• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Opini

Siapa pembakar pesawat dan penahan pilot di Nduga?

February 13, 2023
in Opini
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: - Editor:
TPNPB

Ilustrasi TPNPB. -Jubi/Dok

0
SHARES
215
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

 

Oleh: Gembala Dr. A.G. Socrates Yoman

Peristiwa pembakaran pesawat Susi Air Pilatus Porter PC6/PK-BVY dan menahan Capt. Pilot Philip Marthens pada 7 Februari 2023, di Distrik Paro-Ndugama oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) sebagai peristiwa pengulangan saja, bukan peristiwa baru yang mengejutkan kita.

Sebelumnya, TPNPB membakar pesawat MAF PK-MAX yang dipiloti Capt. Alex Luferchek berkebangsaan Amerika, 6 Januari 2020 di Bandara Kampung Pagamba, Distrik Biandaga-Intan Jaya, Papua. Ada dua penumpang dalam pesawat yang dibakar TPNPB itu.

Ada juga penembakan yang menyebabkan kematian Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha, 25 April 2020 di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Hingga kini penembak sang jenderal ini masih misteri. Namun, negara menuduh pelakunya ialah pasukan TPNPB.

Ada peristiwa yang hampir sama, yaitu, penyerangan pos TNI di Kampung Kisor Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Kamis (21/9/2021), yang menewaskan empat anggota TNI AD. Keempat anggota TNI AD yang ditemukan meninggal dunia tersebut adalah Serda Amrosius, Praka Dirham, Pratu Zul Ansari, dan Lettu Chb Dirman.

Dari kekerasan ini, timbul pertanyaan kunci dalam tulisan ini. Pertanyaan-pertanyaan ini tidak mengurangi rasa hormat saya kepada pasukan TPNPB, yang berdiri kokoh dan gigih berjuang untuk hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat dan bangsa Papua Barat.

BERITATERKAIT

TPNPB Kodap Ndugama pelaku penembakan di jalan trans Wamena-Ndugama

TPNPB Kodap Ndugama bertanggung jawab terhadap penembakan ASN di Jayawijaya

TPNPB Kodap Yahukimo umumkan duka nasional setelah empat anggotnya tewas

Markas TPNPB di Puncak Jaya diserang militer Indonesia

Pertanyaan-pertanyaan itu adalah sebagai berikut:

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Pertama, apakah benar pembakar pesawat MAF PK-MAX pada 6 Januari 2020 di Distrik Biandag, Kabupaten Intan Jaya, Papua, dan pembakar pesawat Susi Air Pilatus Porter PC6/PK-BVY, 7 Februari 2023, di Distrik Paro, Kabupaten Nduga itu murni dilakukan oleh pasukan TPNPB?

Kedua, apakah ada tangan pasukan TPNPB yang “dipinjam” oleh pihak lain, untuk membakar pesawat MAF PK-MAX pada 6 Januari 2020 di Distrik Biandaga, Kabupaten Intan Jaya, dan membakar pesawat Susi Air Pilatus Porter PC6/PK-BVY pada 7 Februari 2023 di Distrik Paro, Kabupaten Nduga?

Ketiga, apakah benar penembakan terhadap Kepala BIN Daerah Papua, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha, di Beoga, Kabupaten Puncak, 25 April 2020 dilakukan oleh pasukan TPNPB?

Keempat, apakah benar penembakan terhadap empat anggota TNI: Serda Amrosius, Praka Dirham, Pratu Zul Ansari, dan Lettu Chb Dirman di Kampung Kisor, Distrik Aifat pada 21 September 2021, dilakukan oleh pasukan TPNPB?

Kelima, apakah benar Abraham Tatemte dan Melkias Ky yang ditangkap TNI/Polri dan sedang diproses di pengadilan negeri adalah pelaku atau terlibat dalam penyerangan dan pembunuhan empat anggota TNI di Kampung Kisor, Distrik Aifat, pada 21 September 2021?

Keenam, walaupun ribuan pasukan TNI organik dan nonorganik dikirim ke Papua dari waktu ke waktu untuk menghadapi pasukan TPNPB—yang sangat minim ketrampilan, persenjataan dan minim jumlah anggota, serta tidak ada peralatan canggih, tetapi kok pasukan TPNPB masih ada sampai sekarang?

