Jayapura, Jubi – PSBS Biak Numfor gagal mengamankan tiga poin pada laga debut mereka di Stadion Utama Lukas Enembe, Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (11/1/2025). Pada laga putaran kedua kompetisi Liga 1 itu PSBS ditahan imbang oleh Persib Bandung dengan skor 1-1.
PSBS Biak tampil penuh gairah di hadapan publik sendiri di Stadion Utama Lukas Enembe. Mereka mengawali pertandingan dengan menekan pertahanan Persib Bandung. Sejumlah serangan dari lini sayap langsung dilancarkan.
Sementara Persib bermain lebih sabar dan tampak hati-hati membangun serangan. Namun pasukan Maung Bandung itu tampak mendominasi penguasaan bola.
Lini tengah Persib yang digalang Marc Klok, Tyronne Gustavo Del Pino, Adam Alis, dan Rachmat Irianto tampak lebih hidup dan coba mendikte permainan PSBS.
Menit ke-20, gelandang serang PSBS, Adam Alis membuat seisi stadion terhenyak lewat sebuah tembakan spekulasi. Sayang upayanya itu masih mengenai tiang gawang sebelah kiri.
Persib kembali mendapatkan sebuah peluang emas pada menit ke-26. Akselerasi penyerang sayap, Ryan Kurnia menusuk jantung pertahanan PSBS. Namun tembakannya masih melambung di atas mistar gawang PSBS.
Giliran PSBS mendapatkan sebuah momentum emas pada menit ke-41. Akan tetapi tembakannya masih bisa ditepis penjaga gawang Persib.
BERITATERKAIT
Babak pertama kedua tim tak banyak membuat peluang berbahaya dan berakhir dengan skor imbang tanpa gol.
Babak Kedua
Persib mengawali babak kedua dengan langsung menyerang pertahanan PSBS. Sayang, sebuah peluang pertama dari Alexsandro masih digagalkan oleh pemain belakang PSBS.
Persib tak tinggal diam, mereka kembali mencoba menguasai bola dari lini tengah. Namun ketiadaan Rachmat Irianto yang ditarik keluar karena cedera membuat mereka sedikit kehilangan sentuhan.
PSBS kini mendominasi permainan di awal babak kedua. Sebuah peluang di menit ke-49 didapat PSBS. Akan tetapi tendangan Williams Lugo masih melebar di sisi kiri gawang Persib.
Menit ke-52, permainan semakin memanas dan mengakibatkan bek Persib, Nick Kuipers terkena kartu merah (dua kartu kuning). Kini PSBS mendapatkan keuntungan dengan unggul jumlah pemain.
PSBS sebenarnya nyaris membuat gol pada menit ke-58. Namun sontekan James Kelly Sroyer yang berdiri bebas di depan gawang Persib masih melebar.
Semenit kemudian, PSBS coba menambah daya gedor di lini depan. Pelatih Emral Abus memasukkan Todd Rivaldo Ferre.
PSBS membuat gol lewat sundulan Abel Arganaraz pada menit ke-60, namun wasit harus mengecek VAR untuk memastikan gol tersebut karena indikasi offside. Wasit kemudian mensahkan gol tersebut setelah hasil pengecekan VAR memutuskan tidak terjadi offside. PSBS unggul 1-0.
Setelah unggul, skuad PSBS tampak semakin percaya diri. Mereka kian mendominasi pertandingan. Sejumlah terobosan beberapa kali menembus pertahanan Persib, namun belum merubah kedudukan.
Menit ke-85, Persib mendapatkan peluang emas lewat eksekusi tendangan bebas tipis di luar kotak penalti PSBS. Tyronne Gustavo akhirnya sukses memanfaatkan peluang tersebut. Eksekusinya menjebol gawang PSBS dan mengubah kedudukan menjadi imbang 1-1.
Hingga menit terakhir babak kedua, PSBS terus menggempur pertahanan Persib. Namun upaya mereka selalu gagal. Skor pun bertahan dengan skor imbang 1-1.
Tak Sesuai Target
Hasil imbang kontra Persib tak sesuai target yang diusung PSBS. Klub berjulukan Badai Pasifik itu awalnya berharap memetik tiga poin pada laga debut mereka di Stadion Lukas Enembe.
Hasil itu tak mengubah posisi PSBS di peringkat ke-9 dengan mengumpulkan 26 poin.
Juru taktik PSBS, Emral Abus mengaku sedikit kecewa dengan hasil tersebut. Namun, ia menilai tim Persib memang sulit dikalahkan meskipun sudah kehilangan satu pemainnya akibat kartu merah.
Ia menyebut timnya gagal memetik kemenangan akibat sebuah pelanggaran yang dibuat anak asuhnya dan melahirkan hadiah tendangan bebas bagi tim lawan yang membuahkan gol penyeimbang.
“Secara hasil kami sedikit kecewa karena tidak sesuai target. Awal-awal pertandingan Persib sangat kuat tapi akhirnya kita bisa menguasai pertandingan, namun pada akhir babak kedua sebuah pelanggaran membuahkan hasil bagi Persib dan membuat skor imbang, kami mohon maaf kepada masyarakat Papua khususnya Biak Numfor,” kata Abus pada konferensi pers usai laga.

Striker PSBS, Beto Goncalves juga mengakui Persib sulit untuk ditaklukkan. Meski kecewa dengan hasil itu, namun ia bahagia bisa bermain kembali di Jayapura.
“Hasil ini tidak maksimal tapi kita akui tim lawan sangat kuat dan punya kualitas. Kita bangga dengan hasil ini dan bangga luar biasa. Hari ini saya sangat senang karena bisa kembali bermain di Jayapura,” kata Beto.
Dari kubu Persib, pelatih Bojan Hodak mengungkapkan kekecewaannya pada kepemimpinan wasit yang menurutnya kurang jeli dalam membuat keputusan.
“Kita tidak mau banyak mengeluh, tapi beberapa keputusan wasit banyak merugikan kita. Kita memang mendominasi pertandingan tapi sekali lagi walau mempermasalahkan keputusan wasit kita tetap menerima hasil ini,” kata Hodak.
Gelandang naturalisasi Persib, Marc Klok juga menyayangkan keputusan wasit yang merugikan timnya dengan sejumlah keputusan. Ia juga mengeluhkan pemilihan markas PSBS di Stadion Lukas Enembe yang memakan perjalanan cukup jauh.
“Kita bersyukur dengan satu poin dan saya setuju dengan pelatih soal kepemimpinan wasit. Kami juga bingung dengan keputusan PSBS yang memilih bermain kandang di Jayapura dengan perjalanan yang jauh,” kata Klok.
Hasil ini juga tak mengubah posisi Persib Bandung yang tetap bercokol di puncak klasemen sementara Liga 1 dengan 40 poin tanpa tersentuh kekalahan. (*)


































