Sentani, Jubi – Pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua melaksanakan program pemeriksaan kesehatan gratis ke 19 sekolah di wilayah kerjanya.
Kepala Puskesmas Harapan, dr Hanofer Budiyanto kepada Jubi mengatakan, program cek kesehatan gratis (CKG) ke sekolah ini merupakan program nasional yang bertujuan menjaring kesehatan anak sekolah untuk deteksi dini.
“Ada 19 sekolah di Distrik Sentani Timur, terdiri dari sembilan sekolah dasar (SD), empat sekolah menengah pertama (SMP) dan enam sekolah menengah atas (SMA),” kata dr Hanofer Budiyanto saat ditemui di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Sabtu (4/10/2025).
Menurutnya, program CKG dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), yang merupakan bagian dari 12 Standar Pelayanan Minimum (SPM) dalam bidang kesehatan.
Dokter Hanofer menyebutkan dari 19 sekolah di dalam wilayah kerjanya, ada 1.150 siswa yang menjadi sasarannya dan 1.029 siswa telah diperiksa pada program tersebut. Ada selisih sasaran dan cakupan pemeriksaan karena ketidakhadiran siswa pada saat program tersebut dilaksanakan.
“Dari jumlah 1.029 siswa yang diperiksa, tidak semua datanya dimasukkan dalam sistem [aplikasi] karena ketidakcocokan data, hanya sekitar 30 persen atau 300 siswa yang datanya bisa dimasukkan,” ucapnya.
Sementara itu, penanggung jawab PKG, Yunita Ardianti Iriansyah menambahkan pelayanan ke sekolah dilakukan hampir dua bulan yang telah selesai pada akhir September lalu.
Karanya, selama pelayanan kendala di lapangan yaitu ketika nomor induk kependudukan (NIK) tidak sesuai dengan alamat ataupun tidak terdaftar, sehingga, data yang dimasukkan dalam sistem (aplikasi) tidak lengkap atau sesuai dengan total pemeriksaan, karena sisanya terdaftar manual.
Adapun pemeriksaan yang dilakukan seperti, pengukuran tinggi dan berat badan, gigi, mulut, telinga, mata, dan tekanan darah. Sementara untuk pengambilan darah, dilakukan apabila ada indikasi karena keterbatasan alat.
“Hasil pemeriksaan [menunjukkan] hampir semua siswa dalam kondisi sehat dan masalah kesehatan yang dialami siswa sebagian besar karies gigi dan gangguan kulit [gatal],” ucap YunitaArdianti. (*)






















Discussion about this post