Enam pertanyaan kunci di atas kita bandingkan dengan kutipan pandangan mendiang Dr. George Junus Aditjondro:

“…Jadi yang menghidupkan OPM juga tentara. Sekali lagi, maksudnya adalah biar ada uang operasi yang bos-bos atau jenderal-jenderalnya bisa makan. Kalau yang prajurit-prajurit, makannya cukup hasil tukar burung kuning. Yang bos-bos, makan jutaan duit operasi. Kalau tidak ada situasi genting, maka tidak akan keluar uang dari negara….Salah satu problem yang sering menghantui rakyat Papua, yaitu ‘OPM bayaran’ atau ciptaan aparat. OPM bayangan bentukan ini tidak segera dihilangkan, maka keberadaan Papua sebagai bagian terpadu dari Negara Kesatuan Republik Indonesia akan terus dipermasalahkan atau digugat…” (Aditjondro, 2000: 174, 175).

Enam pertanyaan kunci yang saya ajukan ini sangat mengganggu pikiran dan hati nurani saya selama ini. Pasalnya bahwa krisis kemanusiaan dan ketidakadilan di Tanah Papua yang berkepanjangan dan memakan banyak korban nyawa manusia, baik pihak rakyat sipil, maupun TNI/Polri.

Kita bisa tahu secara adil, benar dan transparan siapa pelaku sesungguhnya, apabila penembak Jenderal Gusti Putu, penembak 4 anggota TNI di Maybrat, pembakar pesawat di Intan Jaya, pembakar pesawat di Nduga, diinvestigasi oleh tim independen yang kredibel.  Selama ini rakyat Papua dan Indonesia, serta komunitas internasional mengkonsumsi informasi dari satu pihak, yaitu dari pihak pemerintah dan TNI/Polri.

Kalau diteliti secara cermat seluruh kekerasan dan kejahatan ini, sepertinya kanker kejahatan “by design” untuk beberapa tujuan sebagai berikut:

Pertama, upaya sistematis untuk pengusiran penduduk asli Papua dari tanah leluhurnya, supaya tanah yang dikosongkan itu diambil oleh kaum kapitalis (pemodal) untuk operasi kapitaliame dalam pertambangan emas dan minyak. Kapitalis atau pemodal pasti dilindungi oleh militer dan kepolisian dengan alasan perusahaan aset vital milik negara;

Kedua, tanah yang dikosongkan oleh penduduk asli Papua itu digunakan untuk pembangunan markas militer dan kepolisian yang lebih luas, pembangunan kodam-kodam dan polda, dengan alasan wilayah itu tidak aman dan untuk melindungi rakyat;

Ketiga, penduduk dari luar Papua didatangkan ke wilayah atau kampung-kampung yang sudah dikosongkan itu, untuk menduduki dan menempati kampung-kampung yang sudah kosong tadi. Jelaslah TNI/Polri menjadi penjaga/pelindung dari orang-orang pendatang itu;

Keempat, kekerasan ini juga bertujuan untuk memberikan label “teroris” kepada penduduk asli Papua, terutama kepada para pejuang keadilan, hak politik, kesamaan derajat, martabat kemanusiaan dan perdamaian;

Kelima, kekerasan ini juga mempunyai tujuan untuk menutupi kekerasan dan kejahatan negara selama ini, yang menyebabkan pelanggaran HAM berat—yang sudah menjadi persoalan kemanusiaan dan ketidakadilan di forum-forum internasional, termasuk dalam forum PBB. Penguasa Indonesia berusaha mencuci tangan dengan menghilangkan kekerasan negara dan dituduhkan kepada pasukan TPNPB;

Keenam, kekerasan dan kejahatan ini merupakan bagian integral dari pemusnahan etnis penduduk asli Papua secara sistematis, terstruktur, terpogram, terpadu, masif dan kolektif oleh negara.

Akhirnya, disimpulkan bahwa solusi militer tentang persoalan Papua selama 62 tahun (sejak 19 Desember 1961) belum pernah menyelesaikan akar persoalan Papua. Sebaliknya militerisasi justru memperpanjang kekerasan dan kejahatan negara yang mengakibatkan penderitaan penduduk asli Papua. (*)

*Penulis adalah Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua, pendiri, pengurus dan anggota Dewan Gereja Papua Barat (WPCC), anggota Konferensi Gereja-gereja Pasifik (PCC), dan anggota Aliansi Baptis Dunia (BWA)

Tags: opiniSocrates YomanTNI-PolriTPNPB
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Penembakan sopir oleh TPNPB di Wamena

