Sentani, Jubi – Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui pemerintah kampung di sejumlah wilayah mulai membuka lahan untuk menanam jagung untuk mewujudkan ketahanan pangan masyarakat. Luas lahan yang dibuka pada masing-masing kampung bervariasi dan dikerjakan kelompok tani.
Penjabat Bupati Jayapura Triwarno Purnomo mengatakan program ketahanan pangan yang dilakukan sejumlah kampung merupakan hal yang besar dalam memajukan atau meningkatkan ekonomi serta ketahanan pangan masyarakat.

Ia mengatakan lahan yang nantinya ditanami jagung pada masing-masing kampung bervariasi. Karena itu, ia meminta pihak berkompeten di lingkup Pemkab Jayapura agar memberikan dukungan penuh terhadap upaya pengembangan ketahanan pangan masyarakat yang sedang dikerjakan.
“Kemarin kita di Kampung Kuipon, Distrik Nimboran lahannya yang baru dibuka seluas 1,8 hektare dari total 10 hektare yang disiapkan, lalu di Kampung Puay ada 6 hektare dan di sejumlah kampung lain dengan luasan lahan yang sangat besar,” ujar Triwarno di Sentani, Jumat (2/8/2024).
Triwarno mengajak semua masyarakat di Kabupaten Jayapura, terutama masyarakat di kampung, untuk memanfaatkan lahan di pekarangan dan lahan tidur agar memberikan hasil pertanian yang cukup bagi peningkatan ketahanan pangan.
Menurutnya, masyarakat dapat mengembangkan potensi yang ada lewat program yang dikerjakan pemerintah kampung maupun pemerintah distrik dengan sumber dana desa dan Dana Otsus (Otonomi Khusus).
“Sebagai pemerintah kita wajib memberikan dukungan sehingga apa yang dibutuhkan petani berupa bibit, peralatan, dan kebutuhan lainnya tersedia,” ujarnya.

Purnomo juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat di kampung yang mengundangnya untuk hadir dan melakukan penananam jagung perdana. Hal itu, katanya, menandakan semangat masyarakat untuk membangun lewat sektor pertanian masih ada.
“Di beberapa tempat saya juga pernah melakukan penanaman perdana seperti yang dilakukan masyarakat di Kampung Kuipons dan Kampung Puay, untuk itu saya berharap kepada semua pihak untuk lebih giat bekerja hingga benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan warga,” katanya.
Kepala Distrik Nimboran Rahmad Marimbun menyampaikan pemerintahan distrik yang dipimpinnya juga mendukung program pengembangan ketahanan pangan di Kampung Kupoins. Program pengembangan ketahanan pangan di Distrik Nimboran tidak hanya di Kampung Kuipons, tetapi juga akan didorong di beberapa kampung yang ada di dataran rendah.
“Kami mendukung sekali apa yang dikerjakan Pemerintah Kampung Kuipons, termasuk proses penanaman perdana jagung oleh Bapak Penjabat Bupati,” ujarnya.
Kepala Kampung Kuipons Yosepina Dani mengatakan sumber dana yang digunakan untuk membiayai program ketahanan pangan yang sedang berjalan tersebut bersumber dari Dana Kampung 2024.
Menurut Yosepina potensi perkebunan jagung di Kampung Kuipons sangat menjanjikan untuk menjawab persoalan ketahanan pangan.

“Dana kampung kami tahun ini lebih Rp1 miliar sehingga 20 persen dari total dana kampung tersebut kami gunakan untuk membiayai program ketahanan pangan, yaitu sebesar Rp228 juta. Sedangkan untuk program pemanfaatan lahan pekarangan sebesar Rp50 juta yang diberikan langsung kepada dua kelompok tani,” katanya.
Ia mengatakan kegiatan tersebut juga bagian dari kolaborasi antara pemerintah kampung, pemerintah distrik, dan Dinas Ketahanan Pangan. Ia berharap kolaborasi tiga lembaga tersebut terus berjalan di masa mendatang.
Ketua Kelompok Tani ‘Yomako Teii Sarmaikrang’ di Kampung Kuipons, Ever Krang menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Jayapura, Pemerintah Distrik Nimboran, dan Pemerintah Kampung Kuipons yang telah memberikan bantuan bibit dan pengolahan lahan.
“Kami tetap akan bersemangat dan maju terus mendukung program pemerintah untuk ketahanan pangan. Bertani bagi kami hal yang selalu kami kerjakan, sebab itu kami pastikan jika kemarin (Kamis, 1/8/2024) Bapa Pj Bupati lakukan penanaman, maka nanti panen juga Bapa Pj Bupati bisa hadir,” katanya.
Penanaman jagung perdana yang dilakukan Penjabat Bupati Jayapura, Kamis (1/8/2024) pada lahan seluas 1,8 ha yang dimiliki dua kelompok tani, yakni Kelompok Tani ‘Yomako Teii Sarmaikrang’ dan Kelompok Tani ‘Sigoro Kuimeno’. (*)























Discussion about this post