Jayapura, Jubi – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, mengharapkan venue-venue eks Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dapat dimanfaatkan untuk menggelar pemusatan latihan nasional (Pelatnas) beberapa cabang olahraga.
Pasalnya, Norman mengakui sejumlah venue yang dibangun untuk PON XX sudah bertaraf internasional.
“Saya berharap ke depan dengan memanfaatkan venue bertaraf internasional yang dibangun untuk PON XX bisa digunakan sebagai tempat pemusatan latihan nasional untuk beberapa cabor dan bisa dilaksanakan di Papua, karena aset itu sangat berharga dan harus bersama-sama membina atlet-atlet kita meraih cita-cita menjadi juara dunia,” kata Norman dalam kesempatan Musorprov KONI Papua, Senin (13/6/22) malam.
Ia juga berharap para atlet Papua tak hanya berprestasi pada ajang SEA Games namun harus juga membuktikan diri pada ajang Olimpiade Paris, Juli mendatang. Tentunya, dengan persiapan sejak dini lewat iven-iven olahraga yang harus digelar di tingkat daerah dan nasional.
“Dengan beberapa iven olahraga yang ada kita bisa berupaya keras untuk mewujudkan prestasi pada Olimpiade Paris, kita bisa,” sebutnya.
Pasca perhelatan PON XX yang sukses digelar di Papua pada akhir tahun 2021 lalu, Marciano berharap ada ide-ide cemerlang yang harus dipikirkan melalui Musorprov KONI Papua, agar bisa mempertahankan prestasi Papua dan melahirkan prestasi baru pada PON mendatang. Terlebih, Papua tengah dicanangkan untuk menjadi provinsi olahraga.
“Sekarang yang harus dipikirkan bersama setelah PON XX apa yang akan kita kerjakan. Oleh karena itu Musorprov tahun ini menjadi bagian penting untuk menentukan prestasi atlet-atlet Papua maupun Indonesia di masa yang akan datang. Saya berharap dalam Musorprov ini dapat menghasilkan pemikiran strategis yang betul-betul menjadikan Papua sebagai provinsi olahraga yang maknanya akan lahir atlet-atlet kelas nasional dan dunia,” imbaunya.
Ia juga berpesan kepada KONI-KONI daerah di Kabupaten Kota dan Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga untuk bersama-sama menggagas apa saja yang harus dilakukan untuk mewujudkan cita-cita prestasi olahraga tertinggi Papua di kancah nasional dan internasional.
“Untuk mencapai itu harus ada organisasi atau soliditas dalam KONI Papua sehingga semua perbedaan pendapat itu selalu didengar dan pendapat prestasi selalu dikaji sehingga ke depan bisa terapkan hal positif. Saya berharap besar kepada Provinsi Papua bahwa pada PON XX lalu yang telah mencapai peringkat ke-4, diharapkan pada PON berikutnya Papua bisa menduduki peringkat terhormat dan membanggakan. Dukungan yang diberikan oleh Pak Gubernur harus dibayar dengan prestasi atlet-atletnya,” pungkasnya. (*)





















Discussion about this post