Manokwari, Jubi – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menyatakan selama 27 tahun Provinsi Papua Barat terbentuk, angka kemiskinan menurun dan ekonomi terus bertumbuh.
Pernyataan ini disampaikan Mandacan pada perayaan Hari Ulang Tahun ke-27 Provinsi Papua Barat, Senin (12/10/2026).
Menurut Mandacan, kekayaan sumber daya alam Papua Barat termasuk kehutanan, energi, pertanian, dan pariwisata telah memperkuat perekonomian daerah.
“Tingkat kemiskinan di Papua Barat menunjukkan penurunan signifikan, dari 21,69 persen 2024 jadi 19,59 persen pada September 2025 dan pada Maret 2026 angkanya 18,68 persen,” kata Dominggus Mandacan.
Di sisi lain katanya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua Barat pada 2025 mencapai 68,48 atau mengalami peningkatan dibandingkan 2024, yakni 67,69.
Provinsi Papua Barat dibentuk melalui Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999. Provinsi itu merupakan hasil pemekaran dari Provinsi Papua. Dulu disebut Irian Jaya Barat, sebelum diubah menjadi Papua Barat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2007.
“Selama perjalanan Proovinsi Papua Barat berbagai kemajuan telah dicapai, perkembangan infrastruktur dan penyelenggaraan pemerintahan termasuk sukses memekarkan Papua Barat Daya sebagai provinsi baru,” ucapnya.
Namun Mandacan mengingatkan, capaian pembangunan jangan sampai membuat berpuas diri. Anak-anak mesti dipastikan mendapat pendidikan berkualitas, keluarga mendapat pelayanan kesehatan, masyarakat hidup terlindungi, serta semakin banyak orang asli Papua mendapat pekerjaan.
Ia mengatakan, keberhasilan pembangunan tidak cukup dengan besarnya investasi atau angka pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi keberhasilan sejati yakni manfaat pembangunan bisa dirasakan dampaknya oleh masyarakat adat Papua terutama di kampung-kampung.
Pada perayaan HUT ke-27 Provinsi Papua Barat, Pemerintah Provinsi meluncurkan bantuan pendidikan atau Papua Barat Cerdas, kesehatan atau Papua Barat Sehat, dan juga Program Papua Barat Produktif.
Gubernur Papua Barat secara simbolis menyerahkan bantuan beasiswa Papua Barat Cerdas kepada 3.000 siswa-siswi SMA/SMK, juga beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa program S1 dan S2.
“Pakaian seragam Rp3 juta kemudian yang berprestasi Rp2,6 (juta). Biasa bapak keluar, ibu-ibunya, bapak-bapak sudah di depan pintu bilang anak mau masuk sekolah, dengan demikian ini kita bagi saja,” ucapnya.
Papua Barat Cerdas sudah dikoordinasi dengan kabupaten-kabupaten sehingga provinsi menanggung beasiswa bagi mahasiswa yang IPK-nya 2,3 dengan besaran S-1 mendapat Rp10 juta, S-2 memperoleh Rp20 juta.
Selain itu, Mandacan juga menyerahkan bantuan secara simbolis untuk menandakan diberlakukannya program Papua Barat Sehat yang jaminannya dimasukkan ke BPJS Kesehatan dengan capaian 98,48 persen.
“Dengan adanya BPJS dan Papua Barat Sehat, tidak ada alasan bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan karena semua sudah ditanggung pemerintah,” kata Mandacan.
Mandacan mengatakan, cakupan jaminan kesehatan di Papua Barat telah mencapai 98,48 persen. Capaian tersebut didukung pembiayaan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
“Papua Barat Sehat melengkapi layanan BPJS Kesehatan, terutama untuk kebutuhan medis yang belum ditanggung dalam skema jaminan nasional. Program ini juga membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan lanjutan di luar fasilitas kesehatan yang tersedia di Papua Barat,” ujarnya.
Mandacan menyebut bahwa tahun ini pihaknya mengalokasikan Rp100 miliar ke PALKUAP atau asosiasi pengusaha orang asli Papua untuk dibagi-bagikan ke daerah, kemudian 514 unit bantuan.
Bantuan stimulan diberikan ke 393 (penerima) melalui Dinas Koperasi dan UMKM di Papua Barat sebagai wujud implementasi Program Papua Barat Produktif.
Katanya, pemprov juga membuka peluang melalui program job fair, di mana dilakukan rekrutmen tenaga kerja untuk disalurkan ke perusahaan, jasa perhotelan, dan juga perkebunan kelapa sawit dan pabrik semen serta perbankan di Papua Barat.
“656 (tenaga kerja), terdapat 80 persen anak-anak Papua, 20 persen non Papua akan disalurkan ke perusahaan seperti BP Tangguh, Pabrik Semen, perhotelan, perusahaan kelapa sawit Medco dan pabrik semen,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Papua Barat, Petrus Makbon mengatakan, pada usia 27 tahun Provinsi Papua Barat banyak capaian telah dicapai dari gubernur ke gubernur.
“Ini dipertahankan capaian ini, kita berharap Gubernur Papua Barat dan Wakil Gubernur memimpin tiga tahun terakhir ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Papua Barat lebih baik lagi,” kata Petrus Makbon.
Ia berharap, tiga tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat kini juga dapat mengentaskan kemiskinan di wilayah ini.
“Sekarang ini kan efisiensi, mudah-mudahan ke depan ini anggaran bisa normal sehingga bisa memenuhi kebutuhan pembangunan di Papua Barat,” ucapnya. (*)






















Discussion about this post