Sentani, Jubi – Bupati Jayapura, Papua, Yunus Wonda mengatakan, peredaran dan penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang atau narkoba di kalangan pelajar di wilayah pemerintahannya sudah mengkhawatirkan.
Menurut Wonda, ini berdasarkan data yang diterimanya dari Badan Narkotika Nasional atau BNN, yang menunjukkan penggunaan narkoba ditemukan di berbagai jenjang pendidikan, terutama di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Jayapura.
Ini disampaikan Yunus Wonda saat peresmian pembangunan dan revitalisasi sarana-prasarana pendidikan tahun anggaran 2025, di SMA Negeri 3 Kabupaten Jayapura, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Jumat (6/3/2026).
Yunus Wonda mengingatkan para pelajar di daerah itu, untuk menjauhi narkotika dan obat-obatan terlarang, karena dapat merusak masa depan generasi muda.
“Kalian harus menjaga diri. Jangan pernah kompromi dengan narkoba karena itu akan merusak generasi dan masa depan kalian,” kata Yunus Wonda di hadapan para murid.
Menurutnya, ia sempat terkejut setelah mengetahui hasil pemeriksaan sampel terhadap sejumlah pelajar yang menunjukkan tingkat penyalahgunaan narkoba cukup tinggi.
Wonda pun meminta para guru untuk terus mengingatkan siswa mengenai bahaya narkoba, saat pelaksanaan upacara di sekolah maupun kegiatan belajar mengajar. Para guru juga diminta tidak hanya fokus pada proses mengajar di dalam kelas, namun memperhatikan pembinaan karakter siswa.
Katanya, pendidikan merupakan kunci membentuk masa depan generasi muda. Melalui pendidikan para siswa memiliki kesempatan untuk meraih cita-cita dan menjadi pemimpin di masa depan.
“Kalian bisa menjadi bupati, gubernur bahkan presiden, tetapi semuanya harus melalui pendidikan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para orangtua, agar tidak mudah menyalahkan sekolah ketika anak mereka menghadapi masalah pendidikan, melainkan bekerja sama dengan pihak sekolah untuk mencari solusi.
Wonda memastikan, pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan terhadap sekolah-sekolah di Kabupaten Jayapura, termasuk memastikan kehadiran guru dan kualitas proses belajar mengajar.
Pemerintah daerah akan terus melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah di kampung-kampung untuk memastikan pendidikan berjalan dengan baik.
“Kami akan terus turun ke sekolah-sekolah untuk memastikan guru hadir dan anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, agar dapat melahirkan generasi yang mampu membangun daerah di masa depan” ucapnya. (*)





















Discussion about this post