Jakarta, Jubi – PT Honay Ajkwa Lorents dan PT Tambang Mineral Papua (TMP) akan membangun pabrik keramik dan semen berbahan baku utama tailing dari PT Freeport Indonesia dengan nilai investasi sekitar Rp3,1 triliun dengan skema kerja sama bagi hasil.
“Pengelolaan tailing kami lakukan secara serius dan ini merupakan alah satu cara kami dalam mendukung peraturan pemerintah Indonesia dalam pelestarian lingkungan,” kata Direktur PT Honay Ajkwa Lorents Fenty Widyawati dalam keterangan yang diterima Antara di Jakarta, Jumat (3/1/2024).
Ia menjelaskan pengelolaan yang dilakukan meliputi kegiatan menghasilkan, mengangkut, mengedarkan, menyimpan, menggunakan, dan membuang.
Pada awal Februari 2025, katanya, pihaknya bersama TMP dan pemangku adat Panius Kogoya akan melakukan ‘groundbreaking’ dan upacara adat Bakar Batu, sebelum pelaksanaan groundbreaking.
Fenty juga menyebutkan tenaga lokal asli Papua dengan komposisi 80 persen akan diserap sebagai pekerja. Sisanya, 20 persen tenaga kerja merupakan pekerja non asli Papua.
Secara total, pembangunan pabrik itu akan menyerap sekitar 500-900 lapangan pekerja. Proses rekrutmen tenaga kerja memperbolehkan Orang Asli Papua (OAP) yang masih usia produktif namun belum atau tidak memiliki ijazah formal. Pelatihan juga akan diberikan kepada seluruh pegawai yang telah diterima, meliputi pelatihan bahasa Inggris, kelistrikan, mekanik, dan lain-lain.
Ia menyebutkan proses pembangunan ditargetkan akan selesai pada 2026 dan pada awal produksi tahap pertama pabrik ditargetkan memproduksi 21 juta ton semen.
Rencananya, pabrik keramik dan semen tersebut akan dibangun di Jalan Nabire Mil 32, Timika, Provinsi Papua Tengah di atas lahan seluas 9 hektare pada tahap pertama.
“Sebelum pembangunan pabrik ini kami juga sudah mempersiapkan pembangunan infrastruktur yang dapat menunjang kebutuhan operasional pabrik dan kami mengundang para investor untuk bergabung bersama kami. Kami yakin dengan adanya pabrik semen dan keramik di Papua dapat menekan harga semen di Papua,” ujarnya. (*)





















Discussion about this post