Jayapura, Jubi – Sejumlah hal menjadi perhatian dalam Monitoring Meja Semester I Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Papua Tengah di aula LPP RRI Nabire dan diikuti oleh 26 organisasi perangkat daerah (OPD) pada 13–14 Agustus 2026.
Beberapa hal yang menjadi perhatian itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapperida Papua Tengah, Elieser Yogi, S.STP., M.Si dalam arahannya saat pembukaan monitoring, Kamis (13/8/2026).
Ia mengatakan, hal yang mesti diperhatikan dalam pelaksanaan rapat monitoring meja ini adalah daya serap OPD (capaian kinerja realisasi fisik dan keuangan) asemester I tahun anggaran 2026.
Katanya, sesuai data rekapitulasi dengan pagu APBD Rp. 3.177.954.628.799,00 (Tiga triliun seratus tujuh puluh tujuh miliard sembilan ratus lima puluh empat
juta enam ratus dua puluh delapan ribu tujuh ratus sembilan puluh sembilan rupiah).
Realisasi Belanja Keuangan, Rp. 769.768.233.888,50 atau 24,22 persen dan realisasi belanja fisik, 14.63 persen, reaslisasi keuangan 24,22 persen.
Kedua adalah waktu pelaksanaan program/kegiatan kurang lebih empat bulan ke depan. Untuk itu OPD mesti tetap memperhatikan dengan seksama pelaksanaan kegiatan dan selanjutnya tetap mengentry realisasi fisik sebagai bahan laporan kepada Gubernur C.q Kepala Bapperida.
Ketiga, Bapperida akan melakukan Monitoring Lapangan sesudah pelaksanaan Monitoring Meja. Keempat, memperhatikan arahan-arahan dari Tim pada pembahasan monitoring meja, dan kelima, tetap menjaga keharmonisan dalam Pembahasan meja.
Katanya, pengendalian program/kegiatan melalui Monitoring Meja dilaksanakan untuk menjamin penjabaran kebijakan dan prioritas pembangunan daerah yang dibelanjakan melalui APBD, dapat mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
“Memastikan bahwa penggunaan input, jadwal kerja, kegiatan yang direncanakan, sasaran dan hasil yang ditargetkan berjalan sesuai dengan rencana,” kata Elieser Yogi.
Menurutnya, pelaksanaan Monitoring Meja Semester I juga merupakan bagian aktivitas pengendalian yang dilakukan untuk mengendalikan program/kegiatan yang direncanakan oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui OPD.
Tujuannya, untuk mengetahui perkembangan kemajuan daya serap realisasi fisik dan keuangan, serta mengetahui permasalahan/kendala dalam pelaksanaan program/kegiatan oleh OPD yang bila memungkinkan dapat diselesaikan.
Ia mengatakan, mengingat sampai saat pelaksanaan Monitoring Meja I (satu) ini, daya serap 26 OPD dengan Program 175,
Kegiatan 503, dan Subkegiatan 1545 pada Aplikasi https://dalevbang.
“Artinya perlu perhatian yang seksama dan serius dari OPD, maka harus melakukan kerja ekstra agar penyerapannya dapat meningkat,” ujarnya.
Untuk sumber dana Otsus yang dikelola oleh OPD lajut Yogi, ini penting untuk diperhatikan progressnya.
“egiatan ini bertujuan mengevaluasi dan mengendalikan pelaksanaan program serta kegiatan yang dibiayai melalui APBD Provinsi Papua Tengah,” ucapnya. (*)





















Discussion about this post