketika tambang suatu hari berhenti beroperasi atau sumber daya tertentu telah habis, anak cucu masyarakat pemilik wilayah masih menikmati manfaatnya.

Prinsip yang sama berlaku bagi konservasi.

Jika dunia membutuhkan hutan Papua untuk menyimpan karbon, menjaga biodiversitas dan membantu mengendalikan perubahan iklim, maka masyarakat adat Papua tidak boleh hanya diberi gelar sebagai “penjaga hutan”.

Konservasi harus menghasilkan dividen kesejahteraan: pendidikan yang lebih baik, pelayanan kesehatan, air bersih, energi, konektivitas, pekerjaan, dan pendapatan bagi masyarakat pemilik wilayah.

Dengan kata lain, hutan yang tetap berdiri pun harus dapat menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat yang menjaganya.

Di sinilah pemerintah, perusahaan, lembaga konservasi, LSM, perguruan tinggi, gereja dan lembaga-lembaga keagamaan serta para mitra pembangunan perlu melakukan koreksi bersama.

Jangan hanya bertanya berapa hektar yang ditambang, berapa investasi yang masuk, berapa karbon yang disimpan, atau berapa hektar hutan yang berhasil dipertahankan.

Tanyakan juga:
Berapa anak Papua yang menjadi lebih terdidik?

Berapa keluarga masyarakat adat yang pendapatannya meningkat?

Berapa kampung yang memperoleh pelayanan kesehatan, air, listrik dan internet?

Berapa masyarakat adat yang benar-benar menjadi pemilik manfaat ekonomi dari tanah dan sumber daya mereka sendiri?

Otonomi Khusus dan RIPPP sebenarnya menyediakan ruang untuk melakukan transformasi itu melalui Papua Cerdas, Papua Sehat dan Papua Produktif.

Kita sudah mempunyai berbagai gagasan dan inovasi. Sekolah Sepanjang Hari (SSH), misalnya, dapat membantu anak-anak di kampung memperoleh pendidikan yang lebih baik.

Pelayanan kesehatan berbasis kader kampung, yang didukung internet dan sistem rujukan darat, laut dan udara, dapat mendekatkan pelayanan kepada masyarakat terpencil.

Penguatan konsumsi pangan lokal melalui program “One Day No Rice (ODNR) dapat menciptakan pasar bagi petani Papua.

Dan pembayaran jasa lingkungan serta Dana Abadi dapat mengubah kekayaan alam hari ini menjadi kekayaan antargenerasi.

Karena itu, mungkin pelajaran penting dari apa yang terjadi di Sorong bukanlah mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah.

Demonstrasi adalah pengingat bahwa pembangunan kehilangan legitimasi apabila masyarakat pemilik tanah merasa tidak memperoleh manfaat dan tidak menentukan masa depannya sendiri.

Tetapi kita juga membutuhkan ruang dialog yang aman, tempat perbedaan pendapat dapat dipertemukan tanpa intimidasi dan tanpa kekerasan.

Papua tidak harus memilih antara hutan yang lestari dan manusia yang sejahtera. Papua membutuhkan keduanya.

Tambang suatu hari akan habis. Gas akan habis. Hutan pun dapat hilang apabila kita gagal menjaganya. Tetapi sebelum semua itu terjadi, kekayaan Papua harus sudah berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih sulit habis: anak-anak Papua yang sehat dan berpendidikan, masyarakat adat yang kuat secara ekonomi, lembaga adat yang profesional, kampung yang maju, lingkungan yang tetap lestari, dan generasi Papua yang mampu menjadi tuan di atas tanahnya sendiri.

Pada akhirnya, mungkin hanya satu pertanyaan yang perlu terus kita ajukan:

Jika Papua memberikan mineral, gas, hutan, karbon, biodiversitas dan ruang hidup yang sangat bernilai bagi Indonesia dan dunia, berapa besar dari nilai itu yang sungguh-sungguh kembali menjadi masa depan manusia Papua? (*)

Penulis adalah akademisi Universitas Papua

Tags: KayamenikmatiPapuaSiapa
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Masyarakat sipil Papua Barat

Masyarakat sipil Papua Barat menyerukan akses untuk PBB dan Pasifik

October 22, 2026
Janji Prabowo selesaikan masalah Papua

Koalisi tagih janji Prabowo selesaikan masalah politik Papua secara damai

October 20, 2026

Wagub Papua apresiasi Papuan Leaders Bootcamp II

October 20, 2026

Kunjungan Sekjen PBB mesti menjadi momentum membuka masalah dekolonisasi Papua Barat

October 19, 2026

Gubernur Nawipa: Gereja berperan penting dalam pembangunan masyarakat Papua

October 17, 2026

Kriya Papua Ticha tampil di pameran internasional Korea Selatan

October 16, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

October 23, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

October 23, 2026
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

October 22, 2026
Film dokumenter pesta babi di Eropa

Film dokumenter Pesta Babi diputar 17 kali di sejumlah negara Eropa

October 21, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

0
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

0
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

0
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

0
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

0
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

0
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara