Sentani, Jubi – Dewan Kesenian Tanah Papua Kabupaten Jayapura, Papua menggelar Musyawarah Daerah atau Musda ke-V di Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (9/12/2025).
Musda ini menjadi ruang konsolidasi dan pembentukan kepemimpinan baru untuk periode lima tahun mendatang, sebagai upaya memperkuat eksistensi lembaga seni budaya di Bumi Cenderawasih.
Ketua Dewan Kesenian Tanah Papua, Nomensen Mambraku mengatakan, musda merupakan momentum penting untuk memproteksi harkat dan martabat budaya orang asli Papua di tengah derasnya perubahan zaman.
Katanya, struktur organisasi akan mengalami penyesuaian, termasuk wacana perubahan nomenklatur Ketua Umum menjadi Sekretaris Jenderal demi meningkatkan efektivitas lembaga di enam wilayah kerja kesenian.
“Musda ini alat untuk memperpanjang martabat Dewan Kesenian Tanah Papua. Kehadirannya untuk memproteksi identitas orang Papua, agar jangan suatu saat kita tergerus oleh nilai budaya luar,” kata Nomensen Mambraku saat pembukaan musda.
Mambraku menyatakan Dewan Kesenian Tanah Papua perlu terus menjaga karya seni, musik, serta identitas adat sebagai warisan yang tidak boleh hilang.
“Enam daerah lainnya harus bekerja bersama mempertahankan identitas Papua,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Jayapura Haris Richard Yocku saat membuka musda menekankan bahwa seni dan budaya adalah pilar yang membentuk karakter masyarakat Papua.
Ia berharap pemilihan kepengurusan baru tidak melahirkan perpecahan, tetapi memperkuat persaudaraan di kalangan seniman.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai seni dan budayanya,” kata Haris Yocku.
Ia berharap, hasil musda dapat memperkuat ruang berkarya bagi para pegiat kesenian lokal serta memperluas gerakan pelindungan budaya daerah melalui program yang lebih terstruktur. (*)























Discussion about this post