• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Olahraga

Ditinggal Owen, PSBS Biak muncul dengan wajah baru

July 10, 2025
in Olahraga
Reading Time: 6 mins read
0
Penulis: Sudjarwo Husain - Editor: Syofiardi
PSBS Biak Numfor

Skuad PSBS Biak di Kompetisi Liga 1 musim lalu. –Jubi/Dok PSBS Biak Numfor

0
SHARES
81
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Beragam pertanyaan muncul mencoba mengorek informasi tentang nasib PSBS Biak Numfor, satu-satunya klub sepak bola asal Papua yang berkiprah di kompetisi Liga 1.

Masa depan klub ‘Badai Pasifik’ itu dilingkupi tanda tanya besar pasca ditinggal Owen Rahadian dan Eveline Sanita Injaya.

Owen dan Eveline, pasangan suami-istri yang menyuntikkan dana segar kepada klub PSBS. Mereka sosok penting di balik torehan sejarah baru bagi PSBS promosi ke Liga 1, setelah selama bertahun-tahun berkutat di kompetisi sepak bola kasta kedua.

Yan Permenas Mandenas, politisi asal Papua, menjadi inisiator kebangkitan PSBS dan membawa Owen bergabung dengan klub tersebut. Kedua nama itu berperan besar di balik kesuksesan PSBS menjuarai kompetisi Liga 2 musim 2023/2024 dan promosi ke Liga 1 2024/2025.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Kepengurusan klub PSBS kemudian dikelola secara profesional, mengacu pada regulasi yang diberlakukan oleh otoritas tertinggi sepak bola Indonesia dan kompetisi. Owen menjadi owner dan pemilik saham mayoritas klub. Sedangkan Eveline sebagai presiden direktur dan Mandenas menjabat presiden klub.

PSBS yang tadinya ‘bukan siapa-siapa’ dalam riwayat kompetisi sepak bola Indonesia, menjelma menjadi tim penuh kejutan dengan skuad yang dihiasi pemain-pemain berpengalaman. Itu sudah terlihat dari keseriusan mereka membentuk komposisi tim yang gemuk pada Liga 2 2023/2024.

Infografis PSBS Biak Numfor

BERITATERKAIT

Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

Dua penyerang Persipura masih butuh adaptasi

Menghitung napas Persipura dalam enam pertandingan terakhir

RD ungkap penyebab kekalahan Persipura saat bersua PSS Sleman

Mereka mendatangkan sejumlah pemain ternama, seperti Fabiano Beltrame, Ruben Karel Sanadi, Nelson Alom, Muhamad Tahir, Otavio Dutra, Beto Goncalves, Osas Saha, dan satu striker baru asal Brasil, Alexsandro dos Santos Ferreira yang belakangan menjadi top skor, sekaligus pemain terbaik di Liga 2, menggenapkan raihan juara PSBS musim itu.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Setelah memastikan satu tempat pada kasta tertinggi, manajemen PSBS tak mau sekadar numpang lewat. Pemain dan pelatih asing top dari Amerika Latin mereka datangkan agar bisa bersaing di kompetisi Liga 1.

Di kursi pelatih, mereka merekrut Juan Esnaider, eks pemain Juventus dan Atletico Madrid, beserta enam pemain asing, Julian Velazquez, Jonata Machado, Williams Lugo, Abel Arganaraz, Takuya Matsunaga, dan Gabriel Esparza.

Dalam perjalanan kompetisi Liga 1 musim lalu, PSBS beberapa kali melakukan pergantian pelatih. Mereka mendepak Juan Esnaider dan menyerahkan tugas meracik tim kepada Marcos Guillermo Samso dan Emral Abus. Begitu pula dengan Gabriel Esparza yang dilepas dan digantikan Ariel Nahuelpan.

Meski gagal menembus posisi lima besar, PSBS sebagai tim debutan sanggup finis di peringkat ke-9, di atas Arema, Persita Tangerang, Persik Kediri, dan Madura United. Sebuah pencapaian yang cukup membanggakan.

Namun di akhir kompetisi, kabar tak sedap menyeruak dari tubuh manajemen klub. Eveline Sanita Injaya mendadak mundur dari jabatan presiden direktur karena menyebut ada kegaduhan dalam manajemen PSBS. Owen menyusul langkah sang istri, mundur dari PSBS.

Kembalikan saham

Mundurnya Owen dan Eveline memunculkan kabar spekulasi yang berseliweran di jagad maya. Juga menghadirkan kegelisahan kepada pecinta PSBS. Klub yang baru saja merasakan ‘kenikmatan’ berkancah di kompetisi Liga 1 dan menjadi ‘penjaga muka’ sepak bola Papua di kompetisi sepak bola Indonesia, tiba-tiba harus ditinggalkan donaturnya.

Owen mengatakan sudah mengembalikan seluruh saham kepada masyarakat Biak Numfor. Ia dan para pemegang saham lainnya memutuskan itu usai laga terakhir yang dijalani PSBS pada kompetisi Liga 1 musim lalu.

“Usai laga terakhir PSBS, kita dari pemegang saham sudah mengambil keputusan untuk mengembalikan semua saham kepada masyarakat Biak. Masa depan PSBS saya serahkan kepada masyarakat Biak,” kata Owen, Jumat (4/7/2025).

Meski sudah menyerahkan saham kepada masyarakat Biak Numfor, Owen mengaku, istrinya, Eveline Sanita Injaya, akan tetap siap jika diminta untuk kembali menahkodai klub itu.

PSBS Biak Numfor
Skuad PSBS Biak Numfor saat pemusatan latihan di Yogyakarta jelang Liga 1 musim depan. –Jubi/Dok PSBS Biak Numfor

“Saya rasa, apa pun yang terjadi di dalam, kegaduhan dan beda pendapat itu hal yang wajar. Lebih baik kita kembalikan ke masyarakat dulu dan saya mendingan mundur. Namun, jika masyarakat Biak memilih kami kembali, saya rasa Ibu Eveline siap dan dia juga layak membantu PSBS,” ujarnya.

Pada 27 Mei 2025, dua petinggi klub PSBS, Yan Permenas Mandenas dan Jimmy Carter Kapisa, secara resmi menandatangani sirkuler surat pengembalian PSBS kepada masyarakat Biak.

Keputusan itu mereka ambil setelah Owen Rahadian sebegai komisaris lebih awal mengambil sikap mengembalikan PSBS kepada publik ‘Kota Karang Panas’ akibat tidak nyaman dengan kondisi internal saat ini.

“Kami sudah menandatangani sirkuler atau surat kesepakatan bersama untuk mengembalikan PSBS kepada masyarakat Biak Numfor karena klub kebanggaan ini sejatinya adalah klub milik masyarakat Biak Numfor yang dipercayakan untuk dijaga dengan baik dan sewaktu-waktu dapat dikembalikan kepada masyarakat. Ini jalan terbaik,” kata Mandenas.

Selepas penyerahan itu, Mandenas mengungkapkan dirinya sudah tak lagi berada dalam tim PSBS. Ia menyatakan hal tersebut lewat akun Instagramnya pada 25 Juni 2025 menjawab pertanyaan publik.

“Saya sudah tidak di PSBS lagi karena sudah mengembalikan manajemen ke teman-teman Biak,” ujarnya.

Sedangkan Jimmy Kapisa menyatakan pengembalian klub PSBS ke masyarakat Biak melalui siaran resmi klub pada akhir Mei 2025. Ia mengatakan tak perlu ada keraguan dengan nasib PSBS di Liga 1.

“Kita tidak perlu ragu dengan masa depan PSBS. Kita harus tetap mendukung penuh karena PSBS merupakan satu-satunya wakil Papua di Liga 1,” kata Kapisa yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Biak.

Namun, ketika dikonfirmasi Jubi.id perihal kondisi tim PSBS saat ini melalui WhatsApp, Jumat (4/7/2025) dan Senin (7/7/2025), Jimmy Kapisa belum merespons pertanyaan Jubi.

Tujuh pemain PSBS hengkang ke Persipura

Kepindahan Owen Rahadian ke Persipura Jayapura turut berdampak kepada skuad PSBS Biak Numfor. Tujuh pemain yang menjadi pilar mereka pada kompetisi Liga 1 musim lalu memutuskan angkat kaki dan mengikuti jejak Owen hijrah ke Persipura.

Tujuh pemain itu adalah penjaga gawang John Pigai, Febrianto Uopmabin, Todd Rivaldo Ferre, Marckho Merauje, Jeam Kelly Sroyer, Sukandar Kansai, dan satu gelandang asal Jepang, Takuya Matsunaga. Ketujuh pemain tersebut sudah bergabung dalam pemusatan latihan (TC) Persipura di Yogyakarta, sejak 1 Juli 2025.

Lalu, ada nama Ruben Karel Sanadi. Bek kiri yang pada musim lalu ikut mengantarkan Bhayangkara FC promosi ke Liga 1. Ruben merupakan mantan kapten PSBS Biak Numfor yang membawa tim tersebut menjuarai Liga 2 musim 2023/2024 hingga promosi ke Liga 1.

Semua pemain itu rela turun kasta, meninggalkan klub mereka yang berkiprah di kompetisi sepak bola kasta tertinggi untuk membela tim Mutiara Hitam di Liga 2. Keputusan yang mengejutkan, namun seolah membuktikan besarnya pengaruh Owen Rahadian untuk klub sepak bola Papua.

PSBS Biak Numfor
Gelandang PSBS Biak, Alpons Migau saat berlatih dengan rekan-rekannya jelang Liga 1 musim depan. –Jubi/Dok PSBS Biak Numfor

Owen pernah mengungkapkan, kepindahannya ke Persipura tak otomatis memboyong serta gerbong PSBS. Ia dengan tegas mengatakan dirinya lebih memprioritaskan pemain lokal untuk mengisi skuad Persipura.

Saat dikonfirmasi Jubi, penjaga gawang John Pigai menuturkan ia memilih kembali ke Persipura karena tergerak untuk membantu mengangkat tim ‘Mutiara Hitam’ kembali ke kasta tertinggi.

“Karena ada kerinduan yang sangat besar untuk bisa menjadi bagian dari sejarah untuk mengembalikan tim kebanggaan orang Papua ke jalurnya, yaitu kasta tertinggi di Indonesia,” kata John Pigai, Senin (7/7/2025).

PSBS mulai beraktivitas

Sempat tenggelam dan tak ada kabar aktivitas persiapan tim, PSBS Biak Numfor akhirnya mulai memperkenalkan wujud baru mereka. Klub ‘Badai Pasifik’ bergerak senyap dan diam-diam sudah mematangkan rencana menuju kompetisi.

Dalam unggahan pada akun Instagram resmi PSBS, Senin (7/7/2025), manajemen Badai Pasifik yang diwakili ketua harian Jimmy Kapisa sudah memulai langkah persiapan tim menuju Liga 1 musim depan.

Pergerakan itu menepis kabar miring tentang kondisi tim PSBS. Mereka tak hanya memperkenalkan apparel kostum baru yang akan dikenakan pada Liga 1 musim depan, tapi juga memperlihatkan aktivitas para pemain yang sedang berlatih.

Dari bocoran Robertino Pugliara, eks pemain Persipura yang menjadi penerjemah pelatih PSBS mengungkapkan jika pergerakan timnya sudah dimulai sejak Juni 2025. Bahkan ia membocorkan jika PSBS kini ditangani manajemen baru.

“Manajemen baru sudah masuk dari awal Juni. Prosesnya mungkin agak lama karena tim baru saja transisi, saya juga masih menunggu arahan dari manajemen yang baru,” kata Robertino.

Gelandang PSBS jebolan tim sepak bola PON Papua, Alpons Migau juga membenarkan jika ia dan rekan-rekannya sudah berkumpul dan telah berlatih selama tiga hari. Mereka menjalani pemusatan latihan (TC) di Yogyakarta.

“Iya Kaka, kami [PSBS] sudah berkumpul dan menjalani TC di Yogyakarta. Hari ini hari ketiga kami latihan,” kata Alpons.

Ganti pelatih dan datangkan pemain baru

PSBS memang dikabarkan sudah memiliki nahkoda baru. Hanya saja, belum ada pernyataan resmi dari pihak klub. Bahkan, berdasarkan informasi dari sumber dalam tim yang enggan disebutkan namanya, PSBS juga sudah ditangani pelatih baru.

