Manokwari, Jubi – Anggota Dewan Perwakilan Republik Indonesia atau DPR RI, Cheroline Chrisye Makalew menyalurkan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada 1.243 pelajar SD, SMP dan SMA serta SMK di Manokwari, Provinsi Papua Barat, Selasa (4/8/2026).
Penyaluran beasiswa KIP ini dihadiri siswa-siswi penerima, orang tua, para guru dan perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat dan Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari.
Penerima terdiri dari pelajar SD 464 orang, SMP dan SMA/SMK 779 orang. Bantuan yang sama juga diberikan kepada 200 pelajar jenjang SD hingga SMA di Manokwari tahun ajaran 2025.
Cheroline Chrisye Makalew mengatakan, meski bukan dari komisi yang membidangi pendidikan, namun baginya anak-anak di Papua Barat harus mendapat perhatian pemerintah melalui beasiswa KIP.
Menurut Makalew, pendidikan merupakan fondasi utama membangun masa depan Papua Barat, dan mesti disadari wilayah ini punya tantangan yang tidak ringan. Akses transportasi dan fasilitas terbatas, ada juga anak-anak yang belum memiliki akses mengenyam pendidikan.
“Oleh sebab itu, negara hadir melalui bantuan pendidikan ini sangat penting agar menjaga anak-anak yang berhenti sekolah dengan alasan biaya,” kata Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem itu.
Katanya, meski dirinya bukan anggota DPR RI komisi bidang pendidikan, namun sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Papua Barat, ia merasa bertanggung jawab untuk melihat masalah provinsi itu, termasuk bidang pendidikan.
“Saya di Komisi XII, memang bukan komisi saya yang membidangi pendidikan tetapi saya merasa punya tanggung jawab di Papua Barat. Saya berkomunikasi dan koordinasi dengan anggota Fraksi Nasdem di komisi yang membidangi pendidikan, saya percaya membangun pendidikan bukan hanya tugas satu komisi atau lembaga,” ujar Makalew.
Ia menjelaskan, ada dua mekanisme yaitu SK Nominasi dan SK Pemberian. SK Nominasi diberikan bagi penerima yang baru pertama kali mendapatkannya.
“Ini prosesnya, setelah yang nominasi ini bapak ibu harus memproses atau aktifkan di bank, setelah itu menunggu beberapa bulan baru masuk beasiswa,” kata Cheroline Chrisye Makalew.
Sementara SK Pemberian adalah bagi mereka yang sudah menerima pada tahun ajaran sebelumnya dan sudah punya rekening di bank.
“Ketika uang masuk langsung diambil di rekening untuk kebutuhan sekolah. Entah mau beli tas sekolah kah, sepatu kah buku kah. Jangan [digunakan untuk] kebutuhan lain,” ucapnya.
Salah satu orang tua murid, Mathias mengaku beasiswa ini sangat membantu terutama untuk kebutuhan sekolah anak.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Cheroline yang telah peduli dengan pendidikan melalui beasiswa ini,” kata Mathias.
Sementara itu Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Manokwari, Erwin Patikawa mengatakan pemerintah sejauh ini telah memberikan bantuan program pendidikan, yakni revitalisasi gedung sekolah, makan bergizi gratis dan menyalurkan bantuan sesuai data pokok pendidikan (dapodik).
“Dengan dapodik tidak bisa tipu-tipu lagi, terutama dalam hal pemberian beasiswa. Selain aspirasi dari ibu Cheroline, pemkab kabupaten juga punya program beasiswa Manokwari pintar, beasiswa dan pendidikan gratis, kita bersyukur,” ucap Erwin patikawa. (*)























Discussion about this post