Kantor Bupati Puncak dan sejumlah bangunan perkantoran dibakar massa

Penulis: Larius Kogoya
Editor: Arjuna Pademme

Jayapura, Jubi – Kantor Bupati, Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah dan bangunan kantor sejumlah instansi pemerintah di Ilaga, ibu kota kabupaten dibakar sekelompok massa, Selasa malam (11/8/2026).

Aksi itu diduga dilakukan massa karena berkurangnya nominal dana desa yang diterima setiap kampung di sana pada tahun ini.

Informasi yang dihimpin Jubi dari sumber di Kabupaten Puncak menyebut, selain kantor bupati dan kantor DPRK, gedung instansi pemerintahan yang dibakar adalah Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Kantor Dinas Kesehatan Puncak, Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aest Daerah.

Kantor Perindakop, Kantor Kesbangpol, Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kantor Dinas Penanaman Modal, dan Kantor Dinas Kesejateraan Sosial.

Selain membakar sejumlah bangunan kantor, massa juga dilaporkan membakar dan merusak beberapa kendaraan roda empat. Merusak hampir semua bangunan lain dan menjarah barang-barang seperti laptop, komputer, beras, dan lainnya.

Staf Sekretariat DPRK Puncak, Jhon Tabuni mengatakan sebelum peristiwa itu, sejumlah masyarakat dan kepala desa (kepala kampung) hadir untuk menerima dana desa.

Pemerintah daerah pun menjelaskan kepada para kepala kampung bahwa penerimaan dana desa tahun tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebagian dana desa dari pemerintah pusat dipangkas untuk program Koperasi Merah Putih.

“Sebelumnya mereka biasa terima [dana desa] Rp300-400 juta ke atas untuk setiap desa. Akan tetapi, kemarin mereka dapat pengumuman kalau setiap desa akan terima dana sekitar Rp100-130 juta. Mereka kecewa dengan potong dana desa,” kata Jhon Tabuni melalui pesan suara kepada Jubi, Rabu (12/8/2026).

BERITATERKAIT

Menurut Jhon Tabuni, diduga adanya pemangkasan anggaran dana desa ini tidak dijelaskan secara terperinci oleh Dinas Pemberdayaa Masyarakat Kampung, sehingg masyarakat dan kepala kampung kecewa.

“Meski [akhirnya] kembali lagi [ada] penjelasan dari pemerintah bahwa dana sebagaian dipangkas untuk Koperasi Merah Putih, namun masyarakat dan kepala desa (kepala kampung) sudah terlanjut kecewa dan tidak terima,” ucapnya.

Katanya, pembakaran sejumlah bangunan kantor itu dimulai sekita pukul 19.00 WP (Waktu Papua). Namun para pelaku pembakaran belum dapat dipastikan identiyasnya

“Karena kemarin yang hadir itu masyarakat campur (bersama) kepala desa (kepala kampung) sampai malam. Sekitar jam 18.00 terjadi keributa. Jam 18.30 mulai pelemparan batu sasarannya ke kantor-kantor, dan jam 19.00 mulai bakar kantor-kantor,” kata Jhon Tabuni.

Sementara itu Kapolres Puncak, AKBP Domingos De F. Ximenes mengatakan pembagian dana desa tahap pertama 2026, di Bank Papua cabang Puncak sudah selesai sekitar jam 17.00 WP.

Namun ada sejumlah orang yang tidak puas dengan penerimaan dana desa itu sehingga mendatangai kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung. Di sana mereka protes sehingga diundanglah Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Puncak.

“Ada Bupati, Sekda, Dandim, dan Polres. Terus dari Pak Bupati dan Sekda memberikan penjelasan. Namun massa tidak terima dan melakukan provokasi, pelemparan. Itu sekitar jam 18.30 WIT. Jadi kami amankan Bupati, Sekda dan pejabat lainnya ke Polres,” kata Domingos De F. Ximenes.

Menurut Kapolres, setelah itu pihak keamanan melakukan konsolidasi dan memulai penyisiran. Namun saat penyisiran, sejumlah kantor sudah dijarah sebelum dibakar.

Katanya, sejumlah kantor sudah rusak parah seperti kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Kantor Bupati dan kantor DPRK. Gedung utama pun habis terbakar.

“Untuk keamanan, saat ini masih kondusif, tidak ada korban dari insiden ini baik dari masyarakat, aparat keamanan dan pejabat pemerintah,” ujarnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Festival Kopi Papua Tengah

English Story

Gobai warns military presence could perpetuate violence in Paniai

Jayapura, Jubi – Deputy Speaker IV of the Central Papua Legislative Council (DPR Papua Tengah, John NR Gobai, has alleged [...]

Kamuyend clan’s black cross burned amid customary land dispute in Merauke

Jayapura, Jubi – Unidentified individuals have damaged and burned a black cross erected by the Kamuyend clan as a traditional [...]

WVI launches public campaign to support more than 5,000 children in Papua

Jayapura, Jubi – World Vision Indonesia (Wahana Visi Indonesia – WVI) has relaunched its Baca Tanpa Batas (Read Without Limits) [...]

Nduga shooting victims’ families ask Papua Legal Aid Institute to oversee investigation

Jayapura, Jubi – The families of three residents shot in Nduga Regency, Highland Papua Province, on October 23, 2026, have [...]

Challenges and hopes for the new AJI Jayapura City chair for 2026-2029

Jayapura, Jubi – Theo Kelen and Maurits Yansip have been elected chair and secretary of the Alliance of Independent Journalists [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist