Deiyai, Jubi – Guna melayani masyarakat di dua wilayah yakni Tigi Barat dan Tigi Timur, pada Senin (17/2/2025), Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Deiyai melalui Dinas Perhubungan menghibahkan dua unit mobil merek Mitsubishi, kepada Koperasi Trasportasi Deiyai atau Kotransdey.
Sebelum penyerahan, Penjabat (Pj) Bupati Deiyai Elimelek Edowai mengatakan Pemkab Deiyai melalui Dinas Perhubungan menghibahkan kepada masyarakat dua unit mobil kepada dua koperasi yang bakal dijadikan sebagai angkutan pedesaan, sesuai dengan trayek angkutan umum yang akan diatur oleh Dinas Perhubungan.
“Sesuai dengan badan hukum koperasi yang disiapkan oleh pengelola koperasi masyarakat, berdasarkan itu Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Deiyai Alfius Douw mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia tahun 2024 disetujui oleh Kementerian Perhubungan, maka dua buah mobil sudah ada di sini, di Deiyai. Sehingga pada hari ini kami Pemerintah Kabupaten Deiyai menyerahkan kepada koperasi untuk digunakan sesuai kebutuhan masyarakat Deiyai,” kata Pj Bupati Deiyai Elimelek Edowai.
Edowai mengatakan, satu unit mobil melayani bagian Tigi Barat dan satunya lagi di Tigi Timur. “Kami harapkan kendaraan ini benar-benar digunakan dengan dalam pelayanan kepada masyarakat dengan baik-baik,” ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Deiyai Alfius Douw mengatakan pihaknya telah melakukan pengadaan kendaraan mobil, yang anggarannya bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2024.
“Ini trasportasi perdesaan yang kami berikan kepada Kotransdey. Sehingga pada hari ini secara resmi diserahkan oleh Pj Bupati Deiyai di halaman kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Deiyai,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Deiyai Alfius Douw usai memberikan kendaraan.
Menurut Alfius Douw, kendaraan tersebut diusulkan oleh pemerintah melalui badan hukum yang bernama Koperasi Transportasi Deiyai. Ia berharap dengan kehadiran kendaraan tersebut, maka kebutuhan masyarakat bisa terlayani dengan baik.
“Sudah disampaikan oleh Pak Pj Bupati Deiyai agar tolong diperhatikan juga kesejahteraan anggota koperasi dan kemudian trayek satu mobil di wilayah timur dan satu lagi di wilayah barat. Kendaraan harus dijaga baik. Kami harapkan supaya masyarakat terlayani, harga tarif disesuaikan dengan tarif yang berjalan,” kata Douw.
Douw meminta kepada pihak pengelola koperasi agar merawat kendaraan dengan baik, pasalnya koperasi baru mulai berkembang dan jika terjadi kerusakan, maka biaya perbaikannya sangat besar.
“Kalau mobil rusak setengah mati untuk perbaiki, harus jaga baik. Kita harus bersyukur kepada Tuhan karena pemerintah bisa hibahkan kepada masyarakat melalui koperasi,” katanya. (*)





















Discussion about this post