Manajemen PSBS tak melanjutkan kerja sama dengan juru taktik asal Argentina, Marcos Guillermo Samso. Sebagai gantinya, mereka mendatangkan pelatih asal Portugal yang sebelumnya melatih di Persik Kediri. Pelatih tersebut adalah Divaldo Alves.

Sejumlah pemain asing PSBS di musim lalu juga sudah tak dipertahankan dan menggantinya dengan wajah-wajah baru. Namun mereka belum merilis secara resmi daftar pemain baru yang sudah direkrut.

Pengamat sepak bola Papua, Nando Fairyo mengatakan PSBS masih akan tetap eksis di Liga 1 jika mereka bisa kembali mendapatkan dukungan dari manajemen yang kuat secara finansial, seperti yang sudah terjadi sewaktu dinahkodai Owen Rahadian dan Yan Mandenas.

PSBS Biak Numfor
Pengamat sepak bola Papua, Nando Fairyo di studio Jubi TV. –Jubi/ Dok Jubi TV

“PSBS bisa eksis tergantung manajemen yang solid dan tentunya dana yang kuat. Jika dana belum ada, maka akan sulit bicara teknis lainnya,” kata Nando.

Menurutnya, PSBS bahkan bisa saja berprestasi di Liga 1 jika manajemen mereka yang baru tak hanya kuat secara finansial tapi juga tepat dalam menentukan pelatih dan pemain-pemain baru.

“Sepak bola adalah permainan kolektif, jadi selama ada kolaborasi pemain-pemain yang mumpuni, dan didukung dengan manajemen yang punya dana kuat, itu bisa membuat mereka menuai prestasi,” ujar Nando.

Terpisah, suporter PSBS Biak Numfor dari kelompok ‘Combrof Pasifik Tanah Tabi’ mengaku kehilangan petinggi klub seperti Owen Rahadian, Eveline Sanita Injaya, dan Yan Mandenas. Hal itu, katanya, sulit diterima. Apalagi tim sedang merintis catatan sejarah baru di kompetisi kasta tertinggi.

Namun mereka tetap optimistis di era manajemen yang baru pada Liga 1 musim depan, PSBS bisa membuat kejutan dan melampaui kiprah mereka di musim lalu.

“Suporter berharap di tangan putra-putra Biak inilah PSBS bisa masuk dalam daftar tim elit Indonesia,” kata Dr Daniel Womsiwor, pembina suporter PSBS Combrof Pasifik Tanah Tabi yang sehati-hari wakil dekan III Fakultas Ilmu Keolahragaan Uncen.

Womsiwor mengatakan musim pertama PSBS finis di peringkat ke-9, maka di musim kedua nanti kalau boleh masuk enam besar.

“Tentu manajemen harus berani datangkan pemain dan pelatih top agar target bisa tercapai,” ujarnya.

Kompetisi Liga 1 musim depan rencananya akan bergulir pada Agustus mendatang. Manajemen PSBS melalui Jimmy Kapisa yang saat ini didapuk menjadi ketua harian klub sudah meninjau langsung Stadion Maguwoharjo, Sleman, yang akan menjadi markas PSBS.

PSBS Biak Numfor bermarkas di Stadion Maguwoharjo karena gagal bermarkas di Bandung. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Continue Reading
Tags: BRI Liga 1Owen Rahadianpersipura jayapuraPSBS Biak NumforSepakbola Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

KONI Papua

KONI Papua agendakan raker dan musorprov usai Paskah

April 2, 2026
Persipura

Dua penyerang Persipura masih butuh adaptasi

March 27, 2026
Persidafon

Bupati dan wakil bupati Jayapura kembali ‘hidupkan’ Persidafon

March 18, 2026

Wabup Jayapura pastikan Persidafon berlaga di Liga 4 Papua

March 5, 2026

Kekalahan Persipura di dua laga tandang, konsistensi pelatih diragukan

March 2, 2026

Pendaftaran dan kick off Liga 4 Papua diperpanjang

February 24, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara