Jayapura, Jubi – Hingga 66 hari sebelum Pekan Olahraga Nasional atau PON XXI Aceh – Sumatera Utara resmi dibuka pada 8 September 2024 mendatang, Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI Provinsi Papua masih menanti kucuran anggaran Pemerintah Provinsi Papua untuk Kontingen PON Papua. Selain itu, Ketua Kontingen PON Papua juga belum ditunjuk.
Usai bertemu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua di Kota Jayapura pada Selasa (2/7/2024), Wakil Ketua III KONI Papua, Elia Loupatty mengatakan pihaknya belum bisa mengumumkan berapa besaran kucuran anggaran Pemprov Papua bagi Kontingen PON Papua. Menurut Elia, Pemprov Papua masih masalah anggaran itu dengan Bagian Keuangan Pemprov Papua dan Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Papua.
“Mudah-mudahan dalam minggu ini bisa ada realisasi sesuai dengan kondisi keuangan Pemerintah Provinsi Papua,” kata Elia.
Kini, KONI Papua harus merevisi rencana pembiayaan Kontingen PON Papua dalam PON XXI. Pemerintah Provinsi Papua punya anggaran terbatas, dan kemungkinan akan mengucurkan hibah dengan nilai yang jauh lebih kecil dari nominal awal anggaran yang diminta KONI Papua.
Elia tidak mau menyebutkan nilai nominal anggaran yang dibahas dalam pertemuannya dengan Pemprov Papua. Ia beralasan ingin menunggu terbitnya Surat Keputusan Penjabat Gubernur Papua terkait dukungan anggaran Kontingen PON Papua.
“Setelah ada SK Gubernur, baru bisa diumumkan berapa nominal yang kami dapat, dan berapa atlet serta rombongan kami berangkatkan [ke Aceh dan Sumatera Utara],” ujarnya.
Elia juga menjelaskan bahwa hingga kini Pemerintah Provinsi Papua belum menunjuk Ketua Kontingen PON Papua. Menurutnya, penunjukan Ketua Kontingen PON Papua akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Pada prinsipnya kontingen Papua akan ikut berpartisipasi di PON XXI Aceh – Sumatera Utara. Kami harus memberangkatkan atlet kami. KONI [Papua] secara teknis akan mengatur dengan Kontingen [PON Papua]. Kontingen bukan dipimpin oleh KONI [Papua], tapi oleh [Ketua Kontingen] yang ditetapkan Pemprov Papua. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada Ketua Kontingen,” katanya.
Hibah
Sekretaris Umum KONI Papua, George Weyasu yakin Pemprov Papua dukungan anggaran Pemprov Papua bagi Kontingen PON Papua akan segera dikucurkan. Pasalnya, skema penyaluran anggaran itu sudah dibahas.
“Jadi itu nanti [dukungan anggaran itu] sifatnya hibah. Nanti [Naskah Perjanjian Hibah Daerah] akan ditandatangani Ketua KONI Papua dan Kepala Disorda Papua. Nanti KONI akan mengajukan permohonan kepada Disorda Papua untuk persiapan menuju PON,” kata Weyasu.
Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw mengatakan pihaknya telah meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Papua segera menyiapkan anggaran Kontingen PON Papua. Namun Jhony juga tidak mengungkapkan berapa nominal anggaran yang akan dikucurkan.
“Kami sudah terima proposal dari KONI ke DPR Papua, dan kami juga sudah sampaikan kepada TAPD. Semoga mereka bisa selesaikan berapa besar anggaran yang dibutuhkan. Soal verifikasi dan berapa besar kebutuhan [Kontingen PON Papua], itu tanggung jawab TAPD dan KONI,” katanya.
Jhony menyatakan DPR Papua siap untuk memberikan izin prinsip pembahasan dan persetujuan hibah bagi Kontingen PON Papua mendahului pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2024. Pasalnya, waktu pelaksanaan PON XXI Aceh – Sumatera Utara yang kian dekat.
“Sampai saat ini, materi APBD Perubahan [2024] belum masuk [ke DPR Papua]. Sedangkan PON ada di bulan September, tinggal dua bulan lagi. Kami bisa minta [pembahasan anggaran hibah Kontingen PON Papua] mendahului APBD [Perubahan 2024]. Silahkan pihak pemerintah mengajukan ke kami,” ujar Jhony.
Tenggat 8 Agustus
Upacara Pembukaan PON XXI Aceh – Sumatera Utara memang baru akan dibuka 66 hari lagi. Akan tetapi, kepastian anggaran dan penunjukan Ketua Kontingen PON Papua tidak bisa ditunda lagi.
Pada 8 Agustus 2024, Kontingen PON Papua harus mengikuti Pertemuan Registrasi Delegasi (Delegation Registration Meeting/DRM) dan Pertemuan Ketua Kontingen (Chief de Mission Meeting). Dalam pertemuan itu, Kontingen PON Papua wajib membayar dana kontribusi akomodasi atlet dan ofisialnya.
Sekretaris Umum KONI Papua, George Weyasu memperkirakan nilai kontribusi akomodasi bagi kontingennya itu akan mencapai kisaran Rp3 miliar. “Sharing cost itu harus diserahkan tanggal 8 Agustus. Kami hitung [nilainya] hampir Rp 3 miliar, karena hitungannya [adalah akomodasi selama rata-tara] 10 hari per orang,” kata Weyasu.
Menurut Weyasu, saat mengikuti DRM itu seluruh kontingen harus sudah memastikan kelengkapan atlet mereka di setiap cabang atau disiplin olahraga. “DRM dan CdM Meeting terkahir itu 8 Agustus. Kami harus pastikan bahwa [jumlah] atlet sudah fix. Berarti atlet dan pelatih serta oficial jumlahnya [harus] sudah pasti, baru nanti [sharing cost] ditransfer,” kata Weyasu.
Selain itu, ada sejumlah atlet Papua yang bahkan harus terlebih dahulu berangkat ke Aceh dan Sumatera Utara ketimbang rombongan besar Kontingen PON Papua. Karena, ada sejumlah cabang yang dipertandingkan atau diperlombakan lebih awal. Misalnya, atlet hoki Papua.

Mengacu jadwal dalam laman internet Panitia Besar PON XXI Aceh – Sumatera Utara, Tim Hoki Indoor PON Papua harus sudah tiba di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada 28 Agustus 2024. Pasalnya, mereka harus mengikuti Pertemuan Teknis (Technical Meeting) pada keesokan harinya, dan mulai bertanding sejak awal September 2024.
Para atlet cabang olahraga biliar, bulu tangkis, cricket, hoki outdoor, martial arts dan ski air juga harus tiba di Sumatera Utara lebih awal karena alasan yang sama.
Tim Softball PON Papua pun harus tiba lebih awal di Nangroe Aceh Darussalam. Pasalnya, pertandingan penyisihan cabang olahraga softball sudah dimulai pada 1 September 2024. Keberangkatan lebih awal juga dilakukan Tim dayung (berlomba mulai 2 September 2024), tim sepak bola (bertanding sejak 3 September 2024), tim baseball dan angkat besi (bertanding dan berlomba sejak 4 September 2024), serta tim muaythai dan tim panjat tebing (bertanding dan berlomba sejak 5 September 2024).
KONI Papua juga ingin lebih awal memberangkatkan Kontingen PON Papua ke Jawa, agar para atlet mereka sempat mengikuti pertandingan/perlombaan uji coba (try out). Setelah mengikuti try out di Jawa, barulah Kontingen PON Papua diberangkatkan ke Aceh dan Sumatera Utara.
“Jadi transit pertama itu kita berharap atlet bisa melakukan penyegaran dan lainnya untuk try out atau uji coba misalnya di daerah terdekat seperti Banten, Jakarta dan Jawa Barat, jadi bisa lakukan dan mencari lawan tanding. Itu mungkin bisa untuk 10 hari dan setelah itu kita persiapan bertolak ke PON,” kata Weyasu.
Ketua Bidang Sports Science dan Iptek KONI Papua, Daniel Womsiwor mengatakan KONI Papua berharap hibah Pemprov Papua kepada Kontingen PON Papua dapat segera dicairkan. Ia menyatakan pihaknya belum bisa berbuat banyak untuk mempersiapkan para atlet Papua yang akan berangkat ke PON XXI, karena tidak punya uang.
“Sampai saat ini KONI dan pengurus [organisasi induk] cabang olahraga memilih menunggu adanya dukungan Gubernur. PON adalah agenda negara atau program nasional. PON bukan agenda KONI, tapi itu program pemerintah pusat dan daerah yang wajib didanai pemerintah. KONI hanyalah sebatas menyiapkan atlet,” kata Womsiwor. (*)
























Discussion about this post