Nabire, Jubi – Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) menggelar sosialisasi standar teknis pembangunan dan rehabilitasi rumah bagi masyarakat serta relawan tanggap bencana. Asisten II Setda Deiyai, Mesak Pakage menegaskan kegiatan ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup warga dengan memprioritaskan program rehabilitasi rumah layak huni di wilayah tersebut melalui pesan tertulis yang diterima Jubi di Nabire Papua Tengah, Selasa (28/10/2025).
Program rehabilitasi perumahan merupakan salah satu upaya konkret Pemda Deiyai dalam mewujudkan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati, yaitu “Enaimoo Ekowai untuk Deiyai.”
“Masih banyak saudara-saudari kita yang tinggal di rumah yang kurang memenuhi standar kesehatan. Oleh karena itu, program rehabilitasi perumahan ini menjadi prioritas pemerintah Kabupaten Deiyai,” kata Pakage.
Pakage menjelaskan tujuan utama dari sosialisasi ini, yaitu memberikan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat mengenai program rehabilitasi perumahan, termasuk kriteria penerimaan bantuan, mekanisme pelaksanaan, dan persyaratan administrasi.
Ia berharap dengan pemahaman yang baik, seluruh pihak dapat aktif berpartisipasi dalam menyukseskan program ini.
“Kepada Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Deiyai, kami berpesan agar dapat melaksanakan program ini dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan akuntabel. Pastikan bantuan rehabilitasi perumahan tepat sasaran dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Pakage.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Marselus Badii mengatakan tujuan dari program ini adalah memastikan setiap masyarakat di Kabupaten Deiyai dapat tinggal di lingkungan yang aman, sehat, dan nyaman sesuai dengan standar teknis yang ditetapkan. Sebab kondisi rumah yang layak huni sebagai salah satu indikator kualitas hidup masyarakat.
“Acara sosialisasi ini diadakan agar masyarakat dapat memahami lebih dalam mengenai standar teknis yang harus dipenuhi mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pembangunan, hingga rehabilitasi rumah,” kata Marselus Badii.(*)





















Discussion about this post