Jayapura, Jubi – Tim Monibobi Preneurs meluncurkan modul bangun pola pikir dan komitmen manajemen keuangan bagi anak muda Papua. Peluncuran berlangsung di Aula Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua, Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura Papua, Selasa (11/11/2025).
Sala satu founder dan senior trainer, Agustien Raquela Sanggenafa kepada Jubi mengatakan, Manibobi adalah lembaga yang bergerak pelatihan dan pendampingan bisnis bagi masyarakat di Tanah Papua, diinisiasi oleh empat orang dan dibentuk pada 2020.
“Saya selama lima tahun kerja mendampingi anak muda dan mama-mama, launching modul ini pengalaman saya secara pribadi, saya banyak sekali menemukan masalah-masalah yang berkaitan dengan keuangan dalam keluarga maupun dalam pribadi orang,” kata Agustien Sanggenafa kepada Jubi saat peluncuran.
Menurutnya, situasi itulah yang membuatnya merancang modul bangun pola pikir dan komitmen manajemen keuangan bagi anak muda Papua, meski terlihat belum lengkap berbagai peralatan pengajaran sesuai dengan konteks Papua.
“Ke depan belum sempurna tetapi setidaknya bisa digunakan untuk memaparkan tentang pentingnya manajemen keuangan bagi anak muda Papua,” ucapnya.
Katanya, studi kasus terbanyak yang ditemukan bahwa para anak muda maupun yang sudah berkeluarga banyak mendapat uang, namun tidak memiliki komitmen untuk menabung uang
“Modul ini tekankan komitmen menyimpan uang, meskipun 100 persen tidak bisa berubah total, akan tetapi, dari waktu ke waktu kita memaparkan modul ini mereka agar paham pentingnya komitmen,” ujarnya.
Peluncuran modul mengapa memilih dinas pemuda dan olahraga provinsi Papua agar kedepan bisa bekerja sama, sebab modul yang dibuat untuk para anak muda Papua yang berusia 18-35 tahun. Diharapkan modul itu menjadi bahan ajar hidup bagi anak muda Papua.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengembangan Kreatifitas Pemuda, Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua, A. Itaar mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi atas karya tim Monibobi Preneurs.
“Kami sangat mengapresiasi dan kami sangat merespon ini sebab menjadi bagian terpenting bagi anak muda Papua,” kata Itaar.
Katanya, Dinas pemuda dan olahraga provinsi Papua bidang kepemudaan harus mengakat partisipasi anak muda Papua, sebab mereka itulah agen perubahan Papua.
“Kegiatan yang dilakukan Manibobi ini sangat baik untuk membawa anak muda ke arah yang lebih baik,” ujarnya. (*)





















Discussion about this post