Jayapura, Jubi – Program cek kesehatan gratis yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesehatan masyarakat masih sepi peminat sejak dibuka pada Senin (10/2/2025) di Puskesmas Waena, Kota Jayapura, Papua.
Pelaksana Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Astri Alfrida Rumbairusi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum banyak masyarakat yang datang untuk memanfaatkan layanan tersebut.
“Untuk sementara belum terlalu banyak masyarakat yang datang untuk cek kesehatan, mungkin mereka belum tahu,” katanya saat ditemui di Puskesmas Waena, Perumnas 1, pada Rabu (12/2/2025).
Menurutnya, sejak dibuka, masyarakat belum banyak yang mendaftar untuk program ini. Beberapa kemungkinan penyebabnya adalah kurangnya informasi atau ketidakinginan masyarakat untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
“Puskesmas Waena sudah beberapa kali melakukan sosialisasi Program CKG ke masyarakat dalam bentuk penyuluhan. Kami juga membuat leaflet untuk disebarkan. Mungkin karena baru tiga kali sosialisasi, jadi belum banyak yang tahu,” ujarnya.
Sejak pertama kali dibuka, baru 17 orang yang mendaftar secara online melalui aplikasi Satu Sehat Mobile, dan pada Rabu ini, hanya satu orang yang datang untuk cek kesehatan.
Program CKG mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir, balita, dewasa, hingga lansia. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi berbagai jenis skrining untuk mendeteksi kondisi kesehatan lebih awal.
“Ada beberapa pemeriksaan yang dilakukan, di antaranya cek darah, gula, kolesterol, asam urat, hemoglobin (Hb), serta HIV. Kemarin kami juga sudah melakukan sosialisasi, tetapi masyarakat masih belum banyak yang tahu. Untuk pendaftaran mandiri juga masih sering kami yang mendaftarkan,” katanya.
Astri menambahkan bahwa masyarakat yang belum mengetahui cara mendaftar bisa datang langsung ke Puskesmas, di mana petugas akan membantu proses pendaftaran.
“Karena pendaftarannya melalui aplikasi Satu Sehat Mobile, itu yang bisa digunakan masyarakat. Tapi jika ada yang kesulitan, bisa datang langsung, dan petugas akan membantu mendaftarkan di tempat,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa program ini gratis, tetapi untuk pengambilan obat nantinya akan diklaim melalui BPJS Kesehatan. Oleh karena itu, peserta harus memastikan memiliki BPJS, meskipun bagi yang belum memiliki, tetap bisa dibantu.
“Program ini juga berlaku untuk bayi baru lahir,” tambahnya.
Astri berharap masyarakat lebih mendukung program ini, dan tenaga kesehatan lebih aktif dalam melakukan sosialisasi.
“Kami ingin lebih banyak masyarakat yang datang untuk berobat. Kami siap melayani. Tadi baru ada seorang lansia yang datang, sudah kami layani, dan sudah mengambil obat juga,” ujarnya.
Sementara itu, Zainal, seorang warga yang sedang berobat di Puskesmas Waena, menilai program pemerintah ini sangat baik untuk membantu masyarakat.
“Hanya saja, kembali lagi ke masing-masing individu, apakah mereka mau memanfaatkan layanan ini atau tidak. Saya sendiri belum daftar ke CKG karena masih menjalani pengobatan rutin. Tapi kedepannya, saya akan coba daftar juga,” katanya.
Menurutnya, program ini sangat membantu masyarakat dan tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaannya.
“Sebenarnya ini sangat membantu,” pungkasnya. (*)






















Discussion about this post