TPNPB Kodap Ndugama pelaku penembakan di jalan trans Wamena-Ndugama

September 16, 2026
Penembakan ASN di Jayawijaya

TPNPB Kodap Ndugama bertanggung jawab terhadap penembakan ASN di Jayawijaya

September 10, 2026

TPNPB Kodap Yahukimo umumkan duka nasional setelah empat anggotnya tewas

September 3, 2026

Markas TPNPB di Puncak Jaya diserang militer Indonesia

August 20, 2026

KNPB dan TPNPB nyatakan sikap politik menolak Perjanjian New York

August 15, 2026

Konflik semakin mendalam: Pengungsi massal terjadi di Papua Pegunungan

August 5, 2026
Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Jayapura lawmakers highlight poor education and health infrastructure in Yoboi Village
25 September 2026
Jayapura lawmakers highlight poor education and health infrastructure in Yoboi Village

Sentani, Jubi – The Jayapura Regency Legislative Council’s (DPRK) Commission C has raised concerns over poor infrastructure and inadequate education [...]

Wildfires and drought hit Fakfak Regency
25 September 2026
Wildfires and drought hit Fakfak Regency

Manokwari, Jubi – Forest and land fires and drought are affecting Fakfak Regency in West Papua, disrupting school activities in [...]

Ant-Plant Harvesting in Wasur Forest Supports Local Livelihoods
24 September 2026
Ant-Plant Harvesting in Wasur Forest Supports Local Livelihoods

Merauke, Jubi – Carrying a bamboo pole fitted with a simple hook, Hilarius Gebze walks through the forest around Biras, [...]

Kadepa calls for political action to address Papua’s problems
23 September 2026
Kadepa calls for political action to address Papua’s problems

Jayapura, Jubi – Papua needs practical action rather than political disputes and heated debate, according to Papuan political figure Laurenzus [...]

Malind Indigenous group calls for police to drop case against land defender
23 September 2026
Malind Indigenous group calls for police to drop case against land defender

Jayapura, Jubi – Solidaritas Merauke has urged police to stop what it describes as the criminalisation of Ariston Moiwend Buako, [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Regi Aditya

Laga melawan Persis Solo menjadi ajang pembuktian Regi Aditya

September 25, 2026
Jurnalis Papua

Selamat jalan dua jurnalis Papua, Joost Mirino dan Hendrikus Ondi

September 25, 2026
Kabupaten Puncak

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunker ke Kabupaten Puncak

September 25, 2026
PNG

PM PNG serukan tindakan global segera atasi perubahan iklim

September 25, 2026
Konflik

Konflik di Papua Barat dan Warga Sipil Harus Menanggung Akibatnya

September 25, 2026
Pasifik

Benarkah El Nino Penyebab Langsung Gelombang Laut yang Ganas di Pasifik?

September 25, 2026
MRP Papua Selatan bentuk Pansus

Komnas HAM didesak segera investigasi kasus Leonardo Konorop

September 25, 2026
Bougainville

Percayalah pada prosesnya, Bougainville akhirnya bisa merdeka dari PNG

September 22, 2026
Pelatih Persipura

Regi Aditya ambil alih kursi pelatih Persipura

September 24, 2026
Bougainville

Buin tuan rumah Festival Cokelat Bougainville ke 10

September 23, 2026
Solomon

10 Menteri Kepulauan Solomon mengundurkan diri

March 17, 2026
Pohon

Ratusan relawan tanam 420 pohon cemara di bukit Telaga Ria

March 14, 2026
Pemeriksaan kesehatan

Dinkes Jayapura hadirkan dokter spesialis saat pemeriksaan kesehatan gratis

March 17, 2026
Komnas HAM

Penggusuran paksa tanah masyarakat adat Biak diadukan ke Komnas HAM

March 17, 2026
Regi Aditya

Laga melawan Persis Solo menjadi ajang pembuktian Regi Aditya

0
Jurnalis Papua

Selamat jalan dua jurnalis Papua, Joost Mirino dan Hendrikus Ondi

0
Kabupaten Puncak

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunker ke Kabupaten Puncak

0
PNG

PM PNG serukan tindakan global segera atasi perubahan iklim

0
Konflik

Konflik di Papua Barat dan Warga Sipil Harus Menanggung Akibatnya

0
Pasifik

Benarkah El Nino Penyebab Langsung Gelombang Laut yang Ganas di Pasifik?

0
MRP Papua Selatan bentuk Pansus

Komnas HAM didesak segera investigasi kasus Leonardo Konorop